TOR Dialog Public FIMNY 2015 Terkait Hari Pahlawan

Gambaran Umum
Di hari yang berbahagia ini, dengan momentum tanggal 10 November 2015 di tanndai dengan hari “Pahlawan Nasional Indonesia”  yang dimana bangsa Indonesia menyambut  dengan sedih, gembira, dan semangat Nasionalisme yang ditunjukan terhadap  pahlawan-pahlawan yang telah gugur demi mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Kepublik Indonesia (NKRI) yang sampai sekarang keutuhan itu semoga selalu dijaga dengan baik amin. Dengan demikian momentum yang berbahagia ini semoga generasi muda, tetap semangat mewarisi kepoloporan pahlawan-pahlawan terdahulu yaitu pahlawan Bangsa Inndonesia yang telah semangat memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini yang tiada henti-hentinya, walaupun darah, nanah dan bahkan nyawapun mereka rela untuk mengorbankan demi terselenggaranya kemerdekaan yang seutuhnya. Di hari ini tanggal 10 November 2015 menjadi keharusan bagi generasi muda yang khusunya generasi ketiga ini, harus kembali kepada semangat kepeloporan tahun 1945 sejarah kemerdekaan itulah yang perlu ditanam dalam-dalam oleh generasi hari ini.

Dalam sejarah bangsa Indonesia, mulai dari tanggal 20 Mei 1908 dengan di kenal gerakan perhimpunan  Budi Utomo, pada tahun 1914 di kenal dengan perhimpunan Paguyuban Pasundan, pada tahun 1915 lahir Tri Koro Darmo kemudian puncaknya 1918 dengan di ganti namanya dengan Jongjava, pada tahun 1917 lahir Jong Sumatra, tahun 1918 lahir Jong Celebes, tahun 1919 lahir Sekar Rukun dan bebrapa lainya. Kelahiran dari beragam perhimpunan pemuda pelajar ini semakin menambah sifat keragaman dari kesadaran proto-nasionalisme di Hindia Belanda walaupun munculnya pemuda pelajar ini masih ditandai degan semangat kedaerahan, akan tetapi munculnya pemuda pelajar ini tidaklain tidak bukan merupakan awal nasionalisme kebangsaan itu hadir di bangsa dan bumi pertiwi ini. Oleh karena itu, pemuda-pemuda sekarang harus melahirkan pahlawan-pahlawan baru yang kemudian membawa, membangun, dan memajukan masyarakat, bangsa, dan negara indonesia lebih baik seperti pahlawan-pahlawan terdahulu.

Generasi muda adalah Pahlawan hari kemarin, hari ini, dan hari yang akan datang itulah paling tidak yang mewakili semangat darah juang dari perjalan Bangsa Indonesia tercinta, generasi muda hari ini adalah pahlawan baru yang kemudian akan mengantarkan bangsa ini menjadi bagsa yang bermoral, sejahtera, bermanfaat dan adil baik internal maupun eksternal negara lain. Pada abad ke-21 ini yang di tandai dengan semangat Modernitas yang katanya akan membangkitkan semangat Nasionalisme akan tetapi kita lihat justru terbalik sesui apa yang menjadi cita-cita bangsa tidak terlaksan lihat saja hari ini generasi muda  di pengaruhi oleh alat-alat teknologi, budaya konsumtif, kenakalan remaja, pencurian, pembunuhan, pemerkosaan dan pragmatisme sehingga yang ada adalah  Kehancuranisme bukan semangat Nasionalisme. Jadi marilah generasi-generasi muda hari ini, kita untuk kembali mempeloporkan semangat Nasionalisme, Patriotisme dan Kebehinekaan oleh karena peran dari orangtua, Pendidikan dan Negara yang menentukan semua persolan bangsa hari ini semoga kemunduran dan kebodohan kita tinggalkan, jadi hari ini ditandai dengan Hari Pahlawan Nasional semangat baru akan hadir dan semoga pahlawan-pahlawan baru akan mendobrak dunia baru.

Spesifikasi Bahasan Pemateri Pertama (Hasrul Buamona, S.H., M.H. – Penulis/Advokat/Dosen/Kandidat Doctor FH UII)
Sejarah pahlawan dan para tokoh nasional bangsa ini entah itu Soekarno, Muhammad Hatta, Muhammad Yamin, Cokro Aminoto, Tan Malaka, Jendral Sudirman dll adalah para pejuang di masalampau lalu pertanyaanya terus Bagaimakah perjuangan tokoh-tokoh ini? Sehingga sampai hari ini fundeng father dikenal dengan ketokohan dan ideologi-ideologinya  tetapi akankah spirit yang mereka bawa masih menyertai kita dan mampu terinkarnasi atau lahir kembali pada pemuda-pemuda di era saat ini? Bagaimana pandangan hukum tentang kepahlawanan fundeng father tempo dulu?

Spesifikasi Bahasan Pemateri Kedua (M. Dahlan Y. Al-Barry – Penulis Buku “Kamus Ilmiah Populer”)
Semangat heroisme tidak hanya menjadi pembahasan dan wacana nasional. Melainkan juga menjadi wacana yang berkembang di tingkat lokal di masing-masing darerah yang ada di indonesia. Siapa sangka, bahwa para pahlawan Indonesia tidak hanya meyebarkan semangat patriotnya di tingkat nasional semata. Tetapi juga di tingkat lokal tidak kalah semangatnya. Bahkan, ada yang berjuang di tingkat lokal dan nasional. Hal itu meraka lakukan adalah untuk membela negerinya dengan berlandaskan pada semangat kemanusiaan. Lalu, bagaimana semangat kepahlawanan yang terajadi pada tingkat daerah Bima. Sebagai generasi muda yang masih membutuhkan teladah dalam melangkah dan memajukan daerah Bima. lalau siapakah sosok sejati yang selayaknya kita jadikan sebagai teladan itu. Di tengah kerasnya arus globalisasi yang mengggerogoti nilai-nilia luhur yang telah di tanamkan oleh para pendahulu kita. Maka, figur yang menjadi parameter perjuangan itu sangat kita butuhkan.

Spesifikasi Bahasan Pemateri Ketiga (Sahruman Nurhuda, S.S. – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada)
Sebuah mitos lama yang terbantahkan. Memahami peran dan posisi sebagai mahasiswa merupakan langkah awal yang harus di pahami oleh seorang mahasiswa, mengingat posisi mahasiswa dimata masyarakat yang merupakan kelas menengah yang masih diuntungkan baik secara ekonomi, sosial, budaya, hukum dan  maupun politik. Namun adahal yang mendasar yang menyebabkan mahasiswa memiliki posisi tawar tinggi di mata masyarakat, dikarenakan mahasiswa memiliki kekuatan tersendiri seperti di sebutkan di atas. Inilah yang kemudian menyebabkan mahasiswa memiliki posisi tawar (bargaining position) yang cukup luarbiasa  di mata masyarakat, bangsa dan negara  sehingga hal tersebut dianggap sesuatu yang strategis.Sedangkan peran mahasiswa sendiri sebetulnya dapat dikategorikan menjadi tiga. Diantaranya mahasiswa mampu memerankan dirinya Sebagai Agent Of Change, Agent Of Control dan Solidaritas organik. Agent of change maksudnya adalah mahasiswa selalu menjadi pelopor dalam setiap gerak perubahan kearah yang lebih baik termasuk dalam persoalan negara. Sementara peran mahasiswa sebagai agent of control berkaitan dengan kemampuan mahasiswa dalam mengontrol kebijakan yang ditelurkan oleh penguasa dan sedangkan solidaritas organik memiliki peran sebagai persatuan seutuhnya dan kemudian tidak lagi berbicara kepentingan ideologinya sendiri akan tetapi bagaimana penyatuan untuk mendobrak sistem dan cara berpikir lama. Namun Apakah kebijakan tersebut berpihak kepada masyarakat atau tidak? sehingga orientasi perubahan dapat diawasi setiap saat.

 Apakah kita sudah memahami peran dan posisi sebagai mahasisiwa? dan pertanyaan tersebut tentunya ada dua jawaban yang muncul ke permukaan antara ya dan tidak. Akan tetapi jawaban tersebut tidak penting untuk di perdebatkan, karena persoalan sudah dipahami atau tidaknya akan “peran danposisi mahasiswa tanpa implementasi ke dalam sebuah sikap maupun gerak, samahalnya bahwa peran sebagai agent of change, agent of control dan solidaritas organik hanyalah mitos belaka”. Sejarah tumbang Orde Lama, Orde Baru dan Orde Reformasi yang berperan aktif adalah pemuda yaitu Mahasiswa lalu pertanyannya adalah Apa peran mahasiswa hari ini? Kemudian dimana posisinya mahasiswa hari ini? Bagaimana tindakan konkrit mahasiswa hari ini? Dan bagaimana yang seharusnya dilakukan aktivis mahasiswa hari ini? Namun jawabanya ada di tingkat mahasiswa itu sendiri.

Sejarah pergerakan mahasiswa Indonesia selaku sebagai pahlawan nasional memiliki nilai tersendiri dimata bagsa tidak hanya di Indonesia tetapi di negara manapun yang berperan utama adalah mahasiswa. Maka penting bagi Aktivis Mahasiswa, hari ini kemudian harus bangkit kembali mempelopori perubahan baik itu dari hal-hal yang kecil dan maupun yang besar keprogresifan mahasiswa terdahulu akankah di warisi maha siswa sekarang? Jadi merupakan keharusan bagi Aktivis Maha Siswa sekarang untuk memajukan prespektif dengan hari ini di tandai hiruk-pikuknya persoalan di bangsa tercinta ini.

Salam kemerdekaan
Salam pahlawan Nasional
Salam untuk kita semua
Dan salam pahlawan-pahlawan baru bangsa Indonesia.

Informasi Umum Acara
Acara: Pelantikan Pengurus Baru “Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) Periode 2015-2017 dirangkakan dengan “Dialog Public”
Tema: “Mewujudkan Semangat Kepahlawanan di Kalangan Generasi Muda di Tengah Arus Globalisasi”
Pemateri:
1. Hasrul Buamona, S.H., M.H. (Penulis/Advokat/Dosen/Kandidat Doctor Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia)
2. M. Dahlan Y. Al-Barry (Penulis Buku “Kamus Ilmiah Populer”)
Waktu: Selasa, 10 November 2015, Pukul 18.00-Selesai
Tempat: Gedung GOLKAR Kota Yogyakarta (tepatnya depan POM Bensin Lempuyangan Kota Yogyakarta – kurang lebih 200 meter sebelah timur Stasiun Lempuyangan)
Kontribusi: Gratiss dan Terbuka untuk Umum
Fasilitas: Makalah, Snack, Ilmu, Sahabat Baru, DLL
Informasi Lanjut:
Hubungi Sekretariat Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) beralamat di Samirono CT VI/087 RT 002 RW 001, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah IstimewaYogyakarta, 55281 | HP: 085739559746 | fimnyjogja@gmail.com | www.fimny.org | @FIMNYJOGJA

Kau Bidadari Impian

Intan Kurniati.

Bidadari
Mungkin ini hanya sebuah impian
Tapi juga mungkin nyata
Mungkin cuma halusinasiku saja
Tapi mungkin juga itu realita

Bidadari
Parasmu begitu anggun serta menawan
Pesonamu penuh kharisma yang membuatku nyaman
kulit serta hatimu seputih salju
Jiwamu sejernih embun di pagi hari

Bidadari
Senyummu begitu menawan dan manis
Tutur katamu terdengar lembut merdu
Bagai tetesan embun penyejuk kalbu

Bidadari
Kuharap engkau benar ada dan datang
Bukan hanya sekedar ilusiku  semata
Sehingga aku bisa kembali jumpa untuk menatapmu
Denganmu wahai bidadari surga penyejuk hati


Yogyakarta, 3 November 2015
Karya: Intan Kurniati
[Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta / kader srikandi Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY)]

Sang Bunga Indah

Intan Kurniati.

Akulah sang bunga indah
Hidupku kuserahkan pada pencipta alam duniawi
Keberadaanku mengikuti arus dunia kehidupan
Terombang ambing bagai terbawa angin lalu
Kuterima jalan takdir ini dari yang maha kuasa

Panas teriknya mentahari keringkan jiwa ini
Dinginnya angin malam menyejukkan hati
Yang gelisah dalam derita

Namun rasa sabar senantiasa menemani diri ini
Hanya untuk menjalankan dan untukmu ya Allah
Ku Jalani takdir hidupku di sini
Tak perduli halangan dan rintangan yang menghadang

Dan hanya bisa Tersenyum bersyukur
Akan nikmat yang kau beri di dalam raga dan jiwa ini
Berikan manfaat untuk kehidupan duniawi ini

Aku Sang bunga indah menawan
ku Ikhlas  kau hisap untuk kumbang
Kehidupanmu Berharga untuk alam semesta
Hasilkan madu manis  untuk kehidupan baru yang indah


Yogyakarta, 3 November 2015
Karya: Intan Kurniati
[Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta / kader srikandi Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY)]

Air Kehidupan

Intan Kurniati.

Kau sumber kehidupan
Kau juga berikan kami kehidupan
Menghilangkan rasa dahaga
Dan memberi kesejukan jiwa
Yang membuat jiwa tenang dan damai
Tak mungkin kami bertahan hidup tanpa adaya dirimu

Dengan kesejukan dan kemurnianmu
Kau beri kami kehidupan yang tenang
Kau adalah pahlawan kehidupan
kau beri kami semangat hidup
untuk bertahan di kehidupan yang mendesak

Terima kasih atas semua kebaikanmu
Kami bersyukur atas semua rezeki-Nya


Yogyakarta, 3 November 2015
Karya: Intan Kurniati
[Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta / kader srikandi Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY)]

PCNU Kota Yogyakarta Akan Selenggarakan “Sunatan Massal”, Yuuk Segera Daftarkan Anak Anda!!

Informasi Sunatan Massal.

Yogyakarta, FIMNY.org – Pada awal tahun 2016 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta akan selenggarakan ‘Sunatan Massal’ pada hari Sabtu, 7 Februari 2016 Jam 08.00-Selesai di Masjid Al-Hikmah, Kricak Kidul, Tegalrejo, Kota Yogyakarta

Acara ini merupakan salahsatu agenda yang terangkai dalam Pelatihan Keaswajaan dan Khitanan Massal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta 2015 (PEKAN NU JOGJA 2015). Sunatan Massal ini mengangkat tema “Sunatan Massal Untuk Kemanusiaan”.

Acara Ini GRATISS!!! dan terbuka untuk umum, yuuk buruan daftar, karena peserta terbatas hanya 50 orang, sewaktu-waktu pendaftaran akan tutup apabila kuota terpenuhi. Pesertanya akan dipersembahkan berbagai macam fasilitas, diantaranya ‘uang saku, sarung, kopiah dan lain-lain’.

Apabila para orangtua berminat untuk berpartisipasi dalam acara ini untuk meng-KHITAN anaknya, ikuti ketentuan. [Ketik DAFTAR, SUNATAN MASSAL NU JOGJA 2015, NAMA ANAK, NO. HP ORANGTUA. Kirim SMS/WA ke: 087777792666. Contoh: DAFTAR, PELATIHAN KEASWAJAAN NU JOGJA 2015, Arif Putra, 6 TAHUN, 087666666666. Lalu kirim ke nomor 087777792666].

Ketua Tanfizdiah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta mengatakan bahwasannya ‘Sunatan Massal’ ini dilakukan untuk memperingati Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh - Nahdlatul Ulama (LAZISNU). “Sunatan Massal ini kami selenggarakan untuk menyambut hari lahirnya LAZISNU pada bulan Februari,” ungkap Ketua Tanfizdiah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta K.H. Ahmad Yubaidi, S.H., S.Pd., C.N., M.H. pada FIMNY.org di Yogyakarta 2 November 2015.

“Kami mengundang warga NU dan seluruh masyarakat Kota Jogja, untuk berpartisipasi dalam agenda ‘Sunatan Massal’ ini, ini kesempatan bagus untuk meng-KHITAN-kan (sunat) anaknya yang sudah masuk waktunya di sunat,” seruan M. Jamil, S.H. selaku Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Pelatihan Keaswajaan dan Khitanan Massal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta 2015 (PEKAN NU JOGJA 2015), yang juga sebagai Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (PC LAZISNU) Kota Yogyakarta Bidang Publikasi dan Kerjasama Lembaga.

Bagi para calon DONATUR yang ingin berpartisipasi dalam agenda ini, silakan menghubungi panitia penyelenggara di nomor 08176510903 atau 081802662339. [MJ / FIMNY]

PCNU Kota Yogyakarta Akan Selenggarakan “Pelatihan Ke-ASWAJA-an”, Yuuk Segera Daftar!!

Informasi Pelatihan Ke-ASWAJA-an.

Yogyakarta, FIMNY.org – Dalam waktu dekat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta akan selenggarakan ‘Pelatihan Ke-ASWAJA-an’ pada hari Sabtu, 5 Desember 2015 Jam 08.00-Selesai di Aula Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Kotagede, Kota Yogyakarta.

Acara ini merupakan salahsatu agenda yang terangkai dalam Pelatihan Keaswajaan dan Khitanan Massal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta 2015 (PEKAN NU JOGJA 2015). Pelatihan ‘Ke-ASWAJA-an’ ini mengangkat tema “Membentengi NKRI dari Paham yang Bertentangan Dengan Pancasila”.

Pelatihan Ke-ASWAJA-an diselenggarakan 2 sesi, Sesi I, akan diisi oleh 3 pemateri: Pemateri Pertama Sesi I, oleh K.H. Marzuki Musytamar (Rois Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur) dengan membawakan materi “Muqadimah Qanun Asasi Jam’iyah NU”; Pemateri Kedua Sesi I, oleh K.H. Munir Syafaat (Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta) dengan membawakan materi “Aqidah Ahlusunnah Waljamaah”; Pemateri Ketiga Sesi I, oleh Dr. Adi Suprapto (Wakil Ketua Tanfizdiah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta) dengan membawakan materi “Islam Sebagai Sumber Inspirasi Budaya Nusantara”.

Selain itu, pada Sesi II juga terdapat 3 pemateri: Pemateri Pertama Sesi II, oleh Umarudin Marskur, S.Ag. (Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia) dengan membawakan materi “Tasawuf Sebagai Kritik Sosial”; Pemateri Kedua Sesi II, oleh Dr. Waryono Abdul Ghofur (Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta) dengan membawakan materi “Amalan Sunnah yang di Bid’ahkan”; Pemateri Ketiga Sesi II, oleh K.H. Ahmad Yubaidi, S.H., S.Pd., C.N., M.H. (Ketua Tanfizdiah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta) dengan membawakan materi “Kaidah Berpolitik dan Bernegara”.

Acara Ini GRATISS!!! dan terbuka untuk umum, yuuk buruan daftar, karena peserta terbatas hanya 300 orang, sewaktu-waktu pendaftaran akan tutup apabila kuota terpenuhi, makanya kalau sudah yakin ingin mengikuti segeralah untuk daftar. Pesertanya akan dipersembahkan berbagai macam fasilitas, diantaranya ‘sertifikat, makan siang, coffee break, ilmu, dan lain-lain’.

Apabila berminat untuk berpartisipasi dalam acara ini, ikuti ketentuan. [Ketik DAFTAR, PELATIHAN KEASWAJAAN NU JOGJA 2015, NAMA, LEMBAGA, No. HP. Kirim SMS/WA ke: 087777792666 (M. Jamil). Contoh: DAFTAR, PELATIHAN KEASWAJAAN NU JOGJA 2015, Arif Putra, LAZISNU Jogja, 087666666666. Lalu kirim ke nomor 087777792666].

Ketua Tanfizdiah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta mengatakan bahwasannya di Indonesia banyak dijangkiti paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila, oleh karena itu kami berinisiasi mengelenggarakan ‘Pelatihan Ke-ASWAJA-an’ untuk membentengi warga Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta agar tidak dijangkiti hal semacam itu. “Pelatihan Ke-ASWAJA-an ini perlu kami selenggarakan untuk membentengi warga NU,” ungkap Ketua Tanfizdiah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta K.H. Ahmad Yubaidi, S.H., S.Pd., C.N., M.H. pada FIMNY.org di Yogyakarta 2 November 2015.
 
“Kami mengundang warga NU, para pengrus Banom NU dan seluruh masyarakat Kota Jogja, untuk berpartisipasi dalam agenda ‘Pelatihan Ke-ASWAJA-an’ ini,” seruan M. Jamil, S.H. selaku Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Pelatihan Keaswajaan dan Khitanan Massal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta 2015 (PEKAN NU JOGJA 2015).

Bagi para calon DONATUR yang ingin berpartisipasi dalam agenda ini, silakan menghubungi panitia penyelenggara di nomor 08176510903 atau 081802662339. [MJ / FIMNY]

PCNU Kota Yogyakarta Akan Selenggarakan “Pekan NU Jogja 2015”


Yogyakarta, FIMNY.org – Dalam waktu dekat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta akan selenggarakan Pelatihan Keaswajaan dan Khitanan Massal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta 2015 (PEKAN NU JOGJA 2015) pada akhir tahun 2015 dan awal tahun 2016 yang akan diselenggarakan di Kota Yogyakarta.

Ada dua agenda besar yang akan diselenggaran dalam ‘Pekan NU Jogja 2015’, diantaranya ‘Pelatihan Ke-ASWAJA-an’ dengan mengangkat tema “Membentengi NKRI dari Paham yang Bertentangan Dengan Pancasila” yang diselenggarak pada hari Sabtu, 5 Desember 2015 Jam 08.00-Selesai di Aula Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Kotagede, Kota Yogyakarta. Acara ini gratis untuk umum, terutama masyarakat Kota Yogyakarta. Pesertanya akan dipersembahkan berbagai macam fasilitas, diantaranya ‘sertifikat, makan siang, coffee break, ilmu, dan lain-lain’.

Ketua Tanfizdiah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta mengatakan bahwasannya di Indonesia banyak dijangkiti paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila, oleh karena itu kami berinisiasi mengelenggarakan ‘Pelatihan Ke-ASWAJA-an’ untuk membentengi warga Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta agar tidak dijangkiti hal semacam itu. “Pelatihan Ke-ASWAJA-an ini perlu kami selenggarakan untuk membentengi warga NU,” ungkap Ketua Tanfizdiah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta K.H. Ahmad Yubaidi, S.H., S.Pd., C.N., M.H. pada FIMNY.org di Yogyakarta 2 November 2015.
 
Selain ‘Pelatihan Ke-ASWAJA-an’, dalam rangka ‘Pekan NU Jogja 2015’ juga akan selenggarakan ‘Sunatan Massal’ dengan mengangkat tema “Sunatan Massal Untuk Kemanusiaan”, yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 7 Februari 2016 Jam 08.00-Selesai di Masjid Al-Hikmah, Kricak Kidul, Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Acara ini gratis untuk umum, terutama masyarakat Kota Yogyakarta. Pesertanya akan dipersembahkan berbagai macam fasilitas, diantaranya ‘uang saku, sarung, kopiah, dan lain-lain’.

“Kami mengundang seluruh masyarakat Kota Jogja untuk berpartisipasi dalam rangkaian agenda Pekan NU Jogja 2015, yang mana agendanya terdiri dari ‘Pelatihan Ke-ASWAJA-an’ dan ‘Sunatan Massal’,” seruan M. Jamil, S.H. selaku Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Pelatihan Keaswajaan dan Khitanan Massal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta 2015 (PEKAN NU JOGJA 2015).

Bagi para calon peserta yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang acara ini, silakan menghubungi panitia penyelenggara di nomor 087777792666 (M. Jamil). Bagi para calon DONATUR yang ingin berpartisipasi dalam agenda ini, silakan menghubungi panitia penyelenggara di nomor 08176510903 atau 081802662339. [MJ / FIMNY]