Beasiswa Kosgoro 2014


FIMNY.org – Sesuai dengan informasi yang FIMNY.org dapatkan dari website resmi Komite Beasiswa Kosgoro 1957 (www.berita57.com), bahwasannya KOSGORO 1957 kembali buka pendaftaran beasiswa S1 Tahun 2014. Beasiswa ini diadakan sebagai upaya meningkatkan kualifikasi akademik mahasiswa di Indonesia, oleh karena itu Komite Beasiswa Kosgoro 1957 kembali membuka pendaftaran beasiswa pendidikan S1 untuk tahun 2014. Program beasiswa ini diperuntukaan bagi mahasiswa yang tidak mampu dan berprestasi, baik dari Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta. Pendaftaran akan dibuka mulai tanggal 16 April 2014 sampai 16 Mei 2014.

Pada Tahun 2014 ini Komite Beasiswa Kosgoro 1957 akan memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang tidak mampu dan berprestasi sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) untuk masing-masing mahasiswa penerima. Adapun persyaratan untuk memperoleh beasiswa Kosgoro 1957 ini sangatlah mudah. Persyaratannya meliputi sebagai berikut: (1) Mengisi Formulir Pendaftaran Beasiswa; (2) Foto Copy Kartu Tanda Penduduk; (3) Foto Copy Kartu Tanda Mahasiswa; (4) IPK Terakhir Minimal 2.75; (5) Surat Keterangan Aktif Kuliah; (6) Surat Keterangan Tidak Mampu

Untuk mendapatkan Formulir pendaftaran beasiswa Kosgoro 1957 bisa didownload di www.berita57.com atau bisa mengambil langsung di kantor Komite Beasiswa Kosgoro 1957. Formulir dan berkas persyaratan dikirim paling lambat tanggal 16 Mei 2014 melalui pos yang ditujukan kepada:
Komite Beasiswa Kosgoro 1957
Jl. Hanglekiu I No. 3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12120. 
Telp. 021-72800941, 
Fax. 021-7245234

Untuk mendapatkan Formulir pendaftaran beasiswa Kosgoro 1957 bisa juga didownload di  sini (Klik Download Formulir)

FIMNY akan Gelar Turnamen Futsal Se-Nusantara, Yuuk Daftar!

Yogyakarta, FIMNY.org – Beberapa minggu lagi Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) akan menyelenggarakan “Turnamen Futsal” antar mahasiswa daerah Se-Nusantara yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Turnamen tersebut akan dilaksanakan pada hari Sabtu-Minggu, 31 Mei 2014 sampai dengan 1 Juni 2014 di lapangan Futsal Bardosono Yogyakarta. Turnamen Futsal tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-6 organisasi Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY). Kegiatan yang sama juga pernah dilakukan oleh pengurus Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) pada tahun 2013 yang lalu. Harapannya dengan adanya kegiatan ini bisa mempererat tali silaturrahmi antar mahasiswa Se-Nusantara yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Suatu harapan besar yang diinginkan oleh pengurus Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) ialah segenap cititas mahasiswa daerah Se-Nusantara yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Pendaftaran Turnamen Bola Mini sudah dibuka sampai pada tanggal 30 Mei 2014. Bagi rekan-rekan yang berminat untuk mengikuti acara tersebut bisa datang langsung di Asrama Mahasiswa Bima-Yogyakarta “Sultan Abdul Kahir” yang beralamat di Jalan Gondosuli, Baciro, Kota Yogyakarta (daerah sekitar Lapangan Mandala Krida) atau bisa hubungi Contact Person 085226001936 (Sulaiman) / 081931725934 (Indra). Satu hari sebelum hari pelaksanaan akan diadakan Tecnikal Meeting, tepatnya pada hari Jumat, 30 Mei 2013 pukul 18:30 – selesai di Asrama Mahasiswa Bima-Yogyakarta “Sultan Abdul Kahir”. Adapun biaya pendaftarannya adalah sebesar Rp250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). Oleh karena itu ayo semua rekan-rekan mahasiswa daerah Se-Nusantara yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mendaftar segera, karena kuatonya terbatas.

FIMNY akan Gelar Turnamen Bola Mini, Yuuk Daftar!

Yogyakarta, FIMNY.org – Beberapa minggu lagi Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) akan menyelenggarakan “Turnamen Bola Mini” antar mahasiswa daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Turnamen tersebut akan dilaksanakan pada hari Kamis-Minggu, 08-11 Mei 2014 di lapangan sepak bola Komplek Brimob Daerah Istimewa Yogyakarta yang beralamat di jalan Gondosuli, Baciro, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Turnamen Bola Mini tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-6 organisasi Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY). Kegiatan yang sama juga pernah dilakukan oleh pengurus Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) pada tahun 2013 yang lalu. Harapannya dengan adanya kegiatan ini bisa mempererat tali silaturrahmi antar mahasiswa Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Suatu harapan besar yang diinginkan oleh pengurus Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) ialah segenap cititas mahasiswa daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk ikut berpartiipasi dalam acara tersebut. Pendaftaran Turnamen Bola Mini sudah dibuka sampai pada tanggal 7 Mei 2014. Bagi rekan-rekan yang berminat untuk mengikuti acara tersebut bisa datang langsung di Asrama Mahasiswa Bima-Yogyakarta “Sultan Abdul Kahir” yang beralamat di Jalan Gondosuli, Baciro, Kota Yogyakarta (daerah sekitar Lapangan Mandala Krida) atau bisa hubungi Contact Person 085226001936 (Sulaiman) / 081931725934 (Indra). Satu hari sebelum hari pelaksanaan akan diadakan Tecnikal Meeting, tepatnya pada hari Rabu, 07 Mei 2013 pukul 18:30 – selesai di Asrama Mahasiswa Bima-Yogyakarta “Sultan Abdul Kahir”. Adapun biaya pendaftarannya adalah sebesar Rp150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah). Oleh karena itu ayo semua rekan-rekan mahasiswa daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mendaftar segera, karena kuatonya terbatas.

KEPMA-Bima Yogyakarta Gelar Diskusi Budaya Bima

Yogyakarta, FIMNY.org – Keluarga Pelajar Mahasiswa (KEPMA) Bima-Ygyakarta menyelenggarakan “Diskusi Rutin” dengan mengangkat tema “Budaya Bima Antara Tantangan dan Harapan” pada Hari Jumat, Tanggal 25 April 2014 mulai pukul 18.00-Selesai. Beberapa hasil diskusi tersebut, mengungkapkan bahwasannya budaya Bima masih banyak yang belum terungkap, karena awal berdiri atau lahirnya Bima itu sendiri banyak fakta-fakta sejarah yang belum terungkap dikarenakan kala itu masrarakat Bima pada umumnya belum sepenuhnya memiliki orang-orang yang ahli dari tulis menulis.

Acara “Diskusi Rutin” tersebut berlangsung sangat lancar dihadiri oleh warga Bima yang berada di Yogyakarta, hadir pula dalam acara tersebut ketua Umum Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta, saudara Dedi Purwanto. Pada saat acara “Diskui Rutin” tersebut, berlangsung dengan meriah dimana terjadi interaksi yang aktif dari semua peserta diskusi.

Acara  diskusi rutin tersebut dipersembahkan oleh Keluarga Pelajar Mahasiswa (KEPMA) Bima-Ygyakarta dan berlangsung di Ruag Aula Asrama Keluarga Pelajar Mahasiswa (KEPMA) Bima-Ygyakarta yang beralamat di Jalan Gondosuli, Baciro, Kota Yogyakarta. 

FIMNY dan KR Gelar Pelatihan Jurnalis

Yogyakarta, FIMNY.org – Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) bekerjasama dengan Badan Penerbit Koran Harian kedaulatan Rakyat Yogyakarta menggelar Pelatihan Jurnalis Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) 2014. Pelatihan Jurnalis tersebut dilaksananakan pada Hari Sabtu, 26 April 2014 berlangsung di Ruang Aula II PT. Badan Penerbit Koran Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta, dengan mengagkat tema “Melahirkan Pemuda Dengan Jiwa Jurnalis Dalam Mengawal Demokrasi”.

Saat Acara ceremonial pembukaan acara dilakukan sambutan-sambutan berbaai pihak, baik dari pihak Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) maupun dari pihak PT. Badan Penerbit Koran Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta. Sambutan Pertama dari Ketua Panitia saudara Sulaiman. Sambutan Kedua perwakilan dari PT. Badan Penerbit Koran Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta oleh Bapak Imam Satriyadi (Direktur Keuangan PT. Badan Penerbit Koran Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta). Sambutan ketiga oleh Ketua Umum Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) saudara Dedi Purwanto. Sambutan terakhir sekaligus membuka secara resmi acara Pelatihan Jurnalis Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) 2014 oleh saudara Jamaludin, S.E.I., M.Ec.Dev. (Senior FIMNY/Alumnus UGM).

Saat sambutannya, Bapak Imam Satriyadi (Direktur Keuangan PT. Badan Penerbit Koran Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta) mengatakan menyambut baik kehadiran dan adanya Pelatihan Jurnalis Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) 2014, ini menjadi salahsatu ajang silaturrahmi kita bersama.

Ketua Umum Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY), saudara Dedi Purwanto dalam sambutannya mengatakan, Pelatihan Jurnalis Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) 2014 ini merupakan Acara Inti yang diadakan dalam rangka memperingati Hari ulang Tahun Ke-6 Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY). Selain Pelatihan Jurnalis, dalam Rangka HUT ke-6 FIMNY ini juga diadakan beberapa agenda yaitu: Turnamen Bola Mini dilaksa pada tanggal 8-11 Mei 2014 di Lapangan Brimob DIY, Turnamen Catur dilaksanakan pada tanggal 10-11 Mei 2014 di Aula Asrama KEPMA Bima-Yogyakarta, Turnamen Futsal dilaksanakan pada Tanggal 31 Mei 2014-1 Juni 2014 di Lapangan Futsal UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan yang terakhir sebagai puncak acara juga sebagai Hari Lahirnya FIMNY diadakan Refleksi HUT ke-6 FIMNY dan doa Bersama pada tanggal 2 Juni 2014 di Panggung Demokrasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Pelatihan Jurnalis Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) menghadirkan dua pemateri yang memang ahli dibidangnya dan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dengan materi “Kiat-kiat Menjadi Jurnalis Muda yang Benar” disampaikan oleh  Drs. H. Ahmad Lutfie, M.A. (Wakil Pimpinan Redaksi Badan Penerbit Koran Harian Kedaulatan Rakyat/Pimpinan Redaksi Kedaulatan Rakyat Online) didampingi Moderator saudara M. Jamil (Senior FIMNY/Ketua II Bagian Eksternal DPC PERMAHI Yogyakarta). Sesi kedua dengan materi “Mempertahankan Jiwa Idealis Para Jurnalis Muda” disampaikan oleh Bapak Krisno Wibowo (Koordinator Swara Kampus Kedaulatan Rakyat) didampingi Moderator saudara Jamaludin, S.E.I., M.Ec.Dev. (Senior FIMNY/Alumnus UGM).

Drs. H. Ahmad Lutfie, M.A. selaku Pemateri Sesi Pertama mengatakan Jurnalistik (journalistic) berasal dari kata du jour atau journal (Perancis) yang artinya hari atau catatan harian. Jurnalistik adalah proses penulisan dan penyebaran informasi berupa berita, feature, dan opini melalui media massa (media cetak, elektronika atau online. Sedang jurnalis adalah orang yang berkecimpung di bidang jurnalistik. Jurnalistik pada dasarnya dunia yang terbuka bagi siapa saja. Artinya, siapapun orangnya, dengan latar belakang apa saja, baik berlatarbelakang pendidikan agama, sosial, olahraga, kedokteran, maupun lainnya, bisa menjadi seorang jurnalis.

Lebih lanjut Ahmad Lutfie megatakan, beberapa syarat menjadi jurnalis pada umumnya, pertama Berpendidikan minimal sarjana (S-1) atau lulusan akademi komunikasi (AKY, Akindo, dll), kedua Mempunyai kemampuan di bidang jurnalistik (mampu menggali informasi sampai mampu membuat tulisan jurnalistik), ketiga Mempunyai wawasan yang dibutuhkan untuk bekerja di bidang jurnalistik (generalis). Keempat Menguasai bidang liputan yang menjadi spesialisasinya (spesialis). Seorang wartawan olahraga harus memahami semua hal terkait bidang olahraga yang digeluti. Kelima Sekarang ada tambahan syarat lulus uji kompetensi (profesional) Jurnalis.

Sebenarnya apa sih yang ditulis oleh seorang jurnalistik, dalam kesempatan itu juga Ahmad Lutfie mengungkapkan bahwasannya beberapa hal yang ditulis oleh jurnalistik diandaranya “berita, feature, artikel/opini, dll”. Beliau merincinya seperti dibawah ini:

Menulis Berita:
Sebenarnya tidak ada definisi baku yang menjelaskan tentang definisi berita. Menurut Mitchel V. Charnley, berita adalah laporan tercepat dari suatu peristiwa atau kejadian yang faktual, penting, dan menarik bagi sebagian besar pembaca, serta menyangkut kepentingan mereka. Berita biasa disebut straightnews atau hardnews. Berita menerangkan unsur 5W +1H, yaitu What: Apa yang terjadi, Who: Siapa yang terlibat dalam kejadian/kegiatan, Where: Di mana hal itu terjadi, When: Kapan peristiwa itu terjadi, Why: Kenapa hal itu terjadi, dan How: Bagaimana peristiwa itu terjadi.

Menulis Feature :
Feature merupakan tulisan khas yang menuturkan fakta, peristiwa atau proses disertai penjelasan riwayat terjadinya, duduk perkaranya, proses pembentukannya, dan cara kerjanya. Feature umumnya mengedepankan unsur why dan how. Feature biasanya tulisan dengan materi hal-hal yang mengandung human interest (menyentuh perasaan manusiawi). Feature juga biasa disebut tulisan penyegar. Fungsinya sebagai oase di antara berbagai tulisan lain di sebuah media massa. Feature biasa diangkat dari kisah tokoh tertentu (karena terkenal, karena prestasi, atau karena nasibnya yang menyedihkan). Struktur Tulisan Feature itu sendiri diantaranya: (1) Judul (head). (2) Teras (lead). (3) Bridge atau jembatan antara lead dan body. (4) Tubuh tulisan atau body. (5) Penutup (ending) yang biasanya mengacu pada lead, menimbulkan kenangan atau kengerian, menyimpulkan yang telah diceritakan atau mengajukan pertanyaan tanpa jawaban.

Menulis Artikel/Opini:
Artikel adalah salah satu bentuk tulisan nonfiksi berisi fakta dan data yang disertai analisis dan opini penulisnya. Biasanya, artikel halaman opini diperuntukkan bagi penulis luar, namun tidak tertutup kemungkinan bagi jurnalis untuk menulis. Jenis-jenis artikel itu diantaranya: Artikel ringan, antara lain Sungguh-sungguh Terjadi, Surat Pembaca, tips tertentu. Artikel sedang, antara lain Suara Guru dan Mahasiswa Berbicara. Artikel berat: Artikel di rubrik opini atau di rubrik khusus seperti Analisis di KR. Artikel juga sering disebut tulisan ilmiah populer, yaitu opini atau pendapat atau gagasan pribadi seseorang yang sifatnya ilmiah dan disajikan secara populer di media massa, yang meliputi berbagai aspek kehidupan, baik politik, ekonomi, sosial-budaya dan hankam. Dalam penyajiannya tulisan ini mengacu pada metode penulisan yang gampang dimengerti, lugas dan kritis. Struktur Artikel Jurnalistik diantaranya adalah sebagai berikut: (1) Teras (lead atau intro): Pengantar gagasan atau pokok pikiran penulisnya atau ditujukan untuk menata pikiran pembaca sebagai persiapan mengetahui lebih jauh isinya. Teras yang baik harus mampu memikat pembaca agar penasaran membaca lebih jauh; (2) Tubuh (body): uraian/penjelasan dari pokok pikiran di lead; (3) Penutup (ending). Biasanya berupa kesimpulan. Biasa pula dilengkapi dengan solusi permasalahan.

Suasana saat Berlangsungnya acara
Pemateri dan Moderator Materi I

 Pemateri dan Moderator Materi II





Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) FIMNY

Yogyakarta, FIMNY.org – Beberapa harapan dalam rangka kegiatan ini, mengharapakan semangat Peserta Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) lebih kepada membangun karakter untuk membangun wawasan yang lebih baik.  atau mampu merekontruksi cara pandang mahasiswa/pemuda sehingga bisa berkontribusi untuk masyarakat, agama, bangsa dan Negara dikemudia hari.

Demikianlah yang disampaikan oleh Dedi Purwanto, selaku Ketua umum FIMNY, Pada acara Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang diadakan oleh Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY)-Bima (24-26/1/2014). Acara yang di adakan di Pondok Hizbul Bi,ah, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Acara ini menghadirkan berbagai pemateri seperti Bapak Muhtar, S.E. (Pembina Pondok Tauhidul Ummah), Azwar Anas (Sarjana Ilmu Pemerintahan UMY), Sugiarto, S.H (Ketua Umum DPC PERMAHI Yogyakarta), Robin Irawan (Sekjen IKPMDI-Yogyakarta), Wahidin ( Budayawan Rimpu Bima) dan Jamaludin, S.E.I., M.Ec.Dev.  (Magister UGM). Dengan acara yang mengangkat tema : “Membangun Silaturrahmi Antar Sesama dan Melahirkan Intelektual yang Berwawasan Kebangsaan” merupakan salah satu rangkaian program kerja inti Bidang Sumber Daya Manusia (SDM).

Dalam acara ini kami juga memakai sistim delegasi untuk merekrut peserta sehingga menghadirkan delegasi dari Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Dompu (IKPMD), Himpunan Mahasiswa Ambalawi (HIMAWI) dan Forum Mahasiswa Langgudu (FORMAL), dengan kegiatan ini peserta berharap  bukan hanya sesaat semata tapi menjadi kegiatan yang berkelanjutan untuk melahirkan pemuda-pemuda yang sadar akan perubahan dan juga menjadi pemuda yang mampu menjadi pemimpin masadepan untuk bangsa dan negara.

Mahasiswa Selaku Roh Perubahan

FIMNY.org – Berbicara pergerakan mahasiswa Sangat Menarik untuk di perbincangkan  jika kita berbicara mahasiswa, karena mahasiswa adalah selaku Roh Perubahan yang amat tepat dalam memberikan Gelar “Roh Perubahan ” Disebut roh perubahann karena mahasiswa adalah sosok yang tepat (Ideal) dipandang dari sudut perkembangan apapun dan mempunyai cerita yang tepat dari masa ke masa, baik di Negara-Negara Eropa maupun di Negara bagian timur lainya dan begitu juga halnya dengan mahasiswa di Indonesia. Indonesia sendiri mahasiswa mempunyai peranan yang penting dalam melakukan pergerakan untuk mengubah sejarah kebangsaan dan pergolakan demokrasi. Karena berbicara perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia tidak terlepas dari bagaimana peranan mahasiswa dalam melakukan berpolitikan sampai saat ini yaitu evololusi perubahan pembangunan dari berbagai macan lini kehidupan sehingga kita mengenal angkatan pergerekan mahasiswa dari masa kemasa dengan segala momentum pergolakan sejarah tanah air Indonesia.

 Aksi Pergerakan mahasiswa identik dengan momen-momen menyikapi atau menolak kebijakan pemerintah penguasa serta isu-isu local dan internasioanl sehingga mahasiswa melakukan mobilisasi masa dengan melakukan aksi turun jalan, menulis dimedia, diskusi, audensi dan bahkan repsesif di lakukan untuk menyampaikan aspirasi demi tercapainya tujuan yang di ingingkan. Dengan adanya pergerakan semacam itu sebagai tanda bahwa pemuda di tempatkan sebagai roh pembangun untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan dan bisa bersaing dengan Negara-negara moder lainya.

Pergolakan pergerakan mahasiswa mulai tahun 1966 menandai pergerakan secara nasioanl karena sebelumnya hanya bersifat kedaerahan, sehingga siapa yang tidak kenal Akbar Tanjung sebagai ketua DPR RI. pegerakan mahasiswa dari jaman ke jaman dan sampai pada era demokrasi mempunya misi masing-masing dan prespektif tersendiri dalam mencapai kemerdekan dan pembangunan tanah air. Pergolakan pergerakan mahasiswa mutahir sangat berwara sehingga perbedaan cara pandang dalam mencapai perubahan menjadi hal yang pokok di internal pelajar dan mahasiswa selaku intelektual muda.

Sebagian Perkembangan organisasi internal dan eksternal kampus atau organisasi cultural yang dibangun oleh mahasiswa sebagai kaum muda intelektual bukan sebagai bagian untuk mendukung perkembangan pembangunan bangsa tapi terkadang lahir  ego sentri kelembagaan sehingga melahirkan perpecehan (disintergrasi). lahirnya perpecahan akan lemahnya konsep perjuangan, visi, dan orientasi masa depan, maupun pola apapun setiap gerakan. Hal ini akan melemahkan oreantasi oreantasi di masa yang akan datang dan perbedaan yang membuat perpecahan di hindari.

Ada banyak hal kita lihat pola perilaku mahasiswa seperti;

Pertama, pola pemikiran Pragmatis yang dibangun oleh mahasiswa hari ini sejalan dengan perkembangan modernisasi hanya mengenal dunia kampus, main di kos, dan kuliah yang penting ipe tinggi serta kuliah cepat. Sehingga membangun pola pemikiran kreatif dan pola lain yang turut mendukung sebagai tanggung jawab perkembangan masyarakat di jauhkan.  Hal ini sejalan dengan kebijakan  kampus yang hanya memberlakukan 75 % masuk kuliah. Sehingga jangan heran ada mahasiswa yang ketika ada tugas atau tugas akhir melakukan kopi dan membeli  karena begitu muda seperti ada google yang cepat dan instal. Inilah yang membuat kelemahan dan membodohi kaum muda untuk berkarya. Krisis kemampuan berpikir  ini sangat melemahnya intelektual muda dalam memandang dan turut mendukung kemajua suatu bangsa serta meringankan beban Negara dalam mensejahterakan masyarakat.

Kedua, pola pemikiran hedonis mahasiswa seperti jalan-jalan di mol, main di tempat hiburan malam, minum alcohol dan masih banyak perilaku buruk mahasiswa sebagai kaum muda tampa melakukan filterisasi perkembangan modernisasi mutahir, sehingga liberalisme moder yang jauh dari nilai dan moral pancasila menjadi falsafat Negara di cederai oleh kebiasaan buruk yang tidak membawa mamfaat apapun itu.

Ketiga, pola pemikiran progresif ini disamping akademis menjadi tujuan utama untuk mencapai cita-citanya, adahal lain yang turut mendukung seperti organisasi, membaca buku, menulis dan bahkan kegaiatan social di masyarakat seperti BAKSO,  serta memberikan, mengarahkan dalam melakukan pencerahan sebagai pendukung memajukan bangsa dan Negara adalah yang sangat utama. Intelektual akan melahirkan pola kreatifitas dan visi gerakan baru dalam menyampaikan aspirasi dan mahasiswa seperti inilah yang slalu diharapkan oleh masyarakat, agama, bangsa dan Negara.

 Perbedaan ideologi dan tingkah laku pada Pelajar dan Mahasiswa sangat menonjol sehingga menjadi tantangan tersendiri pada era globalisasi. Sebagai pemuda  civitas dan pelaku pendidikan merupakan sumber daya potensial yang secara bertanggung jawab di tuntut menyiapkan sumber daya yang baik dan mengembangkan diri selaku kader penerus dan pelaku pembangunan dimasa yang akan datang. Berkenaan dengan itu, sebagai Intelektual muda harus siap menghadapai tantangan dan perkembangan jaman serta kemajuan teknologi yang semakin pesat. Dengan mengembangkan potensi diri yang dirasa ini belum maksimal dikembangkan sehingga kemudian dapat dimanfaatkan dan di gunakan dalam kehidupan. perkembangan jaman mutakhir mahasiswa di tuntut harus menpunyai konsep dan pandangan masa depan serta memegang kuat moral dan kebenaran dalam melihat perubahan pembangunan Indonesia yang akan datang.

Dalam melakukan perubahan yang dibangun oleh mahasiswa sebagai kaum intelektual yang mempunyai kecerdasan berkreatifitas berpikir, membangun kesadaran Persatuan (Integrasi) itu hal yang utama sehingga komunikasi bisa terarah dan jelas dalam mencapai tujuan yang di inginkan. Lihat saja organisasi internal dan eksternal mahasiswa berjalan sendiri-sendiri dalam   melakukan polarisasi pergerakan. Persatuan disini kita jangan maknai dengan persatuan menjadi satu lembaga, tapi persatuan dalam melakukan pola gerakan sehingga badai apapun tidak akan mampu mencedarainya sehingga tujuan yang yang dicita-citakan akan tercapai dengan baik.

Melakukan penalaran Pergerakan mahasiswa serta tingkahlaku mahasiswa sangat menonjol dalam  kehidupan bermasyarakat. Dalam kehidupan bermasyarakat tentunya kita menginginkan suatu kehidupan yang ideal yaitu suatu kehidupan yang aman, damai dan suatu kehidupan yang selalu berpegang teguh pada nilai-nilai dan norma dan berpegang teguh pada pancasila sebagi falsafat Negara kita

Kata perubahan selalunya menempel dengan erat sekali sebagai identitas para mahasiswa yang juga dikenal sebagai kaum intelektualitas muda. Dari mahasiswalah ditumpukan besarnya harapan, harapan untuk perubahan dan pembaharuan dalam berbagai bidang. Tugasnyalah melaksanakan dan merealisasikan perubahan positif, sehingga kemajuan di dalam sebuah masyarakat bisa tercapai dengan membanggakan.

Melihat berbagai macam problema yang ada yang sering terjadi dalam masyarakat kita dan tantangan masuknya cengkraman neoliberalisme dan kapitalisme global sebagai bentuk penjajahan pola baru di negri ibu pertiwi, pertaruhan kepentingan mencedarai Negara ini, dan hal yang disayangkan di negri ini sudah terlalu banyak yang KKN dan tega menjual martabatnya negeri sendiri demi kekuasaan dan kepentingan sesaat. Serta perilaku hedonis di masyarakat yang tidak mampu di control, karena bagaimana mungkin perilaku buruk di masyarakan mampu di control sebab di tingkat pemerintah sendiri lebih-lebih dan mereka hanya memikirkan kepentingan sendiri tampa memikirkan masyarakat, sehingga jangan heran ada fasisme modern tumbuh di negeri ini.

Hal itu artinya seakan-akan perilaku masyarakat itu tidak lagi terkontrol, itu semua dikarenakan kurangnya pemahaman dan control pemerintah serta kesadaran masyarakat dalam berakhlak, sehingga muncul suatu penyakit yaitu “Penyakit Moral”. Disinilah kesempatan para mahasiswa untuk memberikan pencerahan dan peran sentral perjuanganya sebagai kaum intelektualitas muda memberi secercah sinar harapan untuk bisa memperbaiki dan memberikan perubahan-perubahan positif di dalam masyarakat. Tidak dipungkiri, bahwa perubahan memang tidak bisa dipisahkan dan telah menjadi sinkronisasi yang mendarah daging dari tubuh dan jiwa para mahasiswa. Dari mahasiswa dan pemudalah selaku pewaris peradaban munculnya berbagai gerakan-gerakan perubahan positif yang luar biasa dalam lembar sejarah kemajuan sebuah masyarakat, mulai orde lama, orde baru, reformasi dan demokrasi lagi-lagi mahasiswa menjadi garda terdepan dan berdiri di tengah-tengah masyarakat dalam melakukan perubahan.

Peran mahasiswa sebegaia kaum muda terhadap masyarakat bukan hanya sekedar menyandang status mahasiswa saja, akan tetapi mahasiswa juga mempunyai berbagai peranan dalam melaksanakan perubahan untuk masyarakat, peran tersebut adalah sebagai generasi penerus yang melanjutkan dan menyampaikan nilai-nilai kebaikan pada suatu individu, sebagai generasi pengganti yang menggantikan pribadi yang sudah rusak moral dan perilakunya, dan juga sebagai generasi pembaharuan yang memperbaiki dan memperbaharui kerusakan dan penyimpangan negatif yang ada pada suatu individu. Peran ini senantiasa harus terjaga dan terpartri didalam dada mahasiswa pada umumnya. Apabila peran ini bisa dijadikan sebagai sebuah pegangan bagi seluruh mahasiswa pada umumnya dan mahasiswa internal dan eksternal kampus sebagai “ruh perubahan” itu tetap akan terus bersemayam dalam setiap pribadi  mahasiswa tersebut.

Gerakan perjuangan organisasi Pemuda tidak boleh berhenti sampai kapanpun, karena sampai kapanpun masyarakat sangat membutuhkan dan sangat bergantung pada perjuangan mahasiswa. Gerakan perjuangan mahasiswa saat ini tidak hanya sekedar wacana saja, akan tetapi harus adanya tindakan riil dan hasil yang positif. Wahai para “agent of change and agent of control”, cobalah untuk bertindak bijak dengan intelektualisme, idealisme, dan keberanianmu untuk bisa senantiasa menanamkan ruh perubahan yang ada dalam dirimu untuk bisa memberi kebaikan dan berperan besar serta bertanggung jawab untuk memberikan kemajuan  masyarakat, bangsa dan Negara.

Dalam menanamkan ruh perubahan positis di masyarakat maka mahasiswa harus melahirkan pola gerakan baru tampa harus menghilangkan pola gerakan lama dalam melakukan gerakan baru dengan turun langsung kepada masyarakat, hal inilah solusi terbaik di tengah terpuruknya demokrasi ini, melakukan pembinaan dan memelihara serta pendidikan yang berkelanjutan menjadi alternatif untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

PSKH UIN Suka Gelar DIKLATSARKUM XIII 2014

Yogyakarta, FIMNY.org – Pendidikan dan Pelatihan Dasar Hukum (DIKLATSARKUM) merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh Pengurus Pusat Studi dan Konsultasi Hukum (PSKH) Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, agenda tersebut salahsatu tujuannya yaitu untuk melahirkan regenerasi anggota Pusat Studi dan Konsultasi Hukum (PSKH) Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dalam rangkaian kegiat tersebut diharapkan mencetak calon anggota Pusat Studi dan Konsultasi Hukum (PSKH) Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta yang militan dalam dunia hukum, karena saat acara itu rangkaian materi tentang profesi hukum disuguhkan untuk calon anggota baru tersebut.

Berangkat dari suatu harapan diatas, Pengurus Pusat Studi dan Konsultasi Hukum (PSKH) Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan “DIKLATSARKUM XIII 2014” dengan mengangkat tema “Menumbuhkan Kader Hukum yang Progresif dan Berintegritas Tinggi untuk Mewujudkan Cita Hukum Indonesia” pada Hari Jumat-Minggu, Tanggal 18-20 April 2014 mulai pukul 08.00-Selesai. Pada kesempatan itu hadir pula para alumni Pusat Studi dan Konsultasi Hukum (PSKH) Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam rangka temu anggota – calon anggota – serta alumni, tepatnya pada hari Sabtu, 19 April 2014 pukul 21.00-selesai dilokasi dan tempat yang sama.

Acara “DIKLATSARKUM XIII 2014” tersebut berlangsung sangat lancar dihadiri oleh seluruh calon anggota baru, anggota dan pengurus PSKH serta hadir pula dalam acara tersebut para alumni PSKH dari masa kemasa. Acara seminar tersebut berlangsung dengan meriah dimana terjadi interaksi yang aktif antara para pemateri dan para peserta.

Acara  DIKLATSARKUM XIII 2014 tersebut dipersembahkan oleh Pengurus Pusat Studi dan Konsultasi Hukum (PSKH) Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam rangka “mencetak regenerasi PSKH”, diselenggarakan di Pondok Pemuda Ambarbinangun, Bantul, Daeraah Istimewa Yogyakarta.


Sumber Foto.

Suasana saat berlangsung acara

Fakultas Syariah dan Hukum UIN Suka Gelar Public Lecture

Yogyakarta, FIMNY.org – Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan “Public Lecture” dengan mengangkat tema “Current Debate on Constitutional Law and the Issue of Sharia in the Arab Spring” pada Hari Jumat, Tanggal 11 April 2014 mulai pukul 08.00-Selesai. Pada kesempatan itu mendatang pemateri yang memang ahli dibidangnya, yaitu: Prof. Boudouin Dupret, guru besar dari Perancis. Beliau didampingi oleh Dr. Ayang, beliau sudah menyelesaikan Stata Dua (S2) dan Strata tiga (S3)nya di Perancis dan saat ini sedang mengambil program postdoctoralnya di Harvard University dan Boston University, pada kesempatan kali ini, Public Lecture dimoderatori oleh Muhrisun, S.Ag., BSW., M.Ag., MSW., Ph.D. (Dosen Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta).

Acara “Public Lecture” tersebut berlangsung sangat lancar dihadiri oleh ratusan orang, hadir pula dalam acara tersebut Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta bapak Noorhaidi Hasan, MA., M. Phil., Ph.D. Pada saat acara Public Lecture tersebut, berlangsung dengan meriah dimana terjadi interaksi yang aktif antara para pemateri dan para peserta yang hadir.

Acara  tersebut dipersembahkan oleh Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dan berlangsung di Teatrikal Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Sumber Foto.
Suasana usai acara berlangsung.

BEMJ Muamalah Gelar Seminar dan Peluncuran BLC

 Yogyakarta, FIMNY.org – Selamat datang Business Law Centre (BLC) sebagai lembaga baru di Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hadirnya Business Law Centre (BLC) diharapkan untuk mewadahi kreatifitas mahasiswa Muamalah dalam hal mengembangkan kajian akademik, sebagai laboratorium praktik dan secara pragmatik juga menyiapkan perlombaan-perlombaan dalam bidang hukum bisnis baik lokal, regional, nasional maupun internasional.

Berangkat dari suatu harapan diatas, Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEMJ) Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Jurusan Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan “Seminar dan Peluncuran Business Law Centre (BLC)”. Seminarnya dengan mengangkat tema “Perlindungan Konsumen terhadap Layanan Telekomunikasi” pada Hari Rabu, Tanggal 16 April 2014 mulai pukul 08.00-Selesai. Pada kesempatan itu mendatang pemateri yang memang ahli dibidangnya, yaitu: pemateri pertama J. Widiantoro (mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Atmajaya Yogyakarta), pemateri kedua Dwi Priyono (Lembaga Konsumen Yogyakarta), pemateri ketiga  RM. Agung Harimurti (dari Balai Besar Pengkajian, Komunikasi dan Informatika) serta dimoderatori oleh Saifuddin, S.H.I., M.Si. (Dosen Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta).

Acara “Seminar dan Peluncuran Business Law Centre (BLC)” tersebut berlangsung sangat lancar dihadiri oleh ratusan orang, hadir pula dalam acara tersebut Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta bapak Noorhaidi Hasan, MA., M. Phil., Ph.D. Pada saat acara seminar tersebut, berlangsung dengan meriah dimana terjadi interaksi yang aktif antara para pemateri dan para peserta yang menanyakan terkait Perlindungan Konsumen yang terjadi di Indonesia.

Acara  tersebut dipersembahkan oleh Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEMJ) Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Jurusan Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam rangka “Peluncuran Business Law Centre (BLC)”, diselenggarakan di Gedung Convention Hall Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.



 Para Pemateri dan Moderator
Suasana saat berlangsung Acara

FIMNY Gelar Diskusi Politik Lokal dan Otda

Yogyakarta, FIMNY.org – Budaya diskusi dan mengasah keilmuan merupakan rutinitas yang intens dilakukan Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY), pada kesempatan kali ini FIMNY mencoba menggali dan mendiskusikan terkait Politik Lokal dan Otonomi Daerah. Mendengar dua kata “otonomi daerah”, alangkah lebih baiknya sedikit kita memberikan definisi dari otonomi daerah itu sendiri. Otonomi daerah merupakan hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mengaturnya.

Melirik pada Pasal 18 ayat 2 UUD 1945, disana terdapat dua nilai dasar yang dikembangkan dalam UUD 1945 berkenaan dengan pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah di Indonesia, kedua nilai dasar tersebut adalah sebagai berikut: point pertama, yaitu Nilai Unitaris, yang diwujudkan dalam pandangan bahwa Indonesia tidak mempunyai kesatuan pemerintahan lain di dalamnya yang bersifat negara (“Eenheidstaat”), yang berarti kedaulatan yang melekat pada rakyat, bangsa dan negara Republik Indonesia tidak akan terbagi di antara kesatuan-kesatuan pemerintahan; dan point kedua, yaitu Nilai dasar Desentralisasi Teritorial, dari isi dan jiwa pasal 18 Undang-undang Dasar 1945 beserta penjelasannya sebagaimana tersebut di atas maka jelaslah bahwa Pemerintah diwajibkan untuk melaksanakan politik desentralisasi dan dekonsentrasi di bidang ketatanegaraan.

Berangkat dari suatu harapan diatas, Pengurus Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) tergerak hatinya untuk menyelenggarakan “Diskusi Rutin” dengan mengangkat tema “Politik Lokal dan Otonomi Daerah Pada Sektor Ekonomi” pada Hari Minggu, Tanggal 13 April 2014 mulai pukul 18.00-Selesai. Pada kesempatan kali ini yang menjadi pemantiknya yakni saudara Sahrudin, S.E. (Mahasiswa Pascasarjana Magister Ekonomi Pembangunan Fakutas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta), serta didampingi oleh moderator saudara Dedi Purwanto.

Pada kesempatan itu, Sahrudin selaku pemantik mengupas beberapa undang-undang dari segi politik lokal dan otonomi daerah, dalam kesempatan tersebut beberapa undang-undang yang coba dikupas sekilas yakni Undang-undang Otonomi Daerah dan Undang-undang Pemerintah Desa.

Acara “Diskusi Rutin” tersebut berlangsung sangat lancar dihadiri oleh seluruh kader Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY), hadir pula dalam acara tersebut senior Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) kakanda Jamaludin, S.E.I., M.Ec.Dev. Acaranya pun berlangsung dengan meriah dimana terjadi interaksi yang aktif antara pemantik dan para anggota Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) yang menanyakan serta menggambarkan kondisi politik lokal dan otonomo daerah yang terjadi saat ini.

Acara “Diskusi Ruti” tersebut dipersembahkan oleh Pengurus Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) dalam rangka memfasilitasi para kadernya dalam hal pengembangan keilmuan dan melatih jiwa dan antusiasme dalam berdiskusi, acara tersebut diselenggarakan di Asrama Keluarga Pelajar Mahasiswa (KEPMA) Bima-Yogyakarta beralamat di Jalan Gondosuli, Baciro, Kota Yogyakarta.

DPC PERMAHI Yogyakarta Gelar Pelatihan Pembuatan Surat Kuasa

Yogyakarta, FIMNY.org – Menopang peningkatan pemahaman para kader dibidang hukum merupakan bagian terpenting yang dilakukan pengurus Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Yogyakarta (DPC PERMAHI Yogyakarta). Kesempatan kali ini DPC PERMAHI Yogyakarta mencoba memberikan pemahaman para kadernya dalam hal “Pembuatan Surat Kuasa”. Sekilas, secara sederhana definisi dari surat kuasa merupakan surat yang berisi pelimpahan wewenang dari seseorang atau pejabat tertentu kepada seseorang atau pejabat lainnya. Pelimpahan wewenang tersebut dapat mewakili pihak yang memberi wewenang.

Berangkat dari suatu harapan dan kegelisahan diatas, Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Yogyakarta (DPC PERMAHI Yogyakarta) tergerak hatinya untuk menyelenggarakan “Pelatihan Pembuatan Surat Kuasa Khusus” pada Hari Sabtu, Tanggal 19 April 2014 mulai pukul 15.00-Selesai. Pada kesempatan kali ini yang menjadi pemantiknya yakni saudara Sugiarto, S.H. (Ketua Umum DPC PERMAHI Yogyakarta/Staf Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta).

Pada dasarnya, Sugiarto, selaku pemantik pada kesempatan ini, menyampaikan materi “Pelatihan Pembuatan Surat Kuasa Khusus” merujuk pada 19 (sembilan belas) point/standar penting yang ditentukan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI).

Sembilan belas point/standar tersebut yakni: point pertama, Mencantumkan Judul; point kedua, Menjelaskan Identitas Pemberi Kuasa (nama dan alamat jelas); point ketiga, Menegaskan Penyebutan Sebagai Pemberi Kuasa; point kelima, Menegaskan Pemilihan Domisili Hukum Oleh Pemberi Kuasa; point keenam, Menyebutkan Nama Penerima Kuasa; point keenam, Menegaskan dari Mana Penerima Kuasa (sebagai advokat dari kantor apa); point ketujuh, Penegasan Tentang “Bertindak Sendiri-Sendiri Atau Bersama-Sama”; point kedelapan, Menegaskan Penyebutan Sebagai Penerima Kuasa; point kesembilan, Penyebutan Kata-Kata Khusus; point kesepuluh, Menegaskan Pengertian Bahwa Kuasa untuk Mewakili/Kuasa Untuk Apa (Menyebutkan mengajukan gugatan atau tidak).

Selanjutnya yakni point kesebelas, Menegaskan Pengadilan Negeri Mana; point keduabelas, Mencantumkan Identitas Tergugat; point ketigabelas, Kasus Tentang Apa (Wanprestasi Atau Perbuatan Melawan Hukum); point keempatbelas, Mencantumkan Hak Substitusi; point kelimabelas, Mencantumkan Hak Retensi; point keenambelas, Tanggal Pemberian Kuasa; point ketujuhbelas, Kolom Nama/Tanda Tangan Penerima Kuasa; point kedelapanbelas, Kolom Nama/Tanda Tangan Pemberi Kuasa; point kesebilanbelas, Penempatan Materai (Harus mencantumkan Rp. 6.000).

Acara “Pelatihan Pembuatan Surat Kuasa Khusus” tersebut berlangsung sangat lancar dihadiri oleh kurang lebih 30 Anggota DPC PERMAHI Yogyakarta, hadir pula dalam acara tersebut Ketua II Bagian Eksternal Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Yogyakarta (DPC PERMAHI Yogyakarta) saudara M. Jamil. Acaranya pun berlangsung dengan meriah dimana terjadi interaksi yang aktif antara pemantik dan para anggota DPC PERMAHI Yogyakarta yang menanyakan terkait pelatihan tersebut.

Acara “Pelatihan Pembuatan Surat Kuasa Khusus” tersebut dipersembahkan oleh Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Yogyakarta (DPC PERMAHI Yogyakarta) dalam rangka memfasilitasi para kadernya dalam hal pengembangan keilmuan di bidang hukum, diselenggarakan di Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Yogyakarta (DPC PERMAHI Yogyakarta), yang beralamat di Jln. Dr. Sutomo No. 57 Komplek Gedung Bioskop Mataram Blok B3, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Foto bersama usai Pelatihan

DPC PERMAHI Yogyakarta Gelar Dialog Interaktif Peringati HUT Ke-32

Yogyakarta, FIMNY.org – Mahasiswa Fakultas Hukum Se-Daerah Istimewa Yogyakarta yang tergabung dalam wadah Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Yogyakarta (DPC PERMAHI Yogyakarta) memiliki tujuan penting yaitu mempertajam atau mengasah pengetahuan di bidang hukum dan mengabdi pada masyarakat.

Terkait salah satu tujuannya yaitu “mengasah pengetahuan di bidang hukum”, oleh karenanya DPC PERMAHI Yogyakarta tergerak hatinya mengadakan Dialog Interaktif, kegiatan Dialog Interaktif ini merupakan Rangkaian dari Peringatan Hari Ulang Tahun yang ke-32 Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Yogyakarta (DPC PERMAHI Yogyakarta), dengan harapan kader anggota baru bisa terbekali lebih awal mengenai gejala-gejala atau persoalan-persoalan yang akan mereka hadapi bilamana kelak menghadapi dunia nyata usai lulus, dalam hal ini, karena dari awal kepengurusan DPC PERMAHI Yogyakarta berkeinginan atau bertekat untuk mengawal isu-isu serta kasus-kasus Pertanahan khususnya yang terjadi di Yogyakarta.

Berangkat dari suatu harapan dan kegelisahan diatas, Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Yogyakarta menyelenggrakan Dialog Interaktif dengan mengangkat tema “Membedah Kasus-Kasus Pertanahan Di Daerah Istimewa Yogyakarta” pada Hari Sabtu, Tanggal 22 Maret 2014 mulai pukul 08.00-Selesai dengan mendatangkan Pembicara yang memang ahli di bidangnya yaitu, Herdaru Manfa Luthfie, S.H., M.Kn., selain pemateri tersebut hadir juga Paguyuban Rakyat Kampung Basis Pinggiran Sungai (PAKU BANGSA) Daerah Istimewa Yogyakarta bapak M. Dalikan. Dalam kesempatan ini bapak M. Dalikan berkesempatan memberikan testimonial tentng kondisi kasus-kasus pertanahan yang dialami masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya masyarakat menengah kebawah yang bertempat tinggal di bantaran pinggir kali yang ada di Yogyakarta, seperti Kali Code, Kali Mbedog, dan lain sebagainya.

Acara Dialog Interaktif tersebut berlangsung sangat lancar dihadiri oleh kurang lebih 80 peserta, yang terdiri dari anggota DPC PERMAHI Yogyakarta dan para tamu tamu undangan, seperti BEM/LEM FH Se-DIY, SEKBER PMII, HMI, dan lain sebagainya. Acaranya pun berlangsung dengan meriah dimana terjadi interaksi yang aktif antara narasumber dan para peserta yang menanyakan terkait persoalan-persoalan tanah yang terjadi Yogyakarta.

Acara Dialog Interaktif tersebut dipersembahkan oleh Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Yogyakarta (DPC PERMAHI Yogyakarta) dalam rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Yogyakarta (DPC PERMAHI Yogyakarta), diselenggarakan di Mbedog Coffe, yang beralamat di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

 Suasana Peserta Saat Berlangsungnya Acara

 Pemateri saat memaparkan Materinya

 Suasana Peserta Saat memberikan pandangan kasus di DIY


DPC PERMAHI Yogyakarta Gelar Maperca Ke-XVII

Yogyakarta, FIMNY.org – Penggemblengan pemahaman tentang profesi hukum selalu ditanamkan pada mahasiswa hukum calon anggota DPC PERMAHI Yoyakarta, itulah yang selalu dilakukan ketika prosesi Masa Perkenalan Calon Anggota (MAPERCA) baru pada setiap tahunnya, untuk mendukung pemahaman tersebut pengurus DPC PERMAHI Yogyakarta mendatangkan pemateri profesi hukum, seperti Advokat, Jaksa, Hakim, Notaris, dan lain sebagainya.

Berangkat dari suatu harapan diatas, Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Yogyakarta menyelenggrakan Seminar Nasional dengan mengangkat tema “Melahirkan Kader Profesi Hukum Yang Profesional Berwawasan Kebangsaan dan Bermoral Pancasila” pada Hari Sabtu dan Minggu, Tanggal 29 dan 30 Maret 2014 mulai pukul 07.00-Selesai dengan mendatangkan Pembicara yang memang ahli di bidangnya yaitu :
1. M. Kamaludin Purnomo, S.H. (Notaris dan PPAT) menyampaikan materi tentang “Pentingnya Memahami dan Memaknai Profesi Hukum (Kenotariatan)”
2. Dr. H. Achiel Suyanto S, S.H., M.H., MBA. (Advokat Pribadi Sultan Hamengkubuwono X) menyampaikan materi tentang “Pentingnya Memahami dan Memaknai Profesi Hukum (Advokat)”
3. Sarwoto, S.H., M.H. (Jaksa pada Kejaksaan Negeri Yogyakarta)  menyampaikan materi tentang “Tugas dan Kewenangan Kejaksaan Republik Indonesia”
4. Heri Purwanto, S.H, M.H. (Mantan Hakim) “Pentingnya Memahami dan Memaknai Profesi Hukum (Kehakiman)
5. Anyoko W Kusumo, S.H. (Mantan Ketua Umum Kedua DPC PERMAHI YOGYAKARTA) menyampaikan materi tentang “Sejarah Lahir dan Perkembagan Organisasi PERMAHI”
6. Detkri Badhiron, SH., M.H. (Advokat/Senior DPC PERMAHI YOGYAKARTA) menyampaikan materi tentang “Membedah Kasus-Kasus Hukum di Indonesia”
7. Andi Fahrul Amsal, S.H. (Ketua Umum DPP PERMAHI) menyampaikan materi tentang “Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PERMAHI”
8. Sugiarto, S.H. (Ketua Umum DPC PERMAHI Yogyakarta) menyampaikan materi tentang “Kepermahian Kini dan Nanti”
9. Supangat, S.H. (Advokat/Demisioner Ketua Umum DPC PERMAHI YOGYAKARTA Periode 2011-2012) menyampaikan materi tentang “Manajemen Organisasi Mahasiswa Hukum”
10. Budi Darmadi, S.H. (Advokat/Demisioner Ketua II Bagian Eksternal DPC PERMAHI YOGYAKARTA Periode 2011-2012) menyampaikan materi tentang “Pentingnya Organisasi Bagi Mahasiswa Hukum”
11. Hasrul Buamona, S.H. (Advokat/Demisioner Ketua I Bagian Internal DPC PERMAHI YOGYAKARTA Periode 2011-2012) menyampaikan materi tentang “Manajemen Waktu Bagi Mahasiswa Hukum”

Selain materi-materi diatas, juga dimeriahkan oleh Komunitas Oemah Keong, yakni Menampilkan Teatrikal dan Menyumbang Lagu sebagai pelepas penat karena begitu banyaknya materi-materi yang diterima oleh para peserta. Dalam kesempatan tersebut juga ada Testimonial PPLP (Paguyuban Petani Lahan Pantai) Kulonprogo, yakni mereka menceriterakan kondisi saat ini yang mereka alami terkait masalah persoalan pertanahan yang terjadi di Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta, saat estimonial PPLP dimoderatori oleh salahsatu pengurus DPC PERMAHI Yogyakarta saudara Dedi Purwanto.

Acara MAPERCA Ke-XVII tersebut berlangsung sangat lancar dihadiri oleh 140 peserta, yang terdiri dari calon anggota PERMAHI, tamu undangan dan Senior DPC PERMAHI Yogyakarta. Acaranya pun berlangsung dengan meriah dimana terjadi interaksi yang aktif antara narasumber dan para peserta yang menanyakan terkait persoalan-persoalan yang hukum yang terjadi dewasa ini.

Acara MAPERCA Ke-XVII tersebut dipersembahkan oleh Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Yogyakarta (DPC PERMAHI Yogyakarta) dalam rangka Masa Perkenalan Calon Anggota Baru yang ke-XVII, diselenggarakan di Pondok Pemuda Ambarbinangun Bantul Yogyakarta.

Foto Bersama Usai MAPERCA XVII

Suasana Saat Materi Berlangsung

Para Anggota Baru sebelum masuk ruangan menerima Materi