Ketua PCNU Kota Yogyakarta Bagikan 200 Paket Bingkisan Lebaran didampingi LAZISNU Kota Yogyakarta

Suasana saat pembagian paket bingkisan lebaran. 
Yogyakarta, PEWARTAnews.com – Ketua Tanfidziah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Yogyakarta KH. Ahmad Yubaidi, S.H., S.Pd., M.H. membagikan 200 paket bingkisan lebaran pada hari Minggu, 18 Juni 2017, jam 09.00-11.00 WIB, bertempat di Pondok Pesantren Ulul Albab Balirejo, Muja Muju,  Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bulan Penuh berkah, bulan penuh ampunan, Bulan Ramadhan. Di bulan suci ramadhan ini Ketua PCNU Kota Yogyakarta menggandeng Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Yogyakarta untuk memastikan pembagiannya tepat sasaran.

"Alhamdulillah hari ini 200 paket sembako dan sarung dibagikan untuk masyarakat di sekitar lingkungan Pondok Pesantren Ulul Albab dan masyarakat nahdliyin serta pengurus Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta," beber ketua  PCNU Kota Yogyakarta Ahmad Yubaidi.

Lebih lanjut Ahmad Yubaidi mengatakan, pada dasarnya warga NU di Yogyakarta itu banyak, tinggal di masifkan untuk lebih terorganisir untuk membangun dan mengembangkan masyarakat kota Yogyakarta.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris PC LAZISNU Kota Yogyakarta Ahmad Subari berharap seluruh masyarakat kota Yogyakarta dapat menyalurkan Zakat, Infaq dan Shadaqahnya melalui LAZISNU Kota Yogyakarta. “Saya menghimbau masyarakat nahdliyin dan seluruh masyarakat kota Yogyakarta mau menyalurkan Zakat melalui LAZISNU,” cetusnya. (PEWARTAnews)

LAZISNU Kota Yogyakarta Beri Santunan 100 Paket Alat Tulis untuk Anak Yatim

Penyerahan Program 100 paket alat tulis dari LAZISNU Kota Yogyakarta untuk anak yatim. 
Yogyakarta, FIMNY.or.id – Bulan Penuh berkah, bulan penuh ampunan, Bulan Ramadhan. Di bulan suci ramadha ini Pengurus Cabang Nahdltul Ulama (PCNU) Kota Yogyakarta beserta Lembaga dan banomnya gencar mengadakan agenda penguatan ummah atau jamiyah. Seperti halnya pada hari Minggu (04/06/2017), bertempat di Masjid Raudhatul Huda, Celeban, Umbulharjo, Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Ifaq dan Shadaqah (LAZISNU) Kota Yogyakarta memberikan santunan 100 paket alat tulis dan sekaligus mengadakan launching program 1000 paket lebaran untuk anak yatim dan dhuafa yang berada di Kota Yogyakarta. 

Usai pembagian Santunan 100 Paket Alat Tulis, dilanjutkan dengan pengajian sebelum buka puasa yang dipimpin oleh H. Abdul Halim, diakhiri dengan buka puasa bersama pengurus PCNU Kota Yogyakarta, Pengurus Takmir Masjid Raudhatul Huda dengan seluruh masyarakat Umbulharjo dan sekitarnya.

Ketua PC LAZISNU Yogyakarta Ahmad Subari dalam sambutannya berharap seluruh masyarakat kota Yogyakarta dapat menyalurkan Zakat, Infaq dan Shadaqahnya melalui LAZISNU Kota Yogyakarta. “Saya berharap seluruh masyarakat kota Yogya menyalurkan Zakat melalui LAZISNU. Pada kesimpatan hari ini LAZISNU Kota Yogyakarta dalam Program NU’SMART menyerahkan 100 paket alat tulis bagi anak yatim/piatu/yatim piatu. Selain itu, hari ini juga dirangkaikan dengan Launching Program Gerakan 1000 Paket Pakaian Lebaran Bagi Anak Yatim dan Dhuafa,” harapnya.

Bagi masyarakat pada umumnya, dapat menyalurkan Zakat Infak dan Shadaqah terbaik anda melalui LEMBAGA AMIL ZAKAT INFAQ DAN SHADAQAH NAHDLATUL ULAMA (LAZISNU) KOTA YOGYAKARTA. Nomor Rekening BRI Syariah atas nama LAZISNU KOTA YOGYA: Untuk Zakat : 1026904451, Untuk Infaq dan Shadaqah : 1026904327. Tlp. / SMS Center & Layanan Jemput Zakat, hubungi nomor : 081578436971 / 081578795666, Twitter: @lazisnuyogya, Email: lazisnuyogya@gmail.com,  Instagram: @lazisnuyogya, FB: fb.com/lazisnuyogya, dan Website: www.lazisnuyogya.or.id.
Penyerahan Program 100 paket alat tulis dari LAZISNU Kota Yogyakarta untuk anak yatim.

KEPMA Bima-Yogyakarta Adakan Kajian Ilmiah tentang Konflik di Bima

Suasana diskusi KEPMA Bima-Yogyakarta.
Yogyakarta, FIMNY.or.id – Keluarga Pelajar Mahasiswa (KEPMA) Bima-Yogyakarta  telah sukses melaksanakan kegiatan kajian ilmiah pada hari Rabu, 31 Mei 2017 mulai  16:00-selesai, yang berlangsung di aula asrama Keluarga Pelajar Mahasiswa Bima “Putra Abdul Kahir” Yogyakarta.

Kegiatan ini diinisiasi penyelenggaraannya karena akhir-akhir ini marak terjadi konflik sosial antar desa di Kabupaten Bima. Bersamaan dengan itu, ada informasi penembakan masyarakat yang dilakukan oknum polisi saat pengamanannya. Aparat yang seharusnya megamankan konflik ini, malah ada oknum aparat yang bertidak berlebihan terhadap masyarakat dengan melakukan penembakan bebas. Maka atas peristiwa itu, KEPMA Bima-Yoggyakarta selenggarakan dialog publik ini megangkat tema “Menyorot Konflik Sosial dan Pelanggaran HAM di Bima”.

Agenda ini menghadirkan 2 pemantik. Pemantik pertama, disampaikan oleh Ketua Umum Keluarga Mahasiswa (KEPMA) Bima-Yogyakarta saudara Agus Salim,  dengan materi yang di sampaikan “konflik sosial”. Menurut Agus Salim, konflik sosial merupakan suatu proses sosial antara dua belah pihak yang berlainan kepentingan. Latar belakang adanya konflik ini karena adanya perbedaan yang sulit di temukan kesamaanya atau didamaikan, baik itu perbedaan kepandaian, ciri fisik, maupun pegetahuan. “Konflik itu ada konflik vertikal dan ada konflik horizontal,” bebernya.

Pemantik  kedua, disampaikan oleh Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah (UMY) Yogyakarta  saudara M. Ulfatur Akbar, S.IP., M.IP., materi yang di sampaikan tentang “Pelanggaran HAM di Bima”. Ulfatur Akbar mengatakan bahwasannya Hak Asasis Manusia (HAM) merupakan sesuatu yang sudah melekat pada diri seseorang, yang mereka peroleh dan meraka bawa sejak lahir. “Pelaggaran HAM disebabkan karena adanya beberapa faktor antara lain, faktor internal dan eksternal. Faktor internal itu mencakup, sikap egois atau terlalu mementingkan diri sendiri, rendahnya kesadaran HAM dan sikap tidak toleran. Sedangkan faktor ekternalnya mencakup, peyalahgunaan kekuasaan, ketidaktegasaan aparat hukum, penyalahgunaan tehnologi dan kesenjangan sosial ekonomi yang tinggi,” ketusnya.

Kedua pemantik tampil dalam satu panggung, untuk meperlancar jalanyanya diskusi maka didampingi oleh moderator saudara Erwin/Ebha (Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yogyakarta).

Selain diskusi, acara ini dirangkaikan juga dengan buka puasa bersama. Hadir pula Ketua Umum Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Yogyakarta saudara M. Saleh Ahalik, S.Pd., dan beliau pun meyampaikan beberapa pendapat berkaitan dengan bagaimana kita menyadarkan masyarakat untuk tidak melakukan konflik itu secara terus menerus. “Kita harus memberitahukan pada masyarakat bahwa konflik itu merugikan semua pihak, baik itu individu maupun semua kelompok masyarakat yang bernaung di daerah terjadinya konflik tersebut,” paparnya

Acara pun berjalan dengan lancar, saat diskusi terlihat meriah karena terjadi interaksi yang aktif antara peserta yang hadir dan para pemantik. Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh mantan Ketua Umum Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Yogyakarta saudara M. Jamil, S.H., Ketua Sanggar Seni dan Budaya Rimpu Yogyakarta Muhammad Edi Kuriawan Syafrudin, Ketua Umum Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) sudara Gajali, serta semua perwakakilan tiap-tiap organisasi di bawah naungan KEPMA Bima-Yogyakarta.


Penulis: Jumratun
Bidang Hubungan Masyarakat Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) / Mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) Yogyakarta.