Home » , » Mewujudkan Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Kepribadian Bangsa

Mewujudkan Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Kepribadian Bangsa

Yogyakarta, FIMNY.org – Seperti yang kita ketahui bersama bahwasannya point-point pancasila terdiri dari 5, adapun kelima poin tersebut adalah: (1) Ketuhanan yang maha esa; (2) Kemanusiaan yang adil dan beradab; (3) Persatuan Indonesia; (4) Kerakyatan yang dipinpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan; (5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pada tanggal 1 Oktober 2013 beberapa minggu yang lalu masih teringat dibenak kita, bahwa hari tersebut merupakan hari kesaktian pancasila, dengan harapan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya selalu kita aktualisasikan dalam bentuk ucapan dan tindakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan melihat kondisi yang sekarang ini semakin menjadi tantangan ke depan, karena nilai pancasila semakin terkooptasi oleh modernisasi yang tidak berkarakter.

“Rumah kita adalah Indonesia, itu harus dimunculkan dalam bentuk falsafah hidup. Jangan sampai seperti global citizen, kerja dimana dan tinggal dimana mengikuti tempat itu, harus ada identitas sebagai bangsa Indonesia.”

Untuk itu, implementasi Pancasila sebagai falsafah hidup coba diwujudkan antara lain melalui menyanyikan lagu “Indonesia Raya” setiap akan dimulainya rapat. "Minimal ada satu atau dua kalimat yang menyentuh hati, dan diimplementasikan dalam kehidupan.

Makna yang ingin dikedepankan pada setiap kali peringatan ini adalah bagaimana memperkokoh Pancasila sebagai sumber nilai jati diri bangsa dan sebagai pondasi sekaligus acuan dalam mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur dan sejahtera bersama tiga pilar dan konsensus nasional lainnya yaitu UUD 1945,  Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Dalam Ikrar disebutkan, bahwa sejak di proklamasikan  Kemerdekaan Negara  Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan, kekurangwaspadaan Bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya untuk menumbangkan Pancasila sebagai Ideologi Pancasila. Dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai luhur Ideologi Pancasila, Bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tujuan dahulu dicetus¬kan pancasila oleh para pendiri bangsa kita (founding father) yaitu  karena mereka memiliki cita-cita bahwa nilai-nilai fundamental yang digali dari warisan sejati bangsa bisa membuat Indonesia melesat, andaikata funda¬men dasar itu dijadikan landasan pijak (common platform, atau kalimatun sawa). Namun kenyataan sekarang, ditengah gejolak sosial dan aspek-as¬pek dinamis mobilitas yang terjadi dalam masyara¬kat nilai-nilai pancasila kurang di anut lagi oleh kita, bahkanmemicu untuk dilakukan penafsiran-penaf¬siran yang kontekstual terhadap perkembangan jaman. Secara historis nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila sebelum dirumuskan dan di sahkan, secara objektif historis telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri. Dalam hal ini berarti bang¬sa Indonesia merupakan kausa materialis Pancasila.

Yang menjadi tantangan sekarang ini adalah bagaimana mempertahankan nilai-nilai Pancasila sesuai dengan konteks perkembangan jaman. Hal ini sangatlah penting agar nilai-nilai Pancasila dapat ditumbuhkembangkan untuk menjawab tantangan jaman. (Jamaludin/FIMNY)

0 komentar:

Posting Komentar