Home » » Ibn Khaldun Bapak Sosiologi Awal

Ibn Khaldun Bapak Sosiologi Awal

Yogyakarta, FIMNY.org – Orang atau para sejarahwan tidak dapat memastikan kapan sosiologi itu lahir. Manusia telah memikirkan dan membangun teori tentang kehidupan sosial sejak zaman awal dalam sejarah. Namun, menurut tradisi yang berkembang saat ini bahwa sosiologi lahir atau menemukan pemikir yang secara jelas dapat disebut sosiolog yaitu pada tahun 1800-an. Revolusi politik (Perancis 1789) yang berlangsung sepanjang abad 19 merupakan salah satu faktor besar perannya dalam perkembangan teori-teori sosiologi.

Kelahiran sosiologi kerap kali dikaitkan dengan seorang filsuf Perancis yaitu Auguste Comte (1798-1857) yang dengan kreatifnya telah menyusun sintesis berbagai macam aliran pemikiran, yang kemudian mengusulkan untuk mendirikan ilmu tentang masyarakat dengan dasar filsafat yang kuat, untuk mengkaji gejala-gejala sosial (lihat. Sunyoto Usman, Sosiologi Sejarah, Teori, dan Metodologi, Pustaka Pelajar, 2012).

Tetapi, E. Durkheim-lah yang meletakkan sosiologi ke atas dunia empiris dan melepaskanya dari pengaruh aliran filsafat Auguste Comte. Melaui  kedua karya besarnya yaitu suicide (1951) merupakan hasil karya empiris terhadap gejala bunuh diri sebagai suatu fenomena sosial dan The Rule Of Sociological Method (1964) tentang konsep-konsep dasar metode yang dapat dipakai untuk melakukan penelitian empiris dalam lapangan sosiologi. Kedua karya inilah yang menempatkan sosiologi sebagai ilmu yang berdiri sendiri. (lihat. George Ritzer, sosiologi ilmu pengetahuan berparadigma ganda, PT Raja Grafindo Persada, 2011). Artinya, Auguste Comte berjasa pada pemberian nama sosiologi yang  berasal dari kata Latin socius (kawan atau sesama) dan dari kata Yunani logos (ilmu atau cerita). Jadi, pada awalnya sosiologi berarti bercerita tentang teman atau kawan (Masyarakat).

Namun, kalaupun kita menelusuri (mempelajari) sejarah munculnya dan berkembangnya ilmu pengetahuan pada umumnya dan sosiologi pada khususnya secara cermat dan mendalam. Maka, sesungguhnya ilmuan yang pertama kali mempelajari dan melakukan penelitian empiris tentang masyarakat maupun gejala-gejala yang ada didalamnya adalah Ibn Khaldun (sebagimana yang dilakukan oleh E. Durkheim dan para sosiolog saat ini) yang hidup beberapa abad sebelum Auguste Comte maupun E. Durkheim.

Ibn Khaldun lahir di Tunisia, Afrika Utara, 27 Mei 1332. Semasa hidupnya ia membatu berbagai Sultan di Tunisia, Maroko, Spanyol, dan Aljazair sebagai duta besar, bendaharawan, dan sebagai anggota dewan penasehat Sultan. Ibn Khaldun pernah di angkat menjadi guru di Pusat Studi Islam Universitas Al-Ajhar Kairo, karena kemashurannya. Dalam mengajarkan Sosiologi dan masyarakat Ibn Khaldun menekankan pentingnya menghubungkan pemikiran sosiologi dan observasi sejarah. Ibn khaldun telah menghasilkan berbagai karya yang mirip dengan pemikiran para sosiolog zaman sekarang. Ia melakukan studi ilmiah tentang masyarakat dan riset empiris maupun meneliti sebab-sebab fenomena sosial. Ia memusatkan perhatiannya pada lembaga-lembaga sosial (politik dan ekonomi) dan hubungannya dengan lembaga-lembaga sosial itu. Bahkan ia pernah melakukan studi perbandingan tentang masyarakat primitif dan moderen. (lihat. George Ritzer & Douglas J. Goodman, Teori Soiologi Moderen edisi VI, Jakarta Kencana, Cetakan IV, 2007). Jadi, berdasarkan uraian tadi diatas maka sesungguhnya bapak sosiologi yang pertama (awal) adalah Ibn Khaldun, karena telah melakukan studi ilmiah, riset empiris, perbandingan masyarakat modern dan primitif dan hubungan lembaga sosial dengan masyarakat. Hanya saja Ibn Khaldun tidak pernah mencetuskan istilah sosiologi. Tetapi, telah melakukan kegiatan keilmuan yang berkaitan dengan masyarakat itu lebih awal dan mendahului para sosiolog setelahnya maupun para sosiolog modern sekarang ini.





* Penulis : Agus Salim, Anggota Bidang Sumber Daya Manusia Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY), Mahasiswa Jurusan Sosiologi, FISHUM, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

0 komentar:

Posting Komentar