Bila RASKIN Disalurkan ke Tempat BENCANA?

FIMNY.org – Ada pertanyaan dari Bung Tomo (salahsatu Masyarakat di Yogyakarta) menanyakan pada salah satu anggota FIMNY, inilah pertanyaannya: Assalamu' alaikum. Bagaimana pendapat anda ; sudah sekitar 2-3 bulan warga miskin tidak memperoleh RASKIN, perkiraan di salurkan ke tempat BENCANA , kalau memang seperti itu warga miskin menjadi bangga bisa membantu saudara saudara yang kena MUSIBAH . pertanyaan bagaimana dengan para pegawai yang EKONOMINYA SUDAH MAPAN apakah juga di mintai bantua sebesar 15 kg perbulan , kalau tidak mengapa hak warga miskin harus di ambi haknya sedangkan EKONOMINYA TDK MENENTU. Kalau memang seperti itu apa akan di calonkan kurban selanjutnya ? Kalau seperti itu sebaiknya warga miskin tak usah di beri RASKIN 15 kg per bln supaya tidak ketergantungan.


Jawaban:

Walaikum salam Bung Tomo, bagai mana kabarnya? semoga sehat selalu,, sudah lama kita tak jumpa, mudah-mudahan Bung tetap semangat dan selalu di rahmati oleh sang pemberi rahmat...aminn...

Sebelumnya terimakasih telah menanyakan pendapat saya, mudah-mudahan apa pendapat yang saya berikan bisa jadi sedikit memberi pencerahan, saya berpendapat, sebaiknya Bung Tomo menanyakan/mencari tahu dulu apa sebab musabah kenapa RASKIN itu tidak dibagikan sebagaimana mestinya (15 kg/keluarga perbulan, Red), apakah memang RASKIN tersebut disalurkan ke tempat BENCANA seperti yang bapak maksut ataukah itu hanya akal-akalan pemerintah desa (oknum) semata atau mungkin RASKIN tersebut di manfaatkan oleh orang/kelompok tertentu untuk dinikmati dirinya/kelompoknya, ataukah gimana?,,atau bisa jadi RASKIN tersebut dimanfaatkan oleh orang tertentu untuk kepentingan politik, karena mengingat saat ini tahun politik, pada dasarnya Alokasi RASKIN atau alokasi dana apapun tidak bisa dialihfungsikan begitu saja dan dengan alasan apapun tetap tidak bisa, bila mana seharusnya RASKIN itu teruntuk orang yang tergolong miskin, maka alokasi RASKIN tersebut juga seharusnya di berikan kepada orang miskin yang dimaksud, sepanjang pengetahuan dan pemahaman saya bahwasannya bila mana ada suatu bencana yang terjadi diwilayah NKRI, itu ada alokasi dana tersendiri yang disediakan oleh pemerintah teruntuk masyarakat yang terkena dampak bencana alam tersebut, dan kadangkala dalam lapangan, pemerintah tidak cepat tanggap bilamana terjadi suatu bencana diwilayah tertentu, tentunya dengan berbagaimacam kendala/penyebab, mungkin karena pemerintahnya memang belum mengetahui atau juga mungkin sudah diketahui tapi bersikap acuh tak acuh dan tak mau tahu, seharusnya sikap yang demikian tidak perlu ditanam dalam pribadi kita.

Bilamana (pertanyaan bagai dengan para pegawai yang EKONOMINYA SUDAH MAPAN apakah juga di mintai bantua sebesar 15 kg perbulan), pada dasarnya pegawai/pegawai negeri yang sudah mapan atau masyarakat biasa, bila mana dimintai sumbangan untuk masyarakat yang terkena bencana, pastinya mereka akan menyumbang dengan seikhlasnya dia menyumbang, tidak ada kewajiban mengharuskan juga tuk menyumbang seperti 15 kg yang dimaksud (red), bisa juga dia tidak menyumbang sama sekali atau bisa jadi juga dia menyumbang lebih dari 15 kg beras, dan sebagainya.

Apabila itu terbukti RASKIN itu dimanfaatkan oleh orang tertentu/kelompok tertentu atau memang dialokasikan ke tempat bencana alam, Bung Tomo atau masyarakat yang merasa dirugikan tersebut bisa melaporkan kepada pihak yang berwajib (kantor polisi terdekat), agar di proses secara hukum dan bisa jadi pelajaran berharga baik untuk masyarakat itu sendiri lebih-lebih untuk Pemerintah (Oknum) yang menyalahgunakan alokasi RASKIN tersebut, agar dengan kejadian tersebut tidak adalagi yang terlanggar haknya..

(Bung Tomo: Kalau seperti itu sebaiknya warga miskin tak usah di beri RASKIN 15 kg per bln supaya tdk ketergantungan)....==>

Disatu sisi dengan adanya RASKIN 15 kg tersebut akan sangat membantu warga miskin yang benar- benar membutuhkan, tapi disisi lain terkadang dalam kenyataannya dilapangan penyebaran atau Alokasi RASKIN tersebut tidak sesuai harapan (terkadang orang yang berada pun mendapatkan RASKIN itu, dengan alasan memiskinkan dirinya),, itu juga bisa menyebabkan masyarakat tersebut ketergantungan dengan RASKIN tersebut,,, sebagai pandangan saya mungkin alangkah baiknya Alokasi dana untuk RASKIN itu diganti dengan alokasi dana untuk membangun atau mengembangkan ekonomi kerakyatan, dengan adanya pengembangan hasil dari Ekonomi kerakyatan itu bisa jadi keuntungan tersendiri bagi masyarakat. tidak akan ada lagi seperti yang awalnya masyarakat hanya menunggu RASKIN untuk menyambung hidupnya, dengan adanya pengembangan ekonomi kerakyatan malah sebaliknya masyarakat akan menikmati senidiri hasilnya, dan malahan masyarakat itu akan terangkat ekonominya lebih baik lagi bahkan bisa menyumbang untuk negara...