PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta: Smartcity Perlu Disambut Baik Oleh Pemerintah Mbojo

Ketua Umum PUSMAJA dan para pemateri dan sesepuh.
Yogyakarta, FIMNY.or.id – Pengurus Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta Periode 2015-2017 selenggarakan Dialog Publik yang diselenggarakan pada Hari Sabtu, 27 Februari 2016 jam 13.00-selesai di aula kantor Dewan Pimpinan Daerah Republik Indonesia Republik Indonesia (DPD RI) perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dialog Publik mengangkat “Peran DPD RI dalam Medorong Pembangunan Daerah dan Mewujudkan Smartcity Bima untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”, dengan menghadirkan pemateri yang berkompeten didalamnya yakni, pemateri pertama disampaikan oleh senator senayan Prof. Dr. Forouk Muhammad, S.H. (Wakil Ketua DPD RI Periode 2014-2019). Pemateri kedua yakni saudara Muhammad Aditia AN. Salam, ST., MBA (Prisiden Derektur PT. Gama Techno Indonesia). Kedua pemateri tersebut didampingi seorang moderator Firman, S.E., MPH. (Kandidat Doktor di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada).

Ketua umum Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta mengatakan bahwasannya sudah begitu lama para mahasiswa Mbojo tidak bernostalgia dengan kehadiran tokoh nasional Prof. Dr. Farouk Muhammad, S.H. di Yogyakarta, dengan adanya acara yang diselenggarakan Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta melalui dukungan sesepuh Mbojo Yogyakarta ini, perlu dimanfaatkan dengan baik. “saya ucapkan selamat datang kepada ayahanda Prof. Farouk Muhammad, S.H. di kota gudek Yogyakarta, semoga dengan kehadiraanya saat ini menjadi wadah untuk berdiskusi panjang lebar terkait persoalan Mbojo saat ini,” ucap M. Jamil, S.H. pada 27 Februari 2016 di disela-sela acara berlangsung.

Lebih lanjut ketua umum Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta M. Jamil, S.H. mengatakan bahwasannya masyarakat Indonesia dewasa ini sudah sangat melek terhadap informasi, dengan perkembangan yang sedemikian cepat tersebut, pemerintah Mbojo, baik di Bima maupun Dompu perlu sigap menerimanya. “Oleh karenanya, hadirnya smartcity sangat perlu disambut baik oleh pemerintah Mbojo,” cetusnya.

Menarik jadi sorotan dalam pertemuan siang menjelang sore sabtu lalu, salah satu diantaranya adalah adanya pertanyaan salahsatu peserta diskusi terkait keterlibatan Prof. Dr. Farouk Muhammad, S.H. untuk memperjuangkan proses terbentuknya Provinsi Pulau Sumbawa (PPS). Sang senator dari Nusa Tenggara Barat tersebut menceritakan bahwasannya ia sangat mendukung terbentuknya PPS, ia juga pasang badan memperjuangkan PPS. “PPS terus diperjuangkan, dan masih dalam progress,” ucapnya.

Lebih lanjut Farouk Muhammad mengatakan, hadirnya lembaga perwakilan daerah penting untuk menengahi/mengimbangi kebijakan anggaran dan  pembangunan yang memihak pada daerah-daerah padat penduduk karena lebih banyak diwakili anggota DPR sebagai satu-satunya pemegang kekuasaan penentu anggaran. Kedua, ukuran kinerja dan prestasi lembaga perwakilan daerah tidak bisa dilihat (hanya) dari pemberitaan media, tapi pada peran dan kiprahnya dalam menjaga keseimbangan antarwilayah agar tidak terjadi ketimpangan pembangunan dan kemajuan.

Selain itu, lanjutnya Farouk, penataan sistem ketatanegaraan melalui perubahan kelima UUD 1945 adalah keniscayaan agar lembaga perwakilan daerah memiliki kewenangan yang lebih jelas dan kuat berdampingan dengan lembaga perwakilan rakyat agar sistem checks and balances antarkamar parlemen berjalan efektif bagi kepentingan nasional. Terlebih lagi terdapat Keputusan MPR RI Masa Jabatan 2009-2014 yang merekomendasikan, antara lain, penguatan MPR termasuk DPD. Nah sekarang akan diuji apakah partai politik yang wakil-wakilnya di MPR telah menyetujui rekomendasi tersebut akan meng”khianat”i keputusan tersebut atau secara “gentleman” tetap mendukung penguatan DPD.

Muhammad Aditia AN. Salam mengatakan bahwasannya pertumbuhan manusia yang begitu cepat mau tidak mau harus dipikirikan konsep dalam pengelolaan kota ditengah kemajuan teknologi informasi yang begitu cepat progresnya. Sehingga wacana kota cerdas atau smartcity itu menjadi topik yang sangat hangat. Pemanfaatan teknologi informasi adalah merupakan salah opsi yang harus digunakan dalam menghubungkan keberlangsung masyarakat dengan segala aktifitasnya. Sehingga teknologi bisa bernilia positif dan bukan justru berdampak negatif dalam kehidupan masyarakat. Keberadaan internet sebagai penyidia jasa informasi dengan pemanfaatan teknologi semakin gencar dibicarakan. Komponen utama penggunaan dalam membangun smartcity yakni pertama, smaart governance (pemerintahan cerdas), smart economy (ekonomi cerdas), smart mobility, smart living, smart environment, smart people. Penerapan konsep smarcity bisa saja dilakukan di Bima mengingat potensi masyarakat Bima yang hampir semua sekolah dan cepat beradaptasi dengan teknologi dan informasi. Tidak hanya bandung, surabaya, jakarta, besar harapannya untuk berkontribusi dan mendukung Bima sebagai bagian dari daerah yang akan merancang dan menerapkan smartcity. “Semoga direspon dengan baik oleh pemerintah daerah sebagai pengambil kebijakan,” bebernya.

Peserta sangat antusias dalam dialog tersebut, terbukti dengan adanya interaksi yang intens antara para peserta dan pemateri. Acara dihadiri oleh 160 peserta yang terdiri dari S1, S2 dan S3 yang berasal dari mayoritas mahasiswa Mbojo yang berada di Yogyakarta, selain mahasiswa Mbojo dihadiri juga oleh mahasiswa Lombok, dan luar NTB.

Turut hadir dalam acara tersebut, Drs. H. A. Hafidh Asrom, M.M. anggota DPD RI perwakilan DIY, selain itu, hadir sesepuh Mbojo Yogyakarta yang merupakan orang-orang Hebat dari berbagai Profesi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Diantaranya, Bukhari, S.T., dr. Sitti Noor Zaenab, M.Kes., dr. Sitti Aisyah Sahidu, SU., M.Kes., Dra. Siti Alfajar, M.Si., Prof. A Salam, dr. Muchdar, Dr. Mujib, dan lain sebagainya. [MJ / FIMNY]

Bogor Kenanganku

FIMNY.or.id – Tanggal 14 september 2013 aku memulai kehidupan yang baru, lingkungan yang baru, dan orang-orang baru. Tidak ada lagi kata manja, tidak ada lagi minta duit sama orang tua. Karena mulai sekarang aku akan berusaha sendiri, mencari pekerjaan sendiri, dan aku ingin tahu bagaimana rasanya nyari duit sendiri di kota perantaua.

Sayang sekali karena semua lowongan di pabrik pada saat itu sudah tutup semua dua hari sebelum aku sampai bogor yaitu tanggal 12 September 2013.   Walaupun begitu tapi aku selalu semangat  untuk mencari pekerjaan, dimana-mana aku udah coba nyari tetap gak ada, satu bulan telah berlalu  dan aku selalu optimis untuk mencari pekerjaan. Alhamdulillah akhirnya aku mendapatkan pekerjaan itu, dan aku diterima di pabrik garmen (jahit). Subhanallah hari pertama aku bekerja aku disuruh gosok, dan harus berdiri. Jam kerjanya masuk dari jam 07:00-20:00. Benar-benar melelahkan, hari kedua aku bekerja aku disuruh gambar pola, dan yang pasti harus cepat dan rapi. Secara, walaupun aku anak baru tapi tidak ada toleransi, yang mereka tau ku harus kerjanya cepat gak boleh lelet karena kerjanya di target, kalau tidak mendapatkan target otomatis belum dibolehin pulang dari jam 20.00, baru di bolehin pulang setelah jam 21:00, itu sudah menjadi ketentuan pabrik dan wajib di laksanakan. Waktu yang sangat lama dan kalau di bandingkan dengan gajinya benar-benar tidak sesuai.

Kerja di pabrik garmen (jahit) aku hanya bertahan dua hari dan aku keluar di pabrik itu tanpa menyerahkan surat pengunduran diri. Sampai disitu aku berusaha untuk mencari pekerjaan baru dan tidak ada niat lagi untuk kembali ke garmen (jahit). Dua bulan telah berlalu tapi belum ada satupun lowongan pekerjaan, untuk uang makan selama aku belum mendapatkan pekerjaan, orang tuaku selalu mengirimkan uang untuku. Aku sempat putus asa tapi orang tua dan saudaraku selalu memberi aku semangat, dan tetap sabar. Jalan tiga bulan aku di bogor tapi lowongan kerja satupun gak ada, aku menyerah dan memutuskan untuk pulang kampung. Tapi disaat aku mengabarkan niatku untuk pulang kampung ke orang tuaku, akhirnya pada bulan 12 desember 2013 ada lowongan kerja dan membutuhkan karyawan sebanyak 600 orang, disitu aku berubah pikiran dan ingin melamar kerja di PT. Yupi Ido Jelly Gum (PT. YIJG). Tanggal 4 Desember aku melamar kerja di PT. YIJG, dan Alhamdulillah namaku sudah terdaftar, dan tidak sampai disitu banyak sekali tes-tes yang akan dilalui yaitu tes, kecepatan dalam bekerja, kerapian, tes kesehatan, wawancara dan alhamdulillah aku berhasil menyelesaikan tes itu dan akupu lolos dan menjadi karyawan PT. YIJG. Tanggal 5 Desember 2013 sebagai karyawan baru wajib memiliki ATM BII yang bekerjasama dengan PT. YIJG. Agar mudah dalam mengontrol gaji dan gaji karyawan langsung di transfer di ATM BII.

PT. YIJG merupakan salah satu PT pabrik yang terkenal sampai kemanca Negara, sehingga dalam pembuatan permen Yupi menuntut karyawan agar selalu menjaga kebersihan, dan di PT. YIJG tersebut banyak sekali aturan-aturanya, seperti tidak boleh mengunakan HP, asesoris, jarum pentul, kaca, gunting kuku, bahkan kerudung yang manik-manikpun tidak boleh dan di larang keras. Disaat bekerja wajib mengunakan sarung tangan.

Walaupun banyak aturan tapi aku sangat nyaman kerja di situ, karena setidaknya aku tau bagaiman caranya membuat permen, membungkus permen solatip yang cepat dan terutama kedisiplin. Di Kota bogor itu banyak sekali mengajarkan aku dan merubah aku, tentang arti kehidupan, menghargai uang dan menghargai waktu. Di situ aku bertemu dengan orang-orang baru, dan lingkungan yang baru. Adapun jam kerjaanya yaitu hanya 8 jam masuk jam 07:00-14:45 dan gajinya juga bisa di bilang lumayan yaitu 2.600.000 (dua juta enam ratus ribu rupiah) dan itupu baru gaji pokok dan belum di hitung lembur bisa jadi 3.5oo.ooo (tiga juta lima ratus ribu rupiah), selain itu pekerjaanya juga santai dan fasilitasnya sangat lengkap seperti, ruangan berase, masjid, toelet, loker, dan ATM tempat penarikan uang. Dan di PT. YIJG sangat menghargai antara umat dimana yang islam memunaikan ibadahnya jika waktunya telah tiba, dan yang Kristen menunaikan ibadahnya jika waktunya telah tiba pula. Kalau di bandingkan dengan tempat kerja aku yang kemaren benar-benar jauh gajinya sedik, panas, fasilitasnya kurang dan mereka tidak mementingkan ibada yang mereka pikirkan adalah  kejar target, pabrik edan. Kalau di PT. YIJG sangat bagus, sudah fasilitasnya lengkap pekerjaan dan ibadah juga sama-sama jalan ini baru namanya joss.


Penulis:
Uswatun Hasanah

Menjadi Bunga di Tepi Jalan

Ilustrasi bunga di tepi jalan. Foto: kompas.com.
FIMNY.or.id – Hidup yang serba kekurangan yang memaksa aku terjerumus di dunia yang gelap, dunia yang akan membawa aku dalam kehancuran, dunia yang penuh dengan dosa, tapi aku harus bagaimana? Aku terlanjur masuk dalam dunia ini, aku selalu dihina, dicaci, aku bagaikan sampah yang tidak berguna.

Aku benci pada diriku sendiri, aku benci karena aku membohongi semua orang termasuk orang tuaku, keluargaku, dan juga temanku. Jauh dari yang aku bayangkan diperantauan memiliki pekerjaan yang bagus dan gajinya yang memuaskan. Sungguh di luar dugaan, kerasnya hidup di Jakarta yang memaksa aku menjadi bunga di tepi jalan. Terkadang aku menyesal dengan pilihan hidup yang aku jalani, aku iri dengan orang-orang yang berjilbab yang selalu menutup auratnya, yang selalu dihormati oleh orang lain, tidak seperti aku yang selalu di hina dan dipandang sebelah mata. Sejauh mata memandamg aku selalu berharap untuk seperti yang dulu, wanita yang polos dan jarang bergaul dengan laki-laki, tapi sekarang aku benar-benar berubah dari sosok wanita yang lugu menjadi wanita centil dan selalu menggoda laki-laki.

Tapi sekarang aku ingin berubah aku ingin kembali seperti yang dulu aku tidak ingin ada kebohongan lagi, aku ingin mereka semua tahu termasuk orang tuaku kalau aku sekarang adalah wanita di pinggir jalan. Wanita yang kotor, wanita yang penuh dosa bukan wanita yang selalu mereka bangga-banggakan.

Apakah ada surga bagi wanita yang kotor dan pembohong seperti aku, apakah pintu surga masih terbuka bagi wanita yang hina seperti aku, aku malu padamu ya Allah. Apa yang harus aku lakukan, bagaimana dengan orang tuaku, dan keluargaku. Jika aku jujur dengan keadaanku yang sekarang, apakah mereka masih mau menerima aku, apakah mereka masih mau mengangap aku anaknya, dan apakah saudara aku masih menganggap kalau aku saudaranya? Rasanya tidak mungkin mereka mau menerima aku. Bagaiman dengan perasaan mereka mungkin mereka hancur, kecewa, tidak percaya bahkan malu dengan mengetahui keadaanku yang seperti ini.

Mulai malam ini aku bersumpah atas nama orang tuaku, keluargaku dan agamaku aku akan berubah, aku akan kembali kejalanmu ya Allah, aku ingin hidup yang normal hidup yang jauh dari kemaksiatan, kesenangan duniawi yang sesaat dan tidak di anggap sebagai bunga di tepi jalan.

Ya Allah beri aku kekuatan, kesabaran, dalam menjalani hidup yang baru ini. Aku pernah gagal dalam masa lalu, bahkan aku pernah putus asa dan aku pernah  melalui jalan pintas untuk mengahiri hidupku tapi akhirnya aku bangkit. Aku sadar  apa yang aku lakukan semuanya salah bahkan menambah kesalahan yang sudah aku perbuat.

Terima kasih ya Allah atas niscaya yang kau beri pada hambahmu ini kau memberikan aku kesempatan untuk bertobat padamu, dan sekarang aku baru menyadari tentang waktu yang aku sia-siakan selama ini, dan aku ingin hidup lebih lama lagi. Aamiin!!


Selasa 06-01-2016


Penulis:  Uswatun H.

Jiwa yang Hilang

Uswatun Hasanah.
PewartaNews.com – Hasratku pergi bersamamu waktu yang akan selalu berputar dan tak bisa aku putar kembali, setiap langkahku selalu ku merindukan kenangan bersamamu. Entalah, andai disuruh memilih aku akan memili kembali kemasa lalu.

Masa lalu yang selalu  mengerti aku, damai ku bersamamu. Hidup yang aku jalani sekarang benar-benar menguji hidupku. Orang lain hanya bisa melihat senyuman di bibir ku, tapi ku berusaha untuk tegar dan selalu tersenyum, sekalipun ku selalu menahan walaupun tangisanku ingin selalu meledak. Tapi apa daya ku tak bisa memperlihatkan kesedihan ku pada mereka.

Orang-orang yang aku sayang. Terkadang aku benci dengan kehidupan ini, kehidupan yang selalu berpihak tidak adil padaku aku ingin merubah hidupku tapi aku tidak bisa merubahnya sendiri, aku butuh mereka, aku butuh semangat dari mereka, aku butuh kepercayaan dari mereka.

Terkadang aku bingung harus memulainya dari mana di satu sisi mereka selalu memberikan semangat untuku tapi di sisi lain mereka yang selalu mengharapkan aku untuk selalu begitu dan gak usah berubah, apakah dengan cara seperti ini mereka memperlihatkan kalau mereka sayang atau tidak sayang padaku? Hidup ini benar-benar membuat aku bingung.

Yogyakarta, Selasa 06 Januari 2016


Penulis:  Uswatun Hasanah

Kehadiranmu adalah Berkat KKN

Nurhaidah.
FIMNY.org – Minggu pertama kami menginjak tempat Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta yang tepatnya di Dusun: Pengasih, Kecematan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kami saling mengenal antara satu dengan yang lainnya walaupun kami berbeda jurusan dan juga suku. Kami menjalankan aktivitas seperti biasanya kami layaknya hidup di desa sendiri, tetapi pada malam evaluasi pertama kami memperkenalkan diri satu persatu dan juga tiap-tiap bidang perbidang, kebetulan saya lebih suka jadi sekretaris dibandingkan jadi seksi yang lainnya.

Tugas sekretaris pada saat melaksanakan KKN itu membuat Proposal, surat menyurat, membuat strategi dalam hal notulen lainnya itulah sepintas yang sekretaris laksanakan dalam programnya.

Minggu kedua kami memulai menyusun program pelaksanaan untuk KKN khusunya Padepokan 13, kemudian kami mulai mengeluarkan ide satu persatu sewalaupun masih ada beberapa yang belum bisa berbicara didepan orang banyak karena masih belum berani berbicara dengan orang baru. Namun seiring berjalannya waktu dan menuntut dengan berbagai program individu yang harus mereka lakukan dengan sendiriya walaupun bantuan dari kami dari belakang.

Dalam minggu ke-dua ini kami sedikit tidak nyaman karena ada beberapa konflik, tetapi konflik ini adalah kesalahfahaman dalam memahami sifat satu sama lainnya, namun dengan adanya konflik di minggu kedua ini juga kami mempunyai inisiatif bahwasannya “Bagaimana Caranya Menyelesaikan Masalah”.

Dalam jangka waktu yang tidak banyak kami langsung bertindak dan memberanikan diri untuk menjadwalkan untuk mengevaluasi diri masing tiap satu kali dalam seminggu, karena kami rasa itu adalah hal yang sangat bagus agar tidak adanya konflik lagi didalamnya. Kami pahami disini bahwa dengan adanya konflik adalah suatu hal yang mendewasakan diri kami masing-masing bukan berarti dengan adanya konflik ini kami malah tidak bertanggungjawab dan lainnya.

Minggu ke tiga kami memulai memfiksasikan program kami (matrik kelompok), untuk itu kami mengkonsultasikan sama dosen Pembimbing Lapangan Ibu Sripuji. Ibu Sripuji merupakan salah satu dosen pendidikan IPA di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UST. Beliau adalah salah satu dosen yang paling baik dan sangat menyayangi kami semuanya. Pada minggu ke-tiga ini kami sudah memulai menjalankan program kelompok kami walaupun pada saat itu belum ada persetujuan dari dosen pembimbing, karena menurut beberapa dari kami mempunyai pikiran bahwasannya dengan menjalankan program yang banyak dalam jangka waktu yang tidak panjang adalah suatu hal yang mustahil untuk kami jalankan semuanya, maka dari itulah kami memberanikan diri untuk melaksanaknnya namun setelah kami laksanakan alhamdulillah dosen pembmbing juga sangat menyetujuinya, karena program awal kami adalah Mengaktifkan kembali karang Taruna. Kebetulan program ini adalah program sahabat satu jurusan dengan saya Nilam Cahaya.

Minggu ke-empat kami sudah mulai sibuk dengan masing-masing bidang dan masing-masing individu dalam mengerjakan program kami PAUD (koordinir oleh Nurhaidah), TK (Koordinir oleh Hesty), Taman Baca yang Koordinir oleh Marhayati Ali dan pada saat program ini saya sebagai sekretaris mulai sibuknya membuat proposal dan mengirimkannya ke berbagai tempat, BPDA, Perpustakaan Kota, Royal Buku, dan juga Perpusataaakn Swasta lainnya. Alhamdulillah dalam mengirim beberapa proposal beberapa tempat yang menerima proposal kami dan itu sangat mendukung sekali dengan adanya Program Taman Baca yang kami sepakati bersama. Sewalaupun pada saat itu saya sebegai sekretaris tidak pernah lelah untuk mengelilingi tempat-tempat yang dominan untuk menerima proposal yang kami kirimkan.

Minggu ke-Lima sudah beberapa program yang kami laksanakan terutama di minggu ini adalah Mendampingi TPA dan LOMBA TPA dan alhamdulillah semuanya berjalan lancar.

Minggu ke- enam kami menerukan untuk merancang kembali program kelompok yang belum kami selesaikan, dan malam evaluasi terakhirnya juga kami saling mengisi kekurangan antara satu dengan yang lainnya. Karena kami pertama mengenal satu sama lain adalah dengan baik dan kami akhir dengan baik pula.

Detik-detik kami mulai berpisah ada salah satu dari padepokan kami mengatakan pada saya bahwa ada yang menyukai saya, namun saya pada saat ini belum brani utnuk “ge’er” atau apalah karena saya pahami itu adalah hal yang leluon dan hanya membuat saya senang. Tetapi setelah lama kelamaan saya memperhatikannya ia sangat menyukai kamu hanya saja kamu sendiri yang belum menyadarinya “ucapan sahabat saya pada saya waktu itu”

Alih-alih pembicaraan saya pernah merasakan keraguan dengan perkataan sahabat saya itu namun dengan beriringNya waktu saya membuktikan dan menuggu siapakan yang menyukai saya itu ?. setelah hari kemudian saya dan salah satu teman saya pergi menengok ke padepokan sebelah ceritannya hanya jalan-jalan biar gak suntuk di padepokn sendiri, dan pada saat itu kami diajak jalan-jalan keliling alun-alun Wates dan situ kami makan bersama dengan padepokan tetangga namun disitulah hatiku pada saat itu mulai bergetar dan bertanya pada diriku sendiri, “Kenapa dengan Hatiku Tuhan”. Lalu beberapa hari kemudian waktu telah menjawab itu semua.

Malam selanjutnya saya pergi kepadepokan sebelah bersama dengan teman aku pada malam itu aku seperti dipanggil sama seseorang tetapi aku tidak tahu siapa yang memanggil saya sehingga saya kepengen bangat pergi kepadepokan sebelah pada malam itu. Namun pada akhirnya aku kelaparan dan ingin seklai makan nasi goreng, kebetulan ia dari padepokan sebelah turun ke warung ingin membeli rokok dan kopi dan saya ingin menitip samaNya nasi goreng namun pada saat itu secara spontan saya mengatakan bahwa “Boleh saya Ikut Saya Ingin Membeli Makanan saya sangat LAPAR”. Dengan dek-dekan saya lihat ia itu dan memanggil saya ayo silahkan naik di motornya dan malam itu hujannya kuat sekali pada saat kami pergi hujannya berhenti sebentar dan sadel motornya sangat basah dan ia mengeringkannya dengan tangannya karena ia lihat masih basah ia mengambil lap didalam kamarnya untuk mengeringkan sadel motornya sampai benar-benar kering dan akhirnyapun kamu mulai “capcus”

Beberapa pertanyaan yang membingungkan untuk aku di dalam perjalanannya malam itu dan akhirnya ia memulai menceritakannya, saat pertama kali kita berjumpa kita masih ragu-ragu dan tersimpun malu karena pada saat itu kita belum pernah bertemu dan belum mengenal antara satu dengan yang lainnya. Namun seiring berjalannya waktu kita dekat dan kita saling menyapa walaupun masih tersimpun malu pada saat itu. Ketika ia datang dipadepokan KKN kami pada saat itu aku sangat tidak menyukai cara ia berbicaranya, ia sangat songong yang pernah aku kenal dan aku sangat membencinya, tapi satu hal yang tidak bisa aku lupanakan darinya bahwa ia adalah sosok seorang yang sangat-sangat dan sangat SONGONG itulah sebabnya aku memulai menyukainya.

Aktivitas terbengkalai, pikiran terkuras dan kondisi kesehatan drop. Inilah saat-saat dimana masa-masa sulit dalam hidup indah ku. Ibarat roda yang sedang berputar, posisiku berada di bawah tepat di bagian alas. Terinjak-injak, tergores pedih, bahkan juga menanggung beban berat di atasnya sendirian. Namun pada saat itu ia mulai memperlihatkan perhatiannya pada ku dan benar-banar menyayangiku walaupun ia pada saat itu kesehatannya masih kurang membaik namun dengan memberanikan diri ia pergi tanpa sepengetahuanku untuk membelikan aku makanan kesukaanku padahal pada saat itu hujannya sangat deras sekali dan membelikan aku obat. Aku rasa pada malam itu ia adalah pangeran yang dikirim Tuhan untuk menjaga ku.

Seiring berjalannya waktu kami saling membantu antara satu dengan yang lainnya, menemani ia membuat laporannya begitupun sebaliknya. Kami berdua saling mempeingati antara satu dengan yang lainnya. Cepat-cepat kamu raih cita-cita mahalmu jangan pernah menyerah sebelum menjadi orang yang sukses.

Dalam beberapa bulan kemudian kami menjalani hubungan sebagai Teman Dekat ini kami sangat ragu dengan apa yang kami lakukan sewalaupun itu hanyalah hubungan sebatas Teman Dekat. Ia pernah berkata pada aku “kamu bisa menyelesaikan masalah orang lain namun masalahmu sendiri kami tidak bisa menyelsaikannya” Masa bodoh, kamu samasekali masa bodoh dengan pemecahan masalah sebab sampai saat ini yang paling penting bagiku adalah keluh kesahmu terdengar. Dan kamu bisa membagi beban berat, juga air mata. Dan beberapa hari ini kami memilih untuk tidak berkomunikasi dan masing-masing fokus pada bidang kami masing-masing.

 “Ya ampun, aku tak mengerti mengapa semua ini terjadi..apa salahku?”
Aku simpulkan bahwa dengan kami memilih untuk memfokuskan masing-masing bidang ini kami agak lega dan keraguan untuk memiliki antar satu dengan yang lainnya kami tetap terjaga, karena jodoh pasti akan bertemu.

Itulah mengapa sampai detik ini banyak sekali lagu-lagu band ternama yang mengalunkan lirik tentang cinta. Dan irama yang digunakan pun pasti penuh semangat. Selain itu, dalam sinetron yang tayang setiap petang pun kamu tentu melihat bahwa peran seorang teman dekat akan lebih krusial.

Sebab pada dasarnya kedudukan seorang teman dekat dalam kehidupan cukup tinggi karena ia datang bagaikan malaikat yang turun saat seseorang sedang melangkah tertatih terluka penuh goresan. Kamu harus percaya bahwa teman dekat akan selalu ada dalam tiap bulir air mata, karena dunia telah membuktikannya.

Bedakan anatar calon kekasih dan teman dekat biar gak salah paham. Ok!.

Penulis: Nurhaidah
Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta.

Negeriku yang Terbakar

Uswatun Hasanah.
FIMNY.or.id – Di saat aku membuka mataku, dan mengharapkan kedamaian, di saat itulah aku selalu melihat kehancuran. Orang-orang miskin yang kelaparan, orang-orang kaya yang menghamburkan uang, pembunuhan dimana-mana, korupsi dimana-mana, dan peperangan dimana-mana.

Dimanakah aku harus melihat kedamaian, apakah masih ada kedamaian di dunia ini, apakah sulit untuk melakukan kedamaiaan sehingga harus melakukan peperangan, pembunuhan dan lain sebagainya. Apa gunanya polisi, tentara, UUD, kalau manusia selalu bersikap semaunya, dan main hakim sendiri.

Negriku sangat memprihatinkan, yang kaya akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin miskin. Keadilan hanya selalu berpihak pada orang yang berduit, dan keadian tidak berlaku pada orang miskin. Kasian sekali dirimu wahai orang miskin, apakah hidupmu di negeri yang tercinta ini akan selalu dihina, menjadi buruh pabrik, atau pembatu rumah tangga yang upahnya bahkan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Dimanakah pemerintah sekarang? Dimanakah petinggi-petinggi negara sekarang? Apakah kau pura-pura tidak melihat? Apakah kau tidak mendengar jeritan tangis mereka? Apakah kau selalu menutup matamu sehigga kau tidak melihat keadaan mereka, jika kau merasa dirimu seorang pemimpin yang berilmu, memiliki rasa solidaritas atau bersikap empati pada mereka, lakukanlah sesuatu yang membuat mereka tersenyum.

Aku sulit untuk tersenyum, melihatmu wahai bangsaku, seperti terbakar hangus dan hanya meninggalkan abu, aku selalu merasa tidak adil. Disaat aku menikmati hidup, makan yang enak, memakai mobil yang bermerek, berpakaian yang bagus, jalan-jalan ke mall tapi dibalik pintu mall aku selalu melihat kesedihan, wajah-wajah tua renta yang mengemis hanya untuk sesuap nasi, gadis-gadis belia yang terpaksa melakukan pekerjaan yang tidak sewajarnya hanya untuk mendapatkan duit yang tidak seberapa, anak-anak kecil yang menjadi pemulung, yang seharusnya bersekolah dan bermain bersama teman-teman seusianya. Tapi inilah yang terjadi, apakah masih ada keadilan untuk mereka?

Orang-orang miskin, siapa yang akan memperhatikan mereka? Siapa yang akan peduli pada mereka, apakah mereka hidup hanya untuk di jadikan babu orang-orang kaya, sangat menyedihkan.

Negeriku yang tak akan pernah abadi, mereka tidak pernah berpikir masa-masa yang akan datang, dan mereka selalu berpikir pada diri mereka sendiri, dan kepuasaan mereka sendiri tapi mereka tidak memikirkan bahwa mereka akan mati. Kekuasaan, kedudukan, kekayaan, dan glamornya dunia yang membutakan mata mereka, itu tidak akan di bawa keliang lahat mereka. Keegoisan yang membawa mereka dalam kehancuran.

Wahai generasi muda lihatlah dunia ini, lihatlah negeri tercinta ini, negeri yang selalu terancam akan kebakaran. Wahai Generasi-generasi yang beruntung yang tidak senasib seperti saudaramu yang miskin itu. Sekolahlah yang tinggi, perbanyaklah ilmumu dan jangan sia-siakan kesempatanmu, karena masih banyak orang-orang yang di luar sana yang ingin sepertimu, jadilah generasi yang jujur, genersi yang takut akan murka Allah, generarasi yang akan menjadi calon pemimpin negara yang jujur, pemimpin yang beragama, dan selalu memprihatikan rakyatnya.

Wahai generasi-generasi yang beruntung, mereka membutuhkanmu mereka mengharapkan pemimpin yang jujur, mereka ingin keluar dari kemiskinan, mereka ingin sepertimu hidup yang serba ada, hidup yang selalu diperhatikan.

Wahai generasi-generasi yang beruntung jadilah generasi yang jujur dan selalu memikirkan sesama, jangan ikuti jejak mereka, jangan ikuti keegoisan mereka, jangan ikuti ketakutan mereka, yang selalu dibeli dengan uang, dan jabatan dapat dibeli dengan uang, kekuasaan  dan semuannya serba uang, karena otak mereka hanya memikirkan uang dan diri mereka sendiri.

Jadilah generasi yang jujur dan berani, bukan generasi yang akan selalu mengalahkan api dan dan membakar negri ini, tapi jadilah generasi yang semangat  berapi-api untuk membasahi negri tercinta ini, agar tumbuh menjadi negeri yang subur dan ditumbuhi bibit-bibit yang unggul?
   

Yogyakarta, Selasa 06 Januari 2016


Penulis: Uswatun Hasanah