PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta Selenggarakan Pelantikan, Hadirlah!!

Informasi Acara.
Yogyakarta, FIMNY.org – Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta beberapa hari lagi akan selenggarakan Pelantikan Pengurus Pusat Studi Mahasiswa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta Periode 2015-2016 pada Hari Sabtu, 2 Januari 2016 di Gedung Kuliah GKT 102 Kampus STIE YKPN, Seturan Yogyakarta. Acara ini dirangkaikan dengan Peluncuran Website WWW.PUSMAJAMBOJOJOGJA.OR.ID dan Diskusi Publik.

Tema yang diangkat dalam acara Dialog Publik adalah "Menjawab Kekhawatiran Dana Desa, Kepemimpinan Transformasional dan Karakteristik Kepribadian". Sebagai Pemateri, Acara ini menghadirkan orang-orang yang berkompeten dibidang yang berkaitan dengan tema yang diangakat, diantaranya, Pemateri Pertama yaitu Wakil Ketua STIE YKPN Yogyakarta yang juga seorang dosen dikampus STIE YKPN Yogyakarta yakni bapak DR. Efraim Ferdinand Giri, M.Si.,Ak.CA.. selain itu menghadirkan juga dosen dikampus yang sama (STIE YKPN Yogyakarta) yakni ibu Dra. Siti Alfajar, M.Si., dan yang terakhir menghadirkan bapak Firman, SE., MPH.

Ketua umum terpilih yang akan dilantik mengharapkan semua pihak hadir dalam rangkaian agenda ini, “Saya mengharapkan kehadiran seluruh warga PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta, Para Alumni PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta, semua mahasiswa Bima dan dompu yang ada di Yogyakarta. Karena acara ini dirangkaikan juga dengan Dialog Publik, masyarakat umum juga boleh menghadiri agenda ini. Dalam agenda ini panitia pelaksana juga mengundang pemerintah kabupaten Bima. Mudah-mudahan Pemda bisa hadir dan bersilaturrahmi dalam Pelantikan ini,” Ucap M. Jamil, S.H. (Ketua Umum Terpilih PUSMAJA Mbojo-Yogyakarta), pada FIMNY.org beberapa hari lalu di Yogyakarta.

Rangkaian agenda ini dikoorninir oleh ketua Panitia bernama M. Rimawan, seorang mahasiswa Pascasarjana di Kampus STIE YKPN Yogyakarta. [MJ / FIMNY]

Kemenpora dan Roeang Inisiatif Selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan

Suasana saat Pelatihan berlangsung.
Yogyakarta, FIMNY.org – Kementerian Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia (Kemenpora RI) dan Roeang inisiatif selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan pada 21 Desember 2015 di Wisma Hotel Sargede Yogyakarta. Acara berlangsung pada pukul 08.00-12.30. Acara ini mengambil tema “Peran Pemuda dalam Mengisi Kemerdekaan (Pemuda Hari Ini Pemimpin Masa Depan)”.

Pembinaan pemuda adalah salah satu element penting dalam membangun masa depan bangsa yang lebih baik. Roeang inisiatif sebagai Lembaga yang bergerak di bidang kepemudaan juga mengambil peran dalam membina karakter pemuda menjadi lebih bermartabat. 

Ragam elemen-elemen pemuda dan mahasiswa yang hadir dalam pelatihan ini, ada mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, UGM, UNY, Mercubuana dan elemen organisasi pemuda serta organisasi mahasiswa yang berada di kota gudeg Yogyakarta 

Sebagai bagian dari tujuan diadakannya acara pelatihan kepemimpinan ini, dalam sambutan yang disampaikan direktur ROeang Inisitif, saudara Arif Rahman mengajak para pemuda untuk menjadi calon-calon pemimpin yang muda yang berkarakter dan beritegritas. Dalam hal ini, Kemenpora yang membidangi pemuda harus lebih memperhatikan organisasi kepemudaan melalaui seminar-seminar dan pelatihan untuk menambah wawasan pemuda tentang Leadership.

Begitu petinganya acara tersebut, Eko Suwanto selaku ketua Komisi A DPRD DIY sangat antusias untuk menghadiri acara tersebut. Dalam kesempatan memberikan materi seminar beliau mengatakan: “saya memilih datang ke acara roeang inisiatif karena pentingnya memberikan semangat kepada para pemuda sebagai para calon pemimpin masa depan”. 

Ketua Umum Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DPC PERMAHI DIY) yang kebetulan diundang dan hadir dalam acara Pelatihan Kepemimpinan mengatakan, “Pelatihan seperti ini harus sering diadakan dan pemerintah juga seharusnya mendukung inisiatif-inisiatif baik seperti ini, agar kedepannya para pemuda yang akan menjadi regenerasi penerus bangsa lebih terlatih dan terdidik lagi dengan seluk beluk kepemimpinan”, cetus Ketua Umum Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DPC PERMAHI DIY) saudara Dedi Purwanto saat dimintai pendapatnya oleh FIMNY.org disela-sela acara berlangsung.  [MJ / FIMNY]

TOR Dialog Public FIMNY 2015 Terkait Hari Pahlawan

Gambaran Umum
Di hari yang berbahagia ini, dengan momentum tanggal 10 November 2015 di tanndai dengan hari “Pahlawan Nasional Indonesia”  yang dimana bangsa Indonesia menyambut  dengan sedih, gembira, dan semangat Nasionalisme yang ditunjukan terhadap  pahlawan-pahlawan yang telah gugur demi mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Kepublik Indonesia (NKRI) yang sampai sekarang keutuhan itu semoga selalu dijaga dengan baik amin. Dengan demikian momentum yang berbahagia ini semoga generasi muda, tetap semangat mewarisi kepoloporan pahlawan-pahlawan terdahulu yaitu pahlawan Bangsa Inndonesia yang telah semangat memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini yang tiada henti-hentinya, walaupun darah, nanah dan bahkan nyawapun mereka rela untuk mengorbankan demi terselenggaranya kemerdekaan yang seutuhnya. Di hari ini tanggal 10 November 2015 menjadi keharusan bagi generasi muda yang khusunya generasi ketiga ini, harus kembali kepada semangat kepeloporan tahun 1945 sejarah kemerdekaan itulah yang perlu ditanam dalam-dalam oleh generasi hari ini.

Dalam sejarah bangsa Indonesia, mulai dari tanggal 20 Mei 1908 dengan di kenal gerakan perhimpunan  Budi Utomo, pada tahun 1914 di kenal dengan perhimpunan Paguyuban Pasundan, pada tahun 1915 lahir Tri Koro Darmo kemudian puncaknya 1918 dengan di ganti namanya dengan Jongjava, pada tahun 1917 lahir Jong Sumatra, tahun 1918 lahir Jong Celebes, tahun 1919 lahir Sekar Rukun dan bebrapa lainya. Kelahiran dari beragam perhimpunan pemuda pelajar ini semakin menambah sifat keragaman dari kesadaran proto-nasionalisme di Hindia Belanda walaupun munculnya pemuda pelajar ini masih ditandai degan semangat kedaerahan, akan tetapi munculnya pemuda pelajar ini tidaklain tidak bukan merupakan awal nasionalisme kebangsaan itu hadir di bangsa dan bumi pertiwi ini. Oleh karena itu, pemuda-pemuda sekarang harus melahirkan pahlawan-pahlawan baru yang kemudian membawa, membangun, dan memajukan masyarakat, bangsa, dan negara indonesia lebih baik seperti pahlawan-pahlawan terdahulu.

Generasi muda adalah Pahlawan hari kemarin, hari ini, dan hari yang akan datang itulah paling tidak yang mewakili semangat darah juang dari perjalan Bangsa Indonesia tercinta, generasi muda hari ini adalah pahlawan baru yang kemudian akan mengantarkan bangsa ini menjadi bagsa yang bermoral, sejahtera, bermanfaat dan adil baik internal maupun eksternal negara lain. Pada abad ke-21 ini yang di tandai dengan semangat Modernitas yang katanya akan membangkitkan semangat Nasionalisme akan tetapi kita lihat justru terbalik sesui apa yang menjadi cita-cita bangsa tidak terlaksan lihat saja hari ini generasi muda  di pengaruhi oleh alat-alat teknologi, budaya konsumtif, kenakalan remaja, pencurian, pembunuhan, pemerkosaan dan pragmatisme sehingga yang ada adalah  Kehancuranisme bukan semangat Nasionalisme. Jadi marilah generasi-generasi muda hari ini, kita untuk kembali mempeloporkan semangat Nasionalisme, Patriotisme dan Kebehinekaan oleh karena peran dari orangtua, Pendidikan dan Negara yang menentukan semua persolan bangsa hari ini semoga kemunduran dan kebodohan kita tinggalkan, jadi hari ini ditandai dengan Hari Pahlawan Nasional semangat baru akan hadir dan semoga pahlawan-pahlawan baru akan mendobrak dunia baru.

Spesifikasi Bahasan Pemateri Pertama (Hasrul Buamona, S.H., M.H. – Penulis/Advokat/Dosen/Kandidat Doctor FH UII)
Sejarah pahlawan dan para tokoh nasional bangsa ini entah itu Soekarno, Muhammad Hatta, Muhammad Yamin, Cokro Aminoto, Tan Malaka, Jendral Sudirman dll adalah para pejuang di masalampau lalu pertanyaanya terus Bagaimakah perjuangan tokoh-tokoh ini? Sehingga sampai hari ini fundeng father dikenal dengan ketokohan dan ideologi-ideologinya  tetapi akankah spirit yang mereka bawa masih menyertai kita dan mampu terinkarnasi atau lahir kembali pada pemuda-pemuda di era saat ini? Bagaimana pandangan hukum tentang kepahlawanan fundeng father tempo dulu?

Spesifikasi Bahasan Pemateri Kedua (M. Dahlan Y. Al-Barry – Penulis Buku “Kamus Ilmiah Populer”)
Semangat heroisme tidak hanya menjadi pembahasan dan wacana nasional. Melainkan juga menjadi wacana yang berkembang di tingkat lokal di masing-masing darerah yang ada di indonesia. Siapa sangka, bahwa para pahlawan Indonesia tidak hanya meyebarkan semangat patriotnya di tingkat nasional semata. Tetapi juga di tingkat lokal tidak kalah semangatnya. Bahkan, ada yang berjuang di tingkat lokal dan nasional. Hal itu meraka lakukan adalah untuk membela negerinya dengan berlandaskan pada semangat kemanusiaan. Lalu, bagaimana semangat kepahlawanan yang terajadi pada tingkat daerah Bima. Sebagai generasi muda yang masih membutuhkan teladah dalam melangkah dan memajukan daerah Bima. lalau siapakah sosok sejati yang selayaknya kita jadikan sebagai teladan itu. Di tengah kerasnya arus globalisasi yang mengggerogoti nilai-nilia luhur yang telah di tanamkan oleh para pendahulu kita. Maka, figur yang menjadi parameter perjuangan itu sangat kita butuhkan.

Spesifikasi Bahasan Pemateri Ketiga (Sahruman Nurhuda, S.S. – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada)
Sebuah mitos lama yang terbantahkan. Memahami peran dan posisi sebagai mahasiswa merupakan langkah awal yang harus di pahami oleh seorang mahasiswa, mengingat posisi mahasiswa dimata masyarakat yang merupakan kelas menengah yang masih diuntungkan baik secara ekonomi, sosial, budaya, hukum dan  maupun politik. Namun adahal yang mendasar yang menyebabkan mahasiswa memiliki posisi tawar tinggi di mata masyarakat, dikarenakan mahasiswa memiliki kekuatan tersendiri seperti di sebutkan di atas. Inilah yang kemudian menyebabkan mahasiswa memiliki posisi tawar (bargaining position) yang cukup luarbiasa  di mata masyarakat, bangsa dan negara  sehingga hal tersebut dianggap sesuatu yang strategis.Sedangkan peran mahasiswa sendiri sebetulnya dapat dikategorikan menjadi tiga. Diantaranya mahasiswa mampu memerankan dirinya Sebagai Agent Of Change, Agent Of Control dan Solidaritas organik. Agent of change maksudnya adalah mahasiswa selalu menjadi pelopor dalam setiap gerak perubahan kearah yang lebih baik termasuk dalam persoalan negara. Sementara peran mahasiswa sebagai agent of control berkaitan dengan kemampuan mahasiswa dalam mengontrol kebijakan yang ditelurkan oleh penguasa dan sedangkan solidaritas organik memiliki peran sebagai persatuan seutuhnya dan kemudian tidak lagi berbicara kepentingan ideologinya sendiri akan tetapi bagaimana penyatuan untuk mendobrak sistem dan cara berpikir lama. Namun Apakah kebijakan tersebut berpihak kepada masyarakat atau tidak? sehingga orientasi perubahan dapat diawasi setiap saat.

 Apakah kita sudah memahami peran dan posisi sebagai mahasisiwa? dan pertanyaan tersebut tentunya ada dua jawaban yang muncul ke permukaan antara ya dan tidak. Akan tetapi jawaban tersebut tidak penting untuk di perdebatkan, karena persoalan sudah dipahami atau tidaknya akan “peran danposisi mahasiswa tanpa implementasi ke dalam sebuah sikap maupun gerak, samahalnya bahwa peran sebagai agent of change, agent of control dan solidaritas organik hanyalah mitos belaka”. Sejarah tumbang Orde Lama, Orde Baru dan Orde Reformasi yang berperan aktif adalah pemuda yaitu Mahasiswa lalu pertanyannya adalah Apa peran mahasiswa hari ini? Kemudian dimana posisinya mahasiswa hari ini? Bagaimana tindakan konkrit mahasiswa hari ini? Dan bagaimana yang seharusnya dilakukan aktivis mahasiswa hari ini? Namun jawabanya ada di tingkat mahasiswa itu sendiri.

Sejarah pergerakan mahasiswa Indonesia selaku sebagai pahlawan nasional memiliki nilai tersendiri dimata bagsa tidak hanya di Indonesia tetapi di negara manapun yang berperan utama adalah mahasiswa. Maka penting bagi Aktivis Mahasiswa, hari ini kemudian harus bangkit kembali mempelopori perubahan baik itu dari hal-hal yang kecil dan maupun yang besar keprogresifan mahasiswa terdahulu akankah di warisi maha siswa sekarang? Jadi merupakan keharusan bagi Aktivis Maha Siswa sekarang untuk memajukan prespektif dengan hari ini di tandai hiruk-pikuknya persoalan di bangsa tercinta ini.

Salam kemerdekaan
Salam pahlawan Nasional
Salam untuk kita semua
Dan salam pahlawan-pahlawan baru bangsa Indonesia.

Informasi Umum Acara
Acara: Pelantikan Pengurus Baru “Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) Periode 2015-2017 dirangkakan dengan “Dialog Public”
Tema: “Mewujudkan Semangat Kepahlawanan di Kalangan Generasi Muda di Tengah Arus Globalisasi”
Pemateri:
1. Hasrul Buamona, S.H., M.H. (Penulis/Advokat/Dosen/Kandidat Doctor Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia)
2. M. Dahlan Y. Al-Barry (Penulis Buku “Kamus Ilmiah Populer”)
Waktu: Selasa, 10 November 2015, Pukul 18.00-Selesai
Tempat: Gedung GOLKAR Kota Yogyakarta (tepatnya depan POM Bensin Lempuyangan Kota Yogyakarta – kurang lebih 200 meter sebelah timur Stasiun Lempuyangan)
Kontribusi: Gratiss dan Terbuka untuk Umum
Fasilitas: Makalah, Snack, Ilmu, Sahabat Baru, DLL
Informasi Lanjut:
Hubungi Sekretariat Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) beralamat di Samirono CT VI/087 RT 002 RW 001, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah IstimewaYogyakarta, 55281 | HP: 085739559746 | fimnyjogja@gmail.com | www.fimny.org | @FIMNYJOGJA

Kau Bidadari Impian

Intan Kurniati.

Bidadari
Mungkin ini hanya sebuah impian
Tapi juga mungkin nyata
Mungkin cuma halusinasiku saja
Tapi mungkin juga itu realita

Bidadari
Parasmu begitu anggun serta menawan
Pesonamu penuh kharisma yang membuatku nyaman
kulit serta hatimu seputih salju
Jiwamu sejernih embun di pagi hari

Bidadari
Senyummu begitu menawan dan manis
Tutur katamu terdengar lembut merdu
Bagai tetesan embun penyejuk kalbu

Bidadari
Kuharap engkau benar ada dan datang
Bukan hanya sekedar ilusiku  semata
Sehingga aku bisa kembali jumpa untuk menatapmu
Denganmu wahai bidadari surga penyejuk hati


Yogyakarta, 3 November 2015
Karya: Intan Kurniati
[Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta / kader srikandi Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY)]

Sang Bunga Indah

Intan Kurniati.

Akulah sang bunga indah
Hidupku kuserahkan pada pencipta alam duniawi
Keberadaanku mengikuti arus dunia kehidupan
Terombang ambing bagai terbawa angin lalu
Kuterima jalan takdir ini dari yang maha kuasa

Panas teriknya mentahari keringkan jiwa ini
Dinginnya angin malam menyejukkan hati
Yang gelisah dalam derita

Namun rasa sabar senantiasa menemani diri ini
Hanya untuk menjalankan dan untukmu ya Allah
Ku Jalani takdir hidupku di sini
Tak perduli halangan dan rintangan yang menghadang

Dan hanya bisa Tersenyum bersyukur
Akan nikmat yang kau beri di dalam raga dan jiwa ini
Berikan manfaat untuk kehidupan duniawi ini

Aku Sang bunga indah menawan
ku Ikhlas  kau hisap untuk kumbang
Kehidupanmu Berharga untuk alam semesta
Hasilkan madu manis  untuk kehidupan baru yang indah


Yogyakarta, 3 November 2015
Karya: Intan Kurniati
[Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta / kader srikandi Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY)]

Air Kehidupan

Intan Kurniati.

Kau sumber kehidupan
Kau juga berikan kami kehidupan
Menghilangkan rasa dahaga
Dan memberi kesejukan jiwa
Yang membuat jiwa tenang dan damai
Tak mungkin kami bertahan hidup tanpa adaya dirimu

Dengan kesejukan dan kemurnianmu
Kau beri kami kehidupan yang tenang
Kau adalah pahlawan kehidupan
kau beri kami semangat hidup
untuk bertahan di kehidupan yang mendesak

Terima kasih atas semua kebaikanmu
Kami bersyukur atas semua rezeki-Nya


Yogyakarta, 3 November 2015
Karya: Intan Kurniati
[Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta / kader srikandi Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY)]

PCNU Kota Yogyakarta Akan Selenggarakan “Sunatan Massal”, Yuuk Segera Daftarkan Anak Anda!!

Informasi Sunatan Massal.

Yogyakarta, FIMNY.org – Pada awal tahun 2016 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta akan selenggarakan ‘Sunatan Massal’ pada hari Sabtu, 7 Februari 2016 Jam 08.00-Selesai di Masjid Al-Hikmah, Kricak Kidul, Tegalrejo, Kota Yogyakarta

Acara ini merupakan salahsatu agenda yang terangkai dalam Pelatihan Keaswajaan dan Khitanan Massal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta 2015 (PEKAN NU JOGJA 2015). Sunatan Massal ini mengangkat tema “Sunatan Massal Untuk Kemanusiaan”.

Acara Ini GRATISS!!! dan terbuka untuk umum, yuuk buruan daftar, karena peserta terbatas hanya 50 orang, sewaktu-waktu pendaftaran akan tutup apabila kuota terpenuhi. Pesertanya akan dipersembahkan berbagai macam fasilitas, diantaranya ‘uang saku, sarung, kopiah dan lain-lain’.

Apabila para orangtua berminat untuk berpartisipasi dalam acara ini untuk meng-KHITAN anaknya, ikuti ketentuan. [Ketik DAFTAR, SUNATAN MASSAL NU JOGJA 2015, NAMA ANAK, NO. HP ORANGTUA. Kirim SMS/WA ke: 087777792666. Contoh: DAFTAR, PELATIHAN KEASWAJAAN NU JOGJA 2015, Arif Putra, 6 TAHUN, 087666666666. Lalu kirim ke nomor 087777792666].

Ketua Tanfizdiah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta mengatakan bahwasannya ‘Sunatan Massal’ ini dilakukan untuk memperingati Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh - Nahdlatul Ulama (LAZISNU). “Sunatan Massal ini kami selenggarakan untuk menyambut hari lahirnya LAZISNU pada bulan Februari,” ungkap Ketua Tanfizdiah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta K.H. Ahmad Yubaidi, S.H., S.Pd., C.N., M.H. pada FIMNY.org di Yogyakarta 2 November 2015.

“Kami mengundang warga NU dan seluruh masyarakat Kota Jogja, untuk berpartisipasi dalam agenda ‘Sunatan Massal’ ini, ini kesempatan bagus untuk meng-KHITAN-kan (sunat) anaknya yang sudah masuk waktunya di sunat,” seruan M. Jamil, S.H. selaku Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Pelatihan Keaswajaan dan Khitanan Massal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta 2015 (PEKAN NU JOGJA 2015), yang juga sebagai Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (PC LAZISNU) Kota Yogyakarta Bidang Publikasi dan Kerjasama Lembaga.

Bagi para calon DONATUR yang ingin berpartisipasi dalam agenda ini, silakan menghubungi panitia penyelenggara di nomor 08176510903 atau 081802662339. [MJ / FIMNY]

PCNU Kota Yogyakarta Akan Selenggarakan “Pelatihan Ke-ASWAJA-an”, Yuuk Segera Daftar!!

Informasi Pelatihan Ke-ASWAJA-an.

Yogyakarta, FIMNY.org – Dalam waktu dekat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta akan selenggarakan ‘Pelatihan Ke-ASWAJA-an’ pada hari Sabtu, 5 Desember 2015 Jam 08.00-Selesai di Aula Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Kotagede, Kota Yogyakarta.

Acara ini merupakan salahsatu agenda yang terangkai dalam Pelatihan Keaswajaan dan Khitanan Massal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta 2015 (PEKAN NU JOGJA 2015). Pelatihan ‘Ke-ASWAJA-an’ ini mengangkat tema “Membentengi NKRI dari Paham yang Bertentangan Dengan Pancasila”.

Pelatihan Ke-ASWAJA-an diselenggarakan 2 sesi, Sesi I, akan diisi oleh 3 pemateri: Pemateri Pertama Sesi I, oleh K.H. Marzuki Musytamar (Rois Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur) dengan membawakan materi “Muqadimah Qanun Asasi Jam’iyah NU”; Pemateri Kedua Sesi I, oleh K.H. Munir Syafaat (Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta) dengan membawakan materi “Aqidah Ahlusunnah Waljamaah”; Pemateri Ketiga Sesi I, oleh Dr. Adi Suprapto (Wakil Ketua Tanfizdiah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta) dengan membawakan materi “Islam Sebagai Sumber Inspirasi Budaya Nusantara”.

Selain itu, pada Sesi II juga terdapat 3 pemateri: Pemateri Pertama Sesi II, oleh Umarudin Marskur, S.Ag. (Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia) dengan membawakan materi “Tasawuf Sebagai Kritik Sosial”; Pemateri Kedua Sesi II, oleh Dr. Waryono Abdul Ghofur (Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta) dengan membawakan materi “Amalan Sunnah yang di Bid’ahkan”; Pemateri Ketiga Sesi II, oleh K.H. Ahmad Yubaidi, S.H., S.Pd., C.N., M.H. (Ketua Tanfizdiah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta) dengan membawakan materi “Kaidah Berpolitik dan Bernegara”.

Acara Ini GRATISS!!! dan terbuka untuk umum, yuuk buruan daftar, karena peserta terbatas hanya 300 orang, sewaktu-waktu pendaftaran akan tutup apabila kuota terpenuhi, makanya kalau sudah yakin ingin mengikuti segeralah untuk daftar. Pesertanya akan dipersembahkan berbagai macam fasilitas, diantaranya ‘sertifikat, makan siang, coffee break, ilmu, dan lain-lain’.

Apabila berminat untuk berpartisipasi dalam acara ini, ikuti ketentuan. [Ketik DAFTAR, PELATIHAN KEASWAJAAN NU JOGJA 2015, NAMA, LEMBAGA, No. HP. Kirim SMS/WA ke: 087777792666 (M. Jamil). Contoh: DAFTAR, PELATIHAN KEASWAJAAN NU JOGJA 2015, Arif Putra, LAZISNU Jogja, 087666666666. Lalu kirim ke nomor 087777792666].

Ketua Tanfizdiah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta mengatakan bahwasannya di Indonesia banyak dijangkiti paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila, oleh karena itu kami berinisiasi mengelenggarakan ‘Pelatihan Ke-ASWAJA-an’ untuk membentengi warga Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta agar tidak dijangkiti hal semacam itu. “Pelatihan Ke-ASWAJA-an ini perlu kami selenggarakan untuk membentengi warga NU,” ungkap Ketua Tanfizdiah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta K.H. Ahmad Yubaidi, S.H., S.Pd., C.N., M.H. pada FIMNY.org di Yogyakarta 2 November 2015.
 
“Kami mengundang warga NU, para pengrus Banom NU dan seluruh masyarakat Kota Jogja, untuk berpartisipasi dalam agenda ‘Pelatihan Ke-ASWAJA-an’ ini,” seruan M. Jamil, S.H. selaku Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Pelatihan Keaswajaan dan Khitanan Massal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta 2015 (PEKAN NU JOGJA 2015).

Bagi para calon DONATUR yang ingin berpartisipasi dalam agenda ini, silakan menghubungi panitia penyelenggara di nomor 08176510903 atau 081802662339. [MJ / FIMNY]

PCNU Kota Yogyakarta Akan Selenggarakan “Pekan NU Jogja 2015”


Yogyakarta, FIMNY.org – Dalam waktu dekat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta akan selenggarakan Pelatihan Keaswajaan dan Khitanan Massal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta 2015 (PEKAN NU JOGJA 2015) pada akhir tahun 2015 dan awal tahun 2016 yang akan diselenggarakan di Kota Yogyakarta.

Ada dua agenda besar yang akan diselenggaran dalam ‘Pekan NU Jogja 2015’, diantaranya ‘Pelatihan Ke-ASWAJA-an’ dengan mengangkat tema “Membentengi NKRI dari Paham yang Bertentangan Dengan Pancasila” yang diselenggarak pada hari Sabtu, 5 Desember 2015 Jam 08.00-Selesai di Aula Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Kotagede, Kota Yogyakarta. Acara ini gratis untuk umum, terutama masyarakat Kota Yogyakarta. Pesertanya akan dipersembahkan berbagai macam fasilitas, diantaranya ‘sertifikat, makan siang, coffee break, ilmu, dan lain-lain’.

Ketua Tanfizdiah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta mengatakan bahwasannya di Indonesia banyak dijangkiti paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila, oleh karena itu kami berinisiasi mengelenggarakan ‘Pelatihan Ke-ASWAJA-an’ untuk membentengi warga Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta agar tidak dijangkiti hal semacam itu. “Pelatihan Ke-ASWAJA-an ini perlu kami selenggarakan untuk membentengi warga NU,” ungkap Ketua Tanfizdiah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta K.H. Ahmad Yubaidi, S.H., S.Pd., C.N., M.H. pada FIMNY.org di Yogyakarta 2 November 2015.
 
Selain ‘Pelatihan Ke-ASWAJA-an’, dalam rangka ‘Pekan NU Jogja 2015’ juga akan selenggarakan ‘Sunatan Massal’ dengan mengangkat tema “Sunatan Massal Untuk Kemanusiaan”, yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 7 Februari 2016 Jam 08.00-Selesai di Masjid Al-Hikmah, Kricak Kidul, Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Acara ini gratis untuk umum, terutama masyarakat Kota Yogyakarta. Pesertanya akan dipersembahkan berbagai macam fasilitas, diantaranya ‘uang saku, sarung, kopiah, dan lain-lain’.

“Kami mengundang seluruh masyarakat Kota Jogja untuk berpartisipasi dalam rangkaian agenda Pekan NU Jogja 2015, yang mana agendanya terdiri dari ‘Pelatihan Ke-ASWAJA-an’ dan ‘Sunatan Massal’,” seruan M. Jamil, S.H. selaku Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Pelatihan Keaswajaan dan Khitanan Massal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta 2015 (PEKAN NU JOGJA 2015).

Bagi para calon peserta yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang acara ini, silakan menghubungi panitia penyelenggara di nomor 087777792666 (M. Jamil). Bagi para calon DONATUR yang ingin berpartisipasi dalam agenda ini, silakan menghubungi panitia penyelenggara di nomor 08176510903 atau 081802662339. [MJ / FIMNY]

Pesta Demokrasi Daerah dan Polemik Penyelesaian Sengketa Pemilukada Serentak

Arifin Ma'ruf, S.H.
Pesta Demokrasi di Daerah Telah Dimulai
FIMNY.org – Pesta demokrasi daerah untuk memilih calon gubernur-wakil gubernur, bupati-wakil bupati, serta walikota-wakil walikota, sudah semakin dekat. Nampaknya kampanye yang dilakukanpun semakin gencar dilakukan, dalam rangka menarik masyarakat untuk memilihnya, banyak janji dan program kerja mulai ditawarkan. Pesta demokrasi tahun ini menjadi pesta demokrasi pertama yang menggunakan mekanisme pemilukada serentak.

Pemilukada serentak muncul pasca putusan Mahkamah Konstitusi yaitu yang terdapat didalam  Putusan MK Nomor 14/PUU-XI/2013 yang kemudian putusan MK tersebut diejawantahkan kedalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota yang kemudian ditetapkan dengan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2015 Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Menjadi Undang-Undang dan terahir diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Menjadi Undang-Undang yang dalam Pasal 3 diatur bahwa “Pemilihan dilaksanakan setiap lima tahun sekali secara serentak di seluruh wilayah negara kesatuan republik Indonesia”. Oleh karena itu memang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang ada, maka pemilukada dilaksanakan secara serentak.

Penyelesaian Sengketa Pemilukada
Adanya pemilu secara serentak kemudian menimbulkan pertanyan bagaimana penyelesaian sengketanya? Pada tahun 2010 saja terdapat sejumlah 230 kasus sengketa pemilukada yang masuk ke Mahkamah Konstitusi. Sehingga tidak menutup kemungkinan sengketa pemilukada serentak tahun ini pasti akan banyak terjadi sengketa yang lebih besar lagi diberbagai wilayah.

Pada awal mulanya sengketa pemilukada berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 merupakan kewenangan Mahkamah Agung untuk sengketa Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur dan kewenangan Pengadilan Tinggi untuk pemilihan Bupati/Walikota. Kemudian dialihkan menjadi kewenangan MK sejak tanggal 1 November 2008 yaitu dengan perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2008. Akan tetapi setelah kewenangan ini diuji di mahkamah konstitusi dan  diputuskan melalui Putusan PMK No.96/PUU-IX/2013 bahwa Pasal 236 C yang terdapat didalam UU No 8 Tahun 2008 tentang Pemerintah Daerah yang mengatur tentang pengalihan kewenangan penyelesaian sengketa pemilukada dari MA ke MK, bertentangan dengan UUD NRI 1945 dengan alasan bahwa secara original intens Pemilukada tidak termasuk sebagaimana dimaksud didalam Pasal 22E.

Lantas bagaimana penyelesaianya? kalau dilihat dalam ketentuan Pasal 236C UU 8 tahun 2008 yang telah dinyatakan bertentangan dengan UUD NRI 1945 maka seharusnya dikembalikan lagi ke MA. Akan tetapi melalui UU No. 8 Tahun 2015  yang terdapat didalam ketentuan Pasal 142 ayat (1) dan (2) maka penyelesaianya di lakukan melalui Badan Peradilan Khusus. Akan tetapi  pembentukan peradilan khusus ini tentu membutuhkan waktu yang lama sehingga melalui Pasal 142 ayat (3)-(10) di kembalikan lagi ke Mahkamah Konstitusi sebelum dibentuk badan peradilan khusus.

Mahkamah Konstitusi Berwenang Vs Mahkamah Konstitusi Tak Berwenang
Tentu hal ini menimbulkan pertanyaan besar kenapa kemudian yang secara jelas putusan MK yang sifatnya adalah final dan mengikat, yang jelas membatalkan Pasal 236C yaitu yang mencakup kewenangan MK dalam menyelesaikan sengketa pemilukada yang dianggap bertentangan dengan UUD NRI 1945, namun melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 MK menjadi berwenang kembali. Hal ini menjadi salah satu bukti ketidak konsistensi hukum yang ada di Indonesia.

Pertanyaan besar lagi adalah kapan Badan Peradilan Khusus akan dibentuk? dua tahun lagi, lima tahun lagi atau berapa tahun lagi dan selama itu juga berarti Mahkamah Konstitusi masih menyelesaikan sengketa pemilukada, yang ini sudah jelas menganulir putusannya sendiri.

Selain itu bagaimana cakupan kewenangan Badan Peradilan Khusus apakah kewenanganya hanya soal sengketa hasil pemilu saja?. Karena persoalanya sengketa pemilu dibagi penyelesaianya di berbagai lembaga peradilan. Diantaranya adalah sengketa administrasi pemilu diselesaikan di PTUN, terus sengketa pidana pemilu diselesaikan di Pengadilan Negeri, Sengketa kode etik diselesaikan di DKPP dan lain sebagainya. Kalau cakupan Badan Peradilan Khusus ini dinamai sebagai Peradilan Khusus Pemilu seharusnya menyelesaikan seluruh jenis sengketa pemilu yang ada di Indonesia. Oleh karena itu perlu design Badan Peradilan Khusus yang baik dan harus jelas serta jangan sampai tumpang tindih dengan kewenangan badan atau lembaga peradilan lain yang sudah ada.  


Penulis: Arifin Ma’ruf, S.H. 
Koordinator Bidang Pendidikan Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DPC PERMAHI DIY) Periode 2014-2015 / Alumni Mahasiswa Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Remisi untuk Koruptor VS Pemberantasan Korupsi

Negeri Surga VS Negeri Mafia
FIMNY.org – Indonesia adalah negeri surga begitulah penyebutan bagi bangsa Indonesia, bagaimana tidak Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak potensi kekayaan, baik di laut, tanah maupun udara, namun ternyata negeri surga tersebut tidak bisa memberikan kemakmuran bagi masyarakatnya. Masih banyak masyarakat-masyarakat yang miskin tidur dikolong jembatan, pemuda pemudinya banyak yang tidak mempunyai pekerjaan atau pengangguran terjadi dihampir merata di wilayah negara surga ini. Indonesia adalah negara yang kaya, tapi kekayaan itu ternyata menjadi milik orang borjuis dan elitis, kekayaan yang begitu luar biasa, disalahgunakan, bahkan di negara yang kaya ini korupsi semakin membudaya, memperjual belikan hukum maupun kasus menjadi hal yang biasa.  

Kita tentu mengetahui peristiwa ketika Lord Acton menulis surat kepada Bishop Mandell Creighton  dimana pada saat itu ia menulis surat yang berkaitan dengan “korupsi” dan  “kekuasaan”, yakni: “power tends to corrupt, and absolut power corrupts absolutely”, bahwa kekuasaan cenderung untuk korupsi dan kekuasaan yang absolut cendrung korupsi absolut. Ungkapan dari Lord Acton di dalam suratnya kepada Mandell Creighton tersebut pada kenyataannya sekarang ini terjadi juga di Negara Indonesia. Korupsi di Indonesia telah menjelma sebagai parasit yang mengisap kekayaan negara Indonesia, menghancurkan sendi-sendi kehidupan, serta menebarkan benih-benih kemiskinan di Indonesia.

KPK dan Pemberantasan Korupsi di Indonesia
Korupsi di Indonesia telah terjadi secara meluas dan mendalam (widespread and deep-rooted) yang pada akhirnya menggerogoti habis serta menghancurkan masyarakatnya sendiri (self destruction). Sehingga sudah jelas ternyata masyarakat yang tinggal di Negeri surga ini yang seharusnya makmur dan sejahtera, namun yang terjadi adalah masyarakatnya semakin miskin dan terlantar akibat ulah segelintir oknum tersebut.

Lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan lembaga independen yang menjadi garda terdepan pemberantasan korupsi di Indonesia. KPK ini didirikan berdasarkan amanah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang sampai saat ini banyak memberikan prestasi yang luar biasa bagi pemberantasan korupsi di Indonesia. Banyak para politisi, hakim, menteri, advokat, bahkan pejabat negara pun ikut dijerat dan ditangkap oleh lembaga ini.

Kita tentu ingat 9 (Sembilan) janji Jokowi dalam pemberantasan korupsi yang terdapat didalam nawacitanya, yang salah satunya adalah mendukung keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi atau  KPK. Akhir-akhir ini terjadi peristiwa yang luar biasa bahkan niat untuk pelemahan KPK terjadi di berbagai lini, baik dari eksekutif, yaitu terkait pemilihan jaksa agung yang sebelumnya berlatar belakang politik, pro kontra pemilihan  Budi Gunawan (BG) sebagai Kapolri, maupun pada tingkat legislatif yaitu dengan rencana dibahasnya RUU KPK yang akhirnya ditunda. Dalam RUU tersebut terdapat beberapa klausul yang diduga akan melemahkan fungsi KPK, yang diantaranya adalah pembatasan waktu 12 tahun KPK, pemberlakuan mekanisme SP3 bahkan sampai menghilangkan kewenangan penyadapan di lembaga ini.

KPK merupakan lembaga yang seharusnya didukung keberadaaya, apalagi saat ini KPK tengah gencar melakukan penangkapan terhadap para koruptor. Sampai Oktober 2015 ini telah banyak yang ditetapkan sebagai tersangka misalnya saja, dari kalangan Politisi yaitu Patric Rio Capela, Gubernur Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti Terkait Suap dana Bansos dan Oce Kaligis selaku pengacara Gatot pada waktu itu.

Tugas KPK dalam memberantas korupsi tentu harus didukung oleh berbagai pihak, diantaranya adalah eksekutif maupun legislatif dan masyarakat pada umumnya. Selain itu dukungan dari Presiden Jokowi tegas dan pro aktif dalam pemberantasan korupsi 4 (empat) tahun kedepan merupakan suatu keharusan untuk menyelamatkan negara ini dari kejahatan korupsi.

Remisi Bagi Koruptor
Remisi sebenarnya memanglah hak bagi setiap narapidana, namun apakah kemudian hak itu layak diberikan kepada narapidana korupsi, yang pada dasarnya korupsi merupakan tindakan kejahatan yang luar biasa, sehingga pun diberikan remisi bagi koruptor haruslah merupakan narapidana yang memang telah memeberikan kontribusi terhadap pengungkapan sebuah kasus korupsi atau Justice Colaborator.

Kementerian Hukum dan HAM pada tanggal 17 Agustus 2015  sebanyak 1.938 narapidana korupsi turut mendapatkan remisi umum dan remisi dasawarsa 2015. Berdasarkan catatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, bahwasannya jumlah narapidana korupsi mencapai 2.802 orang, dari total tersebut sebanyak 517 orang mendapat remisi dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2006 dan 1.421 orang mendapatkan remisi tentang ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012.

Kita tentu mempertanyakan apakah dari total 1.938 narapidana korupsi tersebut telah melakukan Justice Colaborator ataukah tidak, hal inilah yang seharusnya benar-benar ada transparansi data dari Kementerian Hak Asasi Manusia. Sehingga masyarakat bisa benar-benar mengontrol terhadap pemberian remisi bagi koruptor tersebut.

Mendukung Pemerintah dalam Pemberantasan Korupsi
Niat baik janji kampanye Presiden Jokowi dan JK dalam pemberantasan korupsi sudah seharusnya dilaksanakan. Niat baik tersebut akan menjadi janji yang hilang ketika tidak ada tindakan rill dalam mendukungan pemberantasan korupsi di Indonesia. Sudah satu tahun Jokowi dan JK memimpin, sudah saatnya juga Jokowi dan JK bekerja nyata dalam pemberantasan korupsi. Hal ini sejalan dengan adagium hukum bahwa ’Gouverneour C’est Prevoir’ yang artinya menjalankan pemerintahan itu, berarti melihat ke depan dan merencanakan apa saja yang akan atau harus dilakukan.


Penulis: Arifin Ma’ruf, S.H. 
Koordinator Bidang Pendidikan Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DPC PERMAHI DIY) Periode 2014-2015 / Alumni Mahasiswa Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ketika Kebakaran Hutan Terulang Lagi: Dimana Negara?

Arifin Ma’ruf, S.H.

FIMNY.or.id – Cita-cita mulia kemerdekaan sebagai jalan emas menuju kehidupan berbangsa dan bernegara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur mulai menjelma menjadi mimpi buruk, tertindas, terjajah, timpang, miskin.

Bisa dikatakan bahwa pemerintah belum maksimal menjalankan kewajibannya untuk “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial”.

Bagaimana tidak bencana kabut asap yang terjadi hampir sepekan di sebagian wilayah Indonesia telah menyebabkan dampak buruk berupa rusaknya lingkungan hidup sehingga menyebabkan kesengsaraan bagi sebagian masyarakat di Indonesia.

Menjadikan lingkungan hidup yang tidak rusak merupakan salah satu bentuk tugas Negara dalam melindungi warga Negaranya. Namun ternyata tugas Negara yang begitu mulia dalam melindungi warga negaranya belum bisa dijalankan secara maksimal. Hal ini dapat kita lihat dari bencana kabut asap yang dari tahun ke tahun selalu ada, dan Negara tetanggapun tak luput terkena dampak kabut asap kiriman dari Indonesia. Bisa dikatakan bahwa tahun ini merupakan bencana kabut asap terburuk yang terjadi di Indonesia.

Ketentuan Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa: “bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai Negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat”. Pada kenyataanya pelaksanaan dari pasal tersebut belum bisa dilaksanakan secara maksimal. Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya di keruk oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan segala cara, termasuk membuka lahan dengan membakar hutan.

Menurut data dari Enforcement Economic Program Conservation International-Indonesian pada tahun 2004 bahwa laju kerusakan hutan di Indonesia mencapai 3,8 juta hektar pertahun. Sampai dengan bulan Juni 2012 Kementerian Kehutanan mencatat Perkembangan izin pinjam pakai kawasan hutan untuk pertambangan sebesar 2.519.415,82 Ha. Terbagi menjadi dua yaitu lahan eksplorasi sebesar 1.744.578,68 Ha dan lahan eksploitasi sebesar 774.837,24 Ha. Sedangkan yang digunakan untuk non pertambangan mencapai 20.697,21 Ha.

Dengan besarnya izin pinjam pakai kawasan hutan di Indonesia dalam pelaksanaanya harus ada monitoring atau pengawasan dari pemerintah, dan jangan lagi ada praktik membuka lahan dengan cara membakar hutan.

Praktik-praktik membuka lahan dengan cara membakar hutan jelas tindakan yang merusak lingkungan hidup, hal ini menjadi ancaman yang serius bagi kelestarian lingkungan hidup di Indonesia.  Oleh karena itu perlu adanya upaya dalam mencegah dan memberantas pembakaran hutan.

Upaya tersebut diantaranya adalah dengan membuat regulasi-regulasi yang mendukung dengan sanksi yang tegas agar pelaku pembakaran dapat jera dan tidak melakukanya lagi. Selain itu optimalisasi penegakan hukum juga sangat penting dilakukan, meningkatkan integritas moral penegak hukum serta meningkatkan koordinasi antara lembaga penegak hukum sebagai upaya mencegah dan memberantas praktik pembakaran hutan di Indonesia.

Hal ini bertujuan untuk menjaga eksistensi alam dan bertujuan untuk menyelesaikan masalah lingkungan hidup di Indonesia khususnya yang disebabkan oleh ulah manusia. Selain itu peran masyarakat dalam hal mencegah terjadinya pembakaran hutan juga sangat diperlukan, masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan terhadap pemberantasan pembakaran hutan di Indonesia, oleh sebab itu maka perlu diadakan sosialisasi-soaialisasi terhadap masyarakat, kaitanya dengan regulasi maupun bahayanya praktik pembakaran hutan.

Pemerintah Indonesia harus tegas dalam menangani kasus pembakaran hutan ini, jangan sampai pembakaran hutan yang terjadi saat ini terulang lagi di tahun depan. Sehingga terciptanya lingkungan yang baik, sehat, indah dan nyaman bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal ini sejalan dengan adagium hukum yang mengatakan bahwa “Errare Humanum Est, Trupe In Errore Perseverare” (membuat kekeliruan itu manusiawi, namun tidaklah baik untuk mempertahankan terus kekeliruan).


Penulis: Arifin Ma’ruf, S.H.
Koordinator Bidang Pendidikan Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DPC PERMAHI DIY) Periode 2014-2015 / Alumni Mahasiswa Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

PC NU Kota Yogyakarta Gelar Longmarch Sambut Hari Santri Nasional

Rombongan PCNU Kota Yogyakarta sebelum melakukan Longmarc.
Yogyakarta, FIMNY.org – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Yogyakarta selenggarakan Longmarch untuk menyambut Hari Santri Nasional pada hari Kamis, 22 Oktober 2015 di jantung Kota Yogyakarta.

Longmarch dilakukan dari gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menuju finish di gedung Fredenburg untuk melakukan doa bersama. Doa bersama tersebut dipimpin oleh Rois Suriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Yogyakarta K.H. Munir Syafaat.

Longmarch menyambut Hari Santri Nasional tersebut dikoordinir langsung oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Yogyakarta K.H. Ahmad Yubaidi, S.H., S.Pd., C.N., M.H. dan Rois Suriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Yogyakarta K.H. Munir Syafaat. Serta yang menjadi ketua panitia penyelenggara yaitu M. Arif Sigwanto yang juga merupakan santri dari Pondok Pesantren Luqmaniah Kota Yogyakarta.

Banyak elemen yang turut andil dalam menyambut Hari Santri Nasional yang dikoordinir Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta tersebut. Selain para badan otonomi (Banom) PCNU Kota Yogyakarta seperti Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Yogyakarta,   Pengurus Cabang Fatayat Kota Yogyakarta, Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta, Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta, Pengurus Cabang Banser Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta, serta Banom yang lainnya. Selain merangkul Banom, PCNU Kota Yogyakarta juga mengkoordinir seluruh pondok pesantren yang berada di Kota Yogyakarta, seperti Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, Pondok Pesantren Luqmaniah, Pondok Pesantren Putri Nurul Ummah, Pondok Pesantren Ulul Albab Balirejo, beserta pondok pesantren yang lainnya yang berada di Kota Yogyakarta. “PCNU Kota Yogyakarta merangkul semua elemen untuk ikut menyambut Hari Santri Nasional  seperti Fatayat, IPNU-IPPNU, Banser, serta Banom yang lainnya. Juga mengkoordinir seluruh pondok pesantren di Kota Yogyakarta, seperti PP. Hidayatul Mubtadiin, PP. Luqmaniah, PP. Putri Nurul Ummah, PP. Ulul Albab Balirejo, beserta pondok lainnya di Kota Yogyakarta” beber K.H. Ahmad Yubaidi, S.H., S.Pd., C.N., M.H. selaku Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Yogyakarta pada FIMNY.org 22 Oktober 2015.

“Saya ikut senang dan bangga karena telah resmi tanggal 22 Oktober ditetapkan pemerintah sebagai Hari Santri Nasional, semoga ini menjadi pemacu untuk menambah semangat para santri di seluruh nusantara agar terus menyebarkan jihad dan kebaikan-kebaikan lainnya demi bangsa dan negara. Sejatinya santri tidak hanya orang yang mengenyam pendidikan di pondok pesantren semata, baik dia berpendidikan di pondok pesantren atau tidak, asalkan dia mempunyai jiwa dan raga seperti jiwa dan raganya para santri maka orang itu juga santri. Sekali lagi saya ucapkan selamat buat santri seluruh nusantra,” ungkap M. Jamil, S.H. selaku Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (PC LAZISNU) Kota Yogyakarta Bidang Publikasi dan Kerjasama Lembaga pada FIMNY.org 22 Oktober 2015 sore hari. [MJ / PewartaNews]

PCNU Kota Yogyakarta Audiensi dengan Walikota Yogyakarta

Ketua PC NU Kota Jogja dan Walikota saat Audiensi

Yogyakarta, FIMNY.org – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta K.H. Ahmad Yubaidi, S.H., M.H., C.N. mengadakan audiensi dengan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti pada hari Senin, 19 Oktober 2015 di kantor Walikota Yogyakarta.

K.H. Ahmad Yubaidi, S.H., M.H., C.N. didampingi oleh beberapa badan otonomi (Banom) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta, diantaranya Banom Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infa dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (PC LAZISNU) Kota Yogyakarta diwakili oleh Muhammad Syaiful Huda, Ketua Banom GP Ansor Kota Yogyakarta yang barusaja terpilih yakni Saefudin, dan beberapa Banom-banom lainnya.

Banyak hal yang telah dibicarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta dengan Wali Kota Yogyakarta, diantaranya  “Pertama, Hubungan antara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta dengan Pemerintah Kota Yogyakarta yang sudah baik agar lebih ditingkatkan; Kedua, Program Kerja pemerintah yang akan dilakukan agar dapat diserap oleh warga masyarakat perlu arahan dari staff Pemerintah Kota kepada warga Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta agar dapat diakses dengan baik; Ketiga, Bagaimana menciptakan warga Kota Yogyakarta menjadi warga yang toleransi. Selain ketiga point itu, ada juga hal-hal positif lainnya yang telah dibicarakan dengan pemerintah kota Yogyakarta,” ungkap Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta K.H. Ahmad Yubaidi, S.H., M.H., C.N. pada FIMNY.org usai melakukan audiensi. [MJ / FIMNY]

Ketua PC NU Kota Yogyakarta berpose bersama banom dan Walikota Yogyakarta usai audiensi pada 19 Oktober 2015

Tim Padus Kelas C MKN UGM 2015 Terima Job Pertama Satu Hari Setelah Kantongi Juara 2 Paduan Suara

Tim Paduan Suara Kelas C MKN UGM 2015.

Yogyakarta, FIMNY.org – Kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta angkatan 2015 belum lama mengantongi “Juara 2 Paduan Suara” pada PORSNOT 2015 KMN UGM sudah mendapat Job Pertama untuk tampil dalam acara wisuda Magister Kenotariatan di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Pada saat usai diskusi ringan sore tadi (19-10-2015) beberapa mahasiswa Kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta didatangi oleh salahsatu pengurus Keluarga Mahasiswa Notariat (KMN) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yakni saudari Memey Rheni Megawati, lalu mengungkapkan bahwasannya kelas C MKN UGM 2015 dipercayakan untuk tampil dalam acara wisuda Magister Kenotariatan di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang diselenggarakan pada 20 Oktober 2015 di Gedung 1 Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. “besok kalian kelas C MKN UGM 2015 tampil yach di wisuda MKN, nanti sore kita latihan di depan sekretariat KMN UGM lantai 2,” saudari Deviani Pujiastuti Pangulu, S.H. memberitahukan pada koordinator Paduan Suara Kelas C MKN UGM 2015.

Mendengar tawaran tampil di acara wisuda Magister Kenotariatan di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, lalu Rizky Anlafater selaku koordinator Paduan Suara Kelas C MKN UGM 2015 menanggapi baik dan menyanggupinya. “Oke mbak, nanti saya akan koordinasikan pada yang lainnya,” ucap Rizky Anlafater selaku Koordinator Paduan Suara Kelas C MKN UGM angkatan 2015 pada 19 Agustus 2015 sore hari.

Setelah Tim Paduan Suara Kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta menyanggupi job tersebut, tadi sore (19-10-2015) sekitar pukul 15.00, melakukan latihan paduan suara di depan depan sekretariat Keluarga Mahasiswa Notariat (KMN) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang berada di lantai 2.

Lagu yang akan dinyanyikan Tim Paduan suara pada Wisuda Magister Kenotariatan di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang diselenggarakan pada 20 Oktober 2015 adalah “Himne Gadjah Mada dan lagu wajib Indonesia Raya”.

“Suatu kebanggaan sendiri bagi Tim Paduan suara Kelas C MKN UGM 2015, karena baru 1 hari mengantongi juara sudah mendapatkan kepercayaan tuk tampil dalam wisuda,” ungkap M. Jamil, S.H. salahsatu mahasiswa yang tergabung dalam Tim Paduan Suara Kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta angkatan 2015 pada FIMNY.org 19 Agustus 2015 di Yogyakarta.

Selain itu, salahsatu mahasiswa yang lebih dewasa dalam kelas C Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (MKN UGM) Yogyakarta angkatan 2015 juga ikut  bangga atas prestasi yang diraih oleh tim paduan suara kelas C. “Aku Bangga bangat sama paduan suara kelas C,” komentar Archi Bela pada 19 Oktober 2015. [MJ / FIMNY]

Saefudin Terpilih Jadi Ketua PC GP Ansor Kota Yogyakarta di PP Hidayatul Mubtadiin


Yogyakarta, FIMNY.org – Salahsatu Badan Otonomi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta yakni Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kota Yogyakarta selenggaran Konferensi Cabang untuk memilih Ketua baru pada hari Minggu, 18 Oktober 2015 di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, Kotagede Yogyakarta.

K.H. Ahmad Yubaidi, S.H., M.H., C.N. selaku Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta mengatakan bahwasannya masa bakti pengurus Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kota Yogyakarta sudah berakhir sejak 2013 silam, maka perlu adanya pergantian pengurus agar tertata kembali kepengurusannya. Oleh karenanya, pada Konferensi Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kota Yogyakarta pada hari Minggu, 18 Oktober 2015 terpilihlah Saefudin sebagai ketua GP Ansor yang baru. “Pengurus GP Ansor Kota Yogyakarta telah habis masa bhakti sejak 2013. Karena pentingnya kepengurusan yang legitimate maka PC GP Ansor didorong untuk segera terbentuk Pengurus GP Ansor yang legitimate. Alhamdulillah sudah terpilih ketua GP Ansor Kota Yogyakarta yang baru yakni saudara Saefudin,” beber K.H. Ahmad Yubaidi, S.H., M.H., C.N. pada FIMNY.org beberapa saat setelah terpilihnya ketua baru GP Ansor Kota Yogyakarta.

“Saya Ucapkan Selamat dan sukses atas terpilihnya Saefudin sebagai ketua baru GP Ansor Kota Yogyakarta yang baru, semoga amanah ini dapat diemban dengan baik dan mendapatkan kemudahan dalam menjalankan roda organisasi GP Ansor Kota Yogyakarta,” ucap M. Jamil, S.H. selaku Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infa dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (PC LAZISNU) Kota Yogyakarta divisi Publikasi dan kerjasama Lembaga pada FIMNY.org pada 18 Oktober 2015. [MJ / FIMNY]