Sebuah Refleksi di Hari Kesaktian Pancasila

Yogyakarta, FIMNY.org – Kita ketahui bersama bahwasannya Pancasila merupakan ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari bahasa Sanskerta: yaitu pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Jadi secra sederhana dapat diartikan bahwasannya Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam paragraf ke-4 Pembukaan (Preambule) Undang-undang Dasar 1945 tercantum dengan jelas Lima sendi utama penyusun Pancasila, diantaranya Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hari ini pada Tanggal 01 Oktober 2013 genap sudah 48 Tahun Hari Kesaktian Pancasila (01 Oktober 1965-01 Oktober 2013), yang mana pada tanggal 30 September 1965, seperti sejarah mencatat bahwasannya pada tanggal tersebut terjadi insiden yang dinamakan Gerakan 30 September (G30S). Insiden ini sendiri masih menjadi perdebatan di tengah lingkungan akademisi mengenai siapa penggiatnya dan apa motif dibelakangnya. Akan tetapi otoritas militer dan kelompok reliji terbesar saat itu menyebarkan kabar bahwa insiden tersebut merupakan usaha PKI mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis, untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia dan membenarkan peristiwa Pembantaian di Indonesia 1965–1966.

Pada tanggal 30 September 1965 tersebut, enam Jendral dan 1 Kapten serta berberapa orang lainnya dibunuh oleh oknum-oknum yang digambarkan pemerintah sebagai upaya kudeta. Gejolak yang timbul akibat G30S sendiri pada akhirnya berhasil diredam oleh otoritas militer Indonesia. Pemerintah Orde Baru kemudian menetapkan 30 September sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September G30S dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Dewasa ini, yang perlu kita lakukan pemuda/mahasiswa sebagai ujung tombak penerus bangsa, wajib dan harus menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila dan melestarikan serta mengamalkannya, agar dalam jiwa dan nadi anak bangsa selalu tertanam dan bersemayam selalu Pancasila dalam dirinya. Mari menggandeng tangan, menyatukan ide, gagasan serta tindakan demi tujuan bersama yaitu menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia.


== Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) mengucapkan Selamat Memperingati Hari Kesaktian Pancasila 01 Oktober 2013 ==

Sebuah Refleksi di Hari Tani

Yogyakarta, FIMNY.org – Bumi, Air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Dalam momentum hari Agraria ini, mari kita refleksikan sudah sejauh mana Bumi, Air dan kekayaan alam yang telah di amanahkan oleh UUD 45 tersebut direalisasikan untuk kemakmuran rakyat. mari bersama-sama memperjuangkan apa yang bisa memakmurkan rakyat dengan cara dan kadar kemampuan masing-masing.

Pertama: Penegak Hukum memperjuangkan dengan cara menegakkan hukum tanpa pandang bulu, karena pada dasarnya masyarakat itu sama dihadapan hukum, sama halnya seperti sang penipta alam semesta memandang manusia itu sama, yang membedakan diantaranya hanyalah kadar keimanan masing-masing...

Kedua: Pemuda dan Mahasiswa, mengkritisi dan mengkaji apa-apa kebijakan yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat dan memberikan solusi dari persoalan-persoalan tersebut.

Ketiga: Masyarakat pada umumnya, pada dasarnya masyarakat sendirilah yang paling tahu terkait persoalan yang dihadapi dilapangan, dengan adanya persoalan-persoalan tersebut harus turut andil dalam mewujudkan negara yang adil, makmur dan sejahtera, oleh karena itu, apabila ada suatu ketimpangan yang dilakukan, baik oleh masyarakat itu sendiri maupun ketimpangan-ketimpangan yang dilakukan oleh pemenrinta atau penegak hukum, wajib dan harus diaporkan kepada pihak yang berwajib dan atau pihak yang memang independen dalam mengambil suatu tindakan, sebagai contoh: bila ada suatu ketimpangan pelayanan publik salahsatunya bisa dilaporkan ke Lembaga Ombusman Daerah/Provinsi, dan yang lebih dekat lagi sama masyarakat yaitu LSM-LSM, atau organisasi-organisasi masyarakat lainnya..

== Forum Intelektual muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) mengucapkan Selamat Memperingati Hari Agraria Nasional (Hari Tani) 24 September 2013 ==

Mengenal Organisasi Etnis IKPMD Indonesia Yogyakarta

Yogyakarta, FIMNY.org –Yogyakarta merupakan daerah yang terkenal dengan selogannya sebagai Kota Pendidikan, karena banyak tokoh-tokoh nasional yang telah lahir dari hasil didikan di kota gudek ini. Berbagai organisasi lahir di kota ini, baik itu Organisasi Mahasiswa (Ormawa), Organisasi Masyararakat (Ormas) maupun Organisasi yang berbasis kedaerahan (organisasi etnis), dalam organisasi etnis itu sendiri terdiri dari kurang lebih ratusan organisasi, yang salah satu organisasi etnis tersebut adalah organisasi “Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah Indonesia Yogyakarta yang disingkat IKPMD Indonesia Yogyakarta”.

Sebagai generasi penerus berkewajiban menjadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi,motivasi, dan nilai kesadara dalam bernegara, dan bermasyarakat untukmelakukan segala tindakan guna memperbaiki keadaan yang lebih baik sesuai dengan panggilan sejarah bangsa. Organisasi IKPMD Indonesia Yogyakarta yang dibangun sebagai wadah perekat kesatuan dan persatuan antara pelajar dan mahasiswa daerah Indonesia yang diwakili dari utusan IKPM-IKPM daerah di Yogyakarta,karena pelajar dan mahasiswa merupakan bagian yang tak terpisahkan dari generasi muda, yang memiliki tanggung jawab yang sama dalam penyelenggaraan pembinaan dan pengembangan generasi muda pada umumnya menuju terwujudnya generasi muda yang berkualitas juga turut serta berpartisipasi dan bertanggungjawab untuk melanjutka dan melaksanakan cita-cita pemuda serta mempersiapkan tunas-tunas bangsa yang mandiri, kritis, dinamis, demi tercapainya masa depan yang lebih baik. (Bunyi Pembukaan AD/ART IKPMD Indonesia Yogyakarta).

Organisasi “Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah Indonesia Yogyakarta (IKPMD Indonesia Yogyakarta)” merupakan Organisasi yang berbasis kedaerahan (organisasi etnis) yang berkedudukan di  Daerah Istimewa Yogyakarta dan didirikan di Yogyakarta pada Tanggal 8 Februari 2004 untuk yang tidak terbatas.

Sesuai dengan bunyi Pasal 11 Anggaran Dasarnya, Organisasi ini berfungsi sebagai wadah komunikasi bagi Pelajar dan Mahasiswa daerah dari seluruh Indonesia yang berada di Yogyakarta. Jadi mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang berada di Yogyakarta pasti mempunyai perwakilan untuk menjadi pengurus di organisasi ini.

Sesuai dengan bunyi Anggaran Dasar IKPMD Indonesia Yogyakarta BAB II tentang Azas, Sifat dan Kedaulatan, IKPMD Indonesia Yogyakarta berasaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 serta serta bersifat Demokrat, Kedaerahan dengan semangat Kekeluargaan, dan Kedaulatan IKPMD Indonesia Yogyakarta berada di tangan Anggaran IKPM yang diwujudkan dengan KONGRES IKPMD Indonesia. Degan adanya organisasi ini semua pelajar mahasiswa di seluruh penjuru Indonesia yang berada di kota Yogyakarta bisa mengenal satu sama lain, bisa bercanda tawa dan mengasah khasanah keilmuannya dalam satu bingkai yang utuh yaitu dalam bingkai organisasi IKPMD Indonesia Yogyakarta.

lebih lanjut bunyi dalam Anggaran Dasarnya pasal 7 dan pasal 8, IKPMD Indonesia Yogyakarta Visi “terciptanyanya komunikasi dilingkup IKPMD Indonesia Yogyakarta dan bermanfaat bagi Pelajar Mahasiswa pada khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya” serta Misi “Untuk menyatukan visi Pelajar Mahasiswa daerah dalam mewujudkan demokrasi dan Mendorong terciptanya sistem Indonesiaan yang berpihak pada masyarakat lokal”.

IKPMD Indonesia Yogyakarta bertujuan untuk terbinanya Persatuan dan Kesatuan mahasiswa daerah yang berlandaskan pluralitas serta mengakui adanya nilai-nilai local. Dalam memperlancar roda organisasinya, IKPMD Indonesia Yogyakarta periode 2013-2014 dipimpin atau diketuai oleh sahabat Munajar yang berasal dari Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat, adapun periode sebelumnya IKPMD Indonesia Yogyakarta dipimpin oleh Abdul Rahim.

FIMNY: Prosesi LPJ Kepengurusan Periode 2011-2013


Para Pengurus FIMNY periode 2011-2013 saat LPJ
Yogyakarta, FIMNY.org – Musyawarah Besar Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (MUBES FIMNY) merupakan forum tertinggi dalam pengambilan kebijakan dan keputusan pada organisasi Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta, dalam momentum MUBES ini juga pengurus satu periode sebelumnya juga akan menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ). Adapun laporan pertanggungjawaban Kepengurusan Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) Periode 2011-2013 kali ini terlaksana pada Hari Sabtu Tanggal 28 September 2013 pukul 20.00 WIB bertempat di aula kantor Dewan Pimpinan Cabang Partai Golongan Karya Kota Yogyakarta (Depan POM Bensin Lempuyangan) Yogyakarta.

Dalam berjalannya laporan pertanggungjawaban Kepengurusan Periode 2011-2013, ketua umum Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (yang sekarang demisioner, saudara Buhari Muslim, red) menyampaikan gambaran secara umum prosesi berjalannya Kepengurusan Periode 2011-2013, dia memaparkan dinamika-dinamika dalam internal kepengurusan, maupun dinamika-dinamika yang muncul di eksternal kepengurusan, perihal perstasi-pertasi maupun kendala-kendala yang terjadi selama satu periode juga dia ceritakan atau gambarkan secara gambling. Usai ketua umum menyampaikan LPJnya, maka kekretarisnya juga saudara Dedi Purwanto menyampaikan hasil maupun kendala yang dialami satu periode sebagai gambaran dari tugas dan tanggungjawab yang diembannya. Lebih lanjut bendahara juga menyampaikan pertanggungjawabannya atas pengelolaan keuangan dan Pengawas keuangan selama kepengurusan Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta periode 2011-2013.

Prosesi laporan Pertanggungjawaban Pengurus harian (Ketua, Sekretaris, Bendahara) telah usai, dilanjutkanlah laporan Pertanggungjawaban Pengurus bidang-bidang, dalam hal ini yang pertama menyampaikan laporan Pertanggungjawaban yaitu dari Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Didang SDM memaparkan perihal realisasi program kerja yang dijalankannya selama satu periode, dan program terbesar yang dilaksanakan oleh Bidang SDM yaitu “Seminar Nasional”, mengangkat tema “Membuka Tabir Hitam Pelanggaran Hak Asasi Manusia” dengan mendatangkan para pembicara yang memang ahli dalam bidangnya yaitu; (1) Bapak Rudianto, Bc.IP.,S.H.,M.Hum (Kepala Kantor wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta), (2) Arini Rabbi Izzati, SH (PUSat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia), (3) Rio Rama Baskara, S.H. (Pengacara Kasus Penembakan LP Cebongan), dan dimoderatori oleh saudara Sugiarto (Ketua Umum Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Iindonesia Yogyakarta).

Perihal yang sama juga dilakukan oleh Bidang Olahraga dan Bidang Humas, mereka menyampaikan dengan seksama perihal tugas-tugas yang diembannya, dan pada puncak acara Laporan Pertanggungjawaban Kepengurusan FIMNY Periode 2011-2013, pimpinan sidang yang mengatur jalannya Laporan Pertanggungjawaban menanyakan perihal apakah laporan Pertanggungjawaban Kepengurusan FIMNY Periode 2011-2013 diterima atau tidak, dan pada akhirnya para peserta sidang menyepakati bahwasan laporan Pertanggungjawaban Kepengurusan FIMNY Periode 2011-2013 dapat diterima tanpa syarat.


Semaraknya Lantunan Indonesia Raya Saat Pembukaan MUBES Ke-VI FIMNY

Nurhaida, lagi iringi lagu Indonesia Raya
Yogyakarta, FIMNY.org – Lagu Indonesia Raya merupakan lagu wajib Nasional Indonesia, lagu tersebut juga dinyanyikan oleh para peserta Musyawarah Besar Ke-IV Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) Periode 2013-2014 pada Hari Sabtu dan Minggu Tanggal 28-29 September 2013 bertempat di aula kantor Dewan Pimpinan Cabang Partai Golongan Karya Kota Yogyakarta (Depan POM Bensin Lempuyangan) Yogyakarta. Acara MUBES KE-IV FIMNY tersebut mengangkat Tema “Merevitalisasi Gerakan Keilmuan untuk Melahirkan Generasi Ulil Albaab Berjiwa Nasionalis”.

Karena kader FIMNY adalah kader berjiwa nasionalis, maka tiap mau memulai acara seremonial pasti menyanyikan lagu wajib nasional, (ungkap Kabid SDM FIMNY). Yang memimpin nyanyikan lagu (dirijen) tersebut adalah saudari Nurhaida, dia juga sebagai Bendahara dalam kepengurusan Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) Periode 2011-2011, dengan adanya MUBES KE-IV FIMNY ini, maka berakhir pula masa jabatannya sebagai bendahara Umum Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) Periode 2011-2013.

Saat berlangsungnya nyanyian lagu Indonesia Raya tersebut, para peserta MUBES KE-IV FIMNY juga menyanyikannya dengan khidmat. Semoga jiwa nasionalis anak-anak bangsa derus terjaga dan tetap terlestari, biar tidak ada lagi ketimpangan-ketimpangan yang terjadi di masyarakat.

Para Peserta MUBES Ke-IV FIMNY saat menyanyikan lagu Indonesia Raya

FIMNY Gelar Musyawarah Besar Ke-IV

Yogyakarta, FIMNY.org – Secara personal sudah menjadi kewajiban pemuda (mahasiswa) dalam meningkatkan intelektualnya. Salah satu upaya kreatif dari mahasiswa adalah mendidik dirinya dalam berorganisasi, itu juga yang member semangat para kader Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY).

Hari ini cukup sudah masa kepengurusan periode 2011-2013, berakhirnya masa ini di tandai dengan momentum MUBES. MUBES FIMNY merupakan forum tertinggi dalam pengambilan kebijakan dan keputusan pada organisasi Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY). MUBES ini juga merupakan media refleksi dan intropeksi diri yang tidak hanya bagi pengurus tetapai bagi seluruh keluarga besar FIMNY. Semoga selama menjalankan periode kepengurusan tahun 2011-2013, semakin terpacu untuk memperbaiki diri serta mengembangkan organisasi ke arah yang lebih baik lagi.

MUBES FIMNY juga bukanlah ajang untuk saling menyalahkan, saling memojokkan serta saling mempertentangkan. Tetapi perjalanan waktu selama satu tahun ke belakang adalah potret dan cermin bagi kita semua bagaimanakan kita pada waktu itu. Namun yang patut dicatat dan dilaksanakan, realita perjalanan organisasi tahun kemarin adalah modal penting bagi kita untuk menentukan arah langkah ke depannya sehingga kita tidak sampai terlena di tengah perjalanan perjuangan untuk organisasi FIMNY tercinta ini.

MUBES FIMNY tahun 2011 yang lalu yang bertempat di Pondok Pesantren Tauhidul Ummah telah memberi mandat kepada kepengurusan ini untuk meneruskan perjuangan perjalanan organisasi FIMNY masa bakti kepengurusan 2011-2013. MUBES tersebut juga menetapkan dasar pijakan dan pedoman bagi kepengurusan, dengan penuh semangat dan harapan kepengurusan dapat berjalan guna merealisasikan visi dan misi serta cita-cita FIMNY.

Untuk memperlancar berjalannya estafet kepemimpinan, pada Tanggal 20 September 2013 beberapa minggu yang lalu, Ketua Umum Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta mengeluarkan Surat Keputusan  Nomor: 001/SK.KETUM/IX/2013 Tentang Pengangkatan Panitia Pelaksana Musyawarah Besar Ke-IV Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) Periode 2013-2014 dan yang menjadi ketua panitianya adalah sahabat Agus Salim. Setelah mereka menerima Surat Keputusan dari ketua Umum, Panitia Pelaksana MUBES KE-IV FIMNY melaksanakan rapat dan mengangkat tema “Merevitalisasi Gerakan Keilmuan untuk Melahirkan Generasi Ulil Albaab Berjiwa Nasionalis” MUBES terlaksana pada Hari Sabtu dan Minggu Tanggal 28-29 September 2013 bertempat di aula kantor Dewan Pimpinan Cabang Partai Golongan Karya Kota Yogyakarta (Depan POM Bensin Lempuyangan) Yogyakarta.

Dalam puncak acaranya yaitu pemilihan ketua Umum Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) Periode 2013-2014, terpilihlah saudara Dedi Purwanto, yang periode sebelumnya dipercayakan sebagai Sekretaris Umun. Mudah-mudahan periode selanjutnya Kepengurusan FIMNY semakin menorehkan sejarah yang lebih besar lagi, baik berguna untuk para kadernya maupun masyarakat serta bangsa dan Negara. Amin.

Para Peserta MUBES ke-IV FIMNY

Keunikan Bombo Ncera (Wisata Alam Air Terjun Kabupaten Bima)

Bima, FIMNY.org – Jika selama ini pesona kawasan wisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) identik dengan keindahan alam dan kawasan pesisir pantai di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Tapi tahukah anda pecinta wisata selain wisata pulau terdapat banyak wisata alam yang begitu pesona yang ada di pulau Sumbawa salah satu wisata alam Bombo Ncera yang menjadi aset Desa Ncera Kecamatan Belo Kabupaten Bima.

Bombo Ncera atau tepatnya di Desa Ncera  merupakan salah satu obyek wisata alam menarik di Kabupaten Bima yang dikuncungi oleh wisatawan Daerah sekitarnya. Lokasinya sekitar 45 km dari Kota Bima Terdapat di Desa Ncera Kecamatan Belo Kabupaten BIMA Propinsi NTB Airnya hijau dan sejuk.
Para wisatawan kontemporer melihat kondisi atau tempat para peminat wisata pantai yang akhir-akhir ini kurang nyaman dan sejuk, disamping juga kurang untuk berteduh maka para wisatawan daerah, wisatawan asing atau mancanegara sedikit-sedikit lebih memilih obyek wisata Alam yang menjadi tujuan utama untuk di kunjungi. Wisata alam mempunyai kelebihan tersendiri untuk menyenangkan diri. 

Para wisata Bombo Ncera mempunyai beberapa air terjun yang ketinggiannya mencapai sekitar 5 meter, sehingga sebelum masuk kita Pemandangan alam yang sangat menakjubkan dan Dam yang sangat luas. Tempat ini memiliki keunikan tersendiri selain air terjun yang banyak tapi juga memiliki terdapat kolam renang alami yang berdinding batu alam dan tebing mulai dari tingkat dewasa sampai anak-anak yang terdapat di atapnya banyak pohon rindang. Kolam-kolam tersebut terbagi dalam beberapa kategori disesuaikan dengan umur, atau kemahiran dalam berenang antara lain :

1.    Bombo To’i (Bombo Kecil), yaitu tempat mandi anak-anak, 
2.    Bombo Woha (Bombo Tengah) tempat mandi para muda mudi yang belum mahir berenang atau unyuk memulai belajar, karena kolam ini airnya hanya sebahu orang dewasa atau 1 Meter, kemudian 

3.    Bombo Na’e (Bombo Besar) tempat mandi orang-orang yang sudah mahir berenang atau untuk yang dewasa. Bombo Na’e merupakan kolam paling besar yang lebarnya sekitar 4 m dan panjangnya sekitar 10 m. Dulu sekitar Tahun 1980an Bombo Na’e adalah kolam paling digemari oleh anak-anak muda, karena biasanya disinilah ajang adu terjun atu pantun Bima dilakukan. 

Biasanya kalau ada yang lagi kasmaran atau ada yang berebutan pacar mereka saling “Patu Cambe” satu sama lain, tapi setelah melakukan itu mereka tetap mandi bersama dalam kolam itu tanpa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, akan tetapi saat ini kebiasaan itu semakin memudar seiring perkembangan jaman.

Untuk mencapai obyek wisata Bombo Ncera kita bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Jadi apalagi yang kita tunggu, bila mana ingin berkunjung ke wisata alam Bombo Ncera, yuuk segera bergegas dan rasakan sendiri suguhan pemandangan yang tidak akan pernah bisa terlupakan.



Wisata Pantai Kalaki Kabupaten Bima

Bima, FIMNY.org – Hello sahabat FIMNY yang baik hatinya, bagaimana kabarnya? Mudahmudahan baik-baik selalu, dimanapun sahabat berada, amin. Bagi orang Bima (Kota Bima atau Kabupaten Bima) pastilah mengetahui terkait Pantai Kalaki.

Pantai Kalaki merupakan salah satu obyek wisata pantai yang berada di kawasan teluk Bima dengan memiliki keanekaragaman daya tarik antara lain pantai pasir putih, perairan laut yang tidak berombak besar, panorama alam pegunungan sekeliling yang menarik mendukung keberadaan obyek wisata tersebut.  Obyek wisata pantai Kalaki relevan sekali sebagai lokasi ajang berbagai kegiatan kepariwisataan Kabupaten Bima seperti lomba perahu dayung, lomba renang dan sebagai aneka ragam hiburan laut bagi wisata sepeda air, perahu pisang, jetsky, selancar angin dan lain – lainnya.

Setiap hari libur obyek wisata ini sangat ramai dikunjungi wisatawan terutama wisatawan local. Hal itu sangat dimungkinkan karena  obyek wisata ini dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan jarak tempuh sekitar 20 menit perjalanan. Dari Pantai Kalaki, anda juga dapat menyewa perahu untuk mengelilingi teluk Bima sambil menikmati teluk Bima yang indah, tenang dan damai.

Untuk masyarakat Bima yang belum pernah mengunjungi Pantai ini, alangkah baiknya bila sahabat mengunjunginya terlebih dahulu, pasti setelah sampainya di Pantai Kalaki tidak akan muncul dalam dirimu rasa penyesalan, untuk masyarakat yang di luar Bima atau manca Negara, sungguh menjadi suatu kewajiban tersendiri yang muncul dalam hati,, Karena dengan mengunjungi Pantai Kalaki, semua rasa capek dan bosan akan hilang seketika, karena dengan sesampainya di Pantai Kalaki kita akan disuguhkan dengan pemandangan Pantai yang indah dan juga akan ada pemandangan pegunungan-pegunungan sekeliling yang menarik mendukung keberadaan obyek wisata ini.

Wisata Pantai Lawata Kabupaten Bima

Bima, FIMNY.org – Hello sahabat FIMNY yang baik hatinya, bagaimana kabarnya? Mudahmudahan baik-baik selalu, dimanapun sahabat berada, amin. Bagi orang Bima (Kota Bima atau Kabupaten Bima) pastilah mengetahui terkait Pantai Lawata.

Jika orang Bima ditanya tentang tempat-tempat wisata yang berada di Bima, salah satu jawaban yang niscaya disebutkan adalah: Lawata. Lawata memang sudah sejak dulu menjadi sebuah obyek wisata atau tempat piknik bagi masyarakat Bima. Lawata terletak hampir di luar kota Bima, berupa sebuah “tonjolan” ke teluk Bima. Di Lawata terdapat sebuah bukit kecil yang memiliki beberapa buah gua kecil. Pantainya bukanlah tempat yang bagus untuk bermain air, namun air (laut)nya bisa dibilang cukup jernih walaupun kadang berlumpur dan banyak batu-batu yang berserakan. Karena historinya, Lawata kemudian “dibangun”, dibuatkan banyak “cottage” yang berderet di sepanjang pantainya. Setiap cottage memiliki bagian “dalam” yang bisa digunakan untuk lesehan, bagian luar/depan yang bisa digunakan untuk memandang ke arah laut/teluk, dan tempat berbeque di sebelah luar/belakang. Tampaknya, setiap cottage cukup untuk sebuah keluarga atau rombongan yang lebih dari 10 orang.

Untuk masyarakat Bima yang belum pernah mengunjungi Pantai ini, alangkah baiknya bila mengunjunginya terlebih dahulu, pasti setelah sampainya di Pantai Lawata tidak akan muncul dalam dirimu rasa penyesalan, untuk masyarakat yang di luar Bima atau manca Negara, sungguh menjadi suatu kewajiban tersendiri yang muncul dalam hati, Karena dengan mengunjungi Pantai Kalaki, semua rasa capek dan bosan akan hilang seketika, karena dengan sesampainya di Pantai Kalaki kita akan disuguhkan dengan pemandangan Pantai yang indah dan juga akan ada pemandangan pegunungan-pegunungan sekeliling yang menarik mendukung keberadaan obyek wisata ini, objek wisata Pantai Lawata juga berderetan dengan Objek Wisata Pantai Kalaki, selain itu juga objek wisata ini berdekatan dengan kota Bima dan Bandara Palibelo Kabupaten Bima.

DPC PERMAHI Yogyakarta Adakan Penyuluhan di Purwosari Gunung Kidul

Yogyakarta, FIMNY.org _ Sebagai organisasi kader profesi, Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Yogyakarta (DPC PERMAHI Yogyakarta), memiliki tujuan penting yaitu mempertajam atau mengasah pengetahuan di bidang hukum dan mengabdi pada masyarakat.
Terkait salah satu tujuannya yaitu “Pengabdian pada masyarakat”, oleh karenanya DPC PERMAHI Yogyakarta tergerak hatinya mengadakan penyuluhan hukum di Purwosari Gunung Kidul, karena beberapa hari sebelumnya kader DPC PERMAHI Yogyakarta yang lagi Kuliah Kerja Nyata sempat menelusuri suatu permasalahan di masyarakat Padukuhan Dringo, Girijati, Purwosari, Gunung Kidul, salah satu permasalahan tersebut terkait persoalan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Seperti kita tahu bersama bahwasannya Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam Iingkup rumah tangga (tertuang dalam Pasal 1 ayat 1 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga). Sedangkan Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah jaminan yang diberikan oleh negara untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, menindak pelaku kekerasan dalam rumah tangga, dan melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga. (tertuang dalam Pasal 1 ayat 2 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga).

Berangkat dari suatu permasalahan yang ditelusuri di lapangan tersebut Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Yogyakarta menyelenggrakan Penyuluhan/Sosialisasi Hukum dengan mengangkat tema “Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga” pada Hari Rabu, Tanggal 04 September 2013 mulai pukul 09.00-12.00 WIB dengan mendatangkan Pembicara dari lembaga hukum yang memang ahli di bidangnya yaitu Bapak Adhitya Nugraha Novianta, S.H. staff Divisi Penyuluhan Hukum dan HAM Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta.

Acara Penyuluhan Hukum tersebut berlangsung sangat lancar dihadiri oleh kurang lebih 50 orang warga masyarakat Padukuhan Dringo, Girijati, Purwosari, Gunung Kidul. Dihadiri pula oleh Kepala Duluh Wintaos, Sekretaris Desa Girijati, Ibu Dra. RR Sri Widyaningsih, S.H.,M.Hum,MA. (Kepala Divisi Penyuluhan Hukum dan HAM Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta) beserta beberapa staffnya. Acaranya pun berlangsung dengan meriah dimana terjadi interaksi yang aktif antara narasumber dan para warga yang menanyakan terkait persoalan-persoalan yang di alaminya.

Acara Penyuluhan Hukum tersebut dipersembahkan oleh Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Yogyakarta (DPC PERMAHI Yogyakarta) bekerjasama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil KEMENKUMHAM DIY), dan Mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Angkatan Ke-80 GK 62, diselenggarakan di Balai Padukuhan Dringo, Desa Girijati, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.


                             
                              Suasana masyarakat saat berlangsungnya penyuluhan


DPC PERMAHI Yogyakarta Adakan Penyuluhan di Saptosari Gunung Kidul

Yogyakarta, FIMNY.org _ Mahasiswa Fakultas Hukum Se-Daerah Istimewa Yogyakarta yang tergabung dalam wadah Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Yogyakarta (DPC PERMAHI Yogyakarta) memiliki tujuan penting yaitu mempertajam atau mengasah pengetahuan di bidang hukum dan mengabdi pada masyarakat.

Terkait salah satu tujuannya yaitu “Pengabdian pada masyarakat”, oleh karenanya DPC PERMAHI Yogyakarta tergerak hatinya mengadakan penyuluhan hukum di Purwosari Gunung Kidul, karena beberapa hari sebelumnya kader DPC PERMAHI Yogyakarta yang lagi Kuliah Kerja Nyata sempat menelusuri suatu permasalahan di masyarakat Padukuhan Karang Gunung, Desa Krambil Sawit, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul, salah satu permasalahan tersebut terkait persoalan Akte Kelahiran.

Seperti kita tahu bersama bahwasannya menurut pasal 32 ayat (2) Undang Undang Nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan menjelaskan yang pada intinya bilamana pencatatan akte kelahiran yang melampaui batas waktu 60 (enam puluh) hari sampai dengan 1 tahun maka dilaksanakan berdasarkan penetapan pengadilan negeri. Namun lambat laun kini sudah menjadi angin segar bagi masyarakat, karena saat ini tidak akan ada lagi penetapan akta kelahiran lewat Pengadilan Negeri setalah keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XI/2013 tanggal 30 April 2013 yang menyatakan bahwa pasal 32 ayat (2) Undang Undang Nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Keputusan tersebut diperkuat dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor : 472.II/2304/Sj tanggal 6 Mei 2013 perihal Tindak Lanjut Pelaksanaan Putusan MK Nomor 18/PUU-XI/2013.
Berangkat dari suatu permasalahan yang ditelusuri di lapangan tersebut Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Yogyakarta menyelenggrakan Penyuluhan/Sosialisasi Hukum dengan mengangkat tema “Pentingnya Akte Kelahiran” pada Hari Jum’at, Tanggal 26 Juli 2013 mulai pukul 14.00-17.00 WIB dengan mendatangkan Pembicara dari lembaga hukum yang memang ahli di bidangnya yaitu :
1.    Dra. RR Sri Widyaningsih, S.H.,M.Hum,MA. Kepala Divisi Penyuluhan Hukum dan HAM Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta

2.    Bapak Adhitya Nugraha Novianta, S.H. staff Divisi Penyuluhan Hukum dan HAM Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta.

Acara Penyuluhan Hukum tersebut berlangsung sangat lancar dihadiri oleh kurang lebih 50 orang warga masyarakat Padukuhan Karang Gunung, Desa Krambil Sawit, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul. Dihadiri pula oleh Kepala Duluh Wintaos beserta pemerintah desa setempat. Acaranya pun berlangsung dengan meriah dimana terjadi interaksi yang aktif antara narasumber dan para warga yang menanyakan terkait persoalan-persoalan yang di alaminya.

Acara Penyuluhan Hukum tersebut dipersembahkan oleh Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Yogyakarta (DPC PERMAHI Yogyakarta) bekerjasama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta (KANWIL KEMENKUMHAM DIY) dan Mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Angkatan Ke-80 Periode 2012/2013, diselenggarakan di aula Masjid Padukuhan Karang Gunung, Desa Krambil Sawit, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
                                     
                                              Suasana Masyarakat saat berlangsungnya acara.




Mengenal Organisasi Etnis “FORMAL Jogja”

Yogyakarta, FIMNY.org – Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan daerah yang terkenal dengan selogannya sebagai Kota Pendidikan, karena banyak tokoh-tokoh nasional yang telah lahir dari hasil didikan di kota gudek ini. Berbagai organisasi lahir di kota ini, baik itu Organisasi Mahasiswa (Ormawa), Organisasi Masyararakat (Ormas) maupun Organisasi yang berbasis kedaerahan (organisasi etnis), dalam organisasi etnis itu sendiri terdiri dari kurang lebih ratusan organisasi, yang salah satu organisasi etnis tersebut adalah organisasi “Forum Mahasiswa Langgudu (FORMAL)-Yogyakarta”.

Organisasi “Forum Mahasiswa Langgudu (FORMAL)-Yogyakarta” merupakan Organisasi yang berbasis kedaerahan (organisasi etnis) yang berkedudukan di  Daerah Istimewa Yogyakarta dan didirikan di Yogyakarta pada Tanggal 29 Desember 2011 di Aula Asrama Bima Yogyakarta.

Sesuai dengan bunyi pasal 4 dan pasal 5 Anggaran Dasarnya, FORMAL-Yogyakarta berasaskan Islam dan Pancasila serta serta bersifat non-independen. Degan adanya organisasi ini semua pelajar mahasiswa yang bertanah kelahiran di Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berada di kota Yogyakarta bias mengenal satu sama lain, bisa bercanda tawa dan mengasah khasanah keilmuannya dalam satu bingkai yang utuh yaitu dalam bingkai organisasi FORMAL-Yogyakarta.

Sesuai dengan bunyi dalam Anggaran Dasarnya pasal 4 dan pasal 5, FORMAL-Yogyakarta dalam gerak langkahnya mempunyai maksud dan tujuan yaitu “Menciptakan kader Militan, transformative, cerdas, berilmu serta berakhlaq Mulia dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemahasiswaan, Islam, dan budaya sehingga terwujud Mahasiswa harapan Langgudu pada khususnya dan Indonesia pada umumnya”.

Adapun yang bisa masuk dalam keanggotaan FORMAL-Yogyakarta adalah seluruh Mahasiswa Langgudu yang sedang belajar di perguruan tinggi Yogyakarta dan telah terdaftar dalam keanggotaan, jadi apabila ada mahasiswa yang kuliah di kota Gudeg Yogyakarta yang merasa diri berasal dari Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, alangkah baiknya bila berposes mengasah khasanah keilmuan atau sekedar belajar berorganisasi di organisasi ini.

Dalam memperlancar roda organisasinya FORMAL-Yogyakarta periode 2013-2014 dipimpin atau diketuai oleh sahabat Muhammad Ilham dan didampingi oleh sekretaris saudara Dulman. Ini merupakan proses kepemimpinan yang kedua, adapun periode sebelumnya FORMAL-Yogyakarta dipimpin oleh M. Arifin, M.Pd.

Korupsi (Kejahatan) dan Pers

FIMNY.org – Selamat beraktifitas sahabat FIMNY, kali ini kita coba share atau sajikan informasi seputar “Korupsi (Kejahatan) Dan Pers”, apa dan bagaimana “Korupsi (Kejahatan) Dan Pers”, yuuk kita simak bersama.

Bagian Pertama
TAK bisa dipungkiri bahwa media pers sudah sejak lama telah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Masyarakat dunia tidak akan pernah dapat menjauhkan dirinya dari eksistensi media pers. Sebab masyarakat atau manusia dengan segala macam kepentingan pribadinya akan Baling mempengaruhi dan dipengaruhi oleh media pers.

Meminjaim pendapat Francis H. Voelker – Ludmila A. Voelker (1978), haruslah diyakini bahwa media pers merupakan kekuatan penting di masyarakat. Media pers tidak hanya memberikan informasi serta hiburan kepada masyarakat, tetapi pada waktu bersaingan juga dapat memberikan atau menciptakan efek bagi terjadinya suatu perubahan, bahkan kadang perubahan itu terkesan radikal. Selain itu media pers telah menunjukkan eksistensinya bahwa ia tidak hanya menyajikan ide-ide atau gagasan-gagasan cemerlang, akan tetapi juga dapat membentuk kenyataan-kenyataan yang ada di masyarakat.

Media pers selain berperan sebagai pemberi informasi, menghibur, serta melakukan kontrol sosial juga berperan besar dalam mendidik masyarakat. Dengan peran dan fungsinya itu, pers memiliki pengaruh sangat besar terhadap masyarakat. Sebab melalui pengaruhnya, pers dapat membawa dan menyampaikan pesan-pesan maupun gagasan-gagasan penting yang bermanfaat bagi kemajuan dan pembangunan, termasuk di dalamnya pembangunan di bidang hukum.

Dengan peran dan fungsi-fungsinya itu pers memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap masyarakat. Melalui pengaruhnya, pers (media cetak dan media elektronik) dapat membawa dan menyampaikan pesan-pesan maupun gagasan-gagasan (dikemas dalam karya jurnalistik) yang membangun dan bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Pers melalui karya-karya jurnalistik yang disajikannya mempunyai fungsi dan peranan yang besar dalam menciptakan suatu sikap pembaharuan dalam perilaku dan tatanan sosial serta sikap budaya masyarakat.

Berdasar pada fungsi dan peranannya yang besar itu, Wilbur Schramm (1982), menyebut pers sebagai “Agen Pembaharu”.

Sebagai agen pembaharu, pers dapat memainkan perannya yang besar dalam proses perubahan sosial yang berlangsung dalam suatu masyarakat atau suatu bangsa. Melalui informasi-informasi sebagai hasil kerja jurnalistik yang disajikan kepada masyarakat pembaca (publik), pers dapat merangsang proses pengambilan keputusan di dalam masyarakat, serta membantu mempercepat proses peralihan masyarakat yang semula berpikir tradisional ke alam pikiran dan sikap masyarakat modern.

Menurut Wilbur Schramm, ada Sembilan peranan pers yang sangat membantu terwujudnya proses perubahan di kalangan masyarakat. Sembilan peranan pers itu meliputi:
1.    Pers dapat memperluas cakrawala pemikiran.
2.    Dapat memusatkan perhatian.
3.    Mampu menumbuhkan aspirasi.
4.    Mampu menciptakan suasana membangun.
5.    Mampu mengembangkan dialog tentang hal-hal yang berhubungan dengan masalah-¬masalah politik.
6.    Mampu mengenalkan norma-norma sosial.
7.    Mampu menumbuhkan selera.
8.    Mampu merubah sikap yang lemah menjadi sikap yang lebih kuat.
9.    Mampu sebagai pendidik.

Melihat pada apa yang telah dikerjakan pers selama ini, dalam kaitan menyampaikan berbagai informasi serta gagasan-gagasan mengenai pembangunan kepada masyarakat, terlihat jelas bahwa fungsi dan peranan pers dalam perubahan sosial di tengah masyarakat tidak dapat diingkari.

Melalui berbagai karya jumalistik atau informasi-informasi yang disajikan, pers akhirya mampu mempengaruhi, merangsang serta menggerakkan masyarakat untuk turut serta terlibat secara aktif dalam beragam gerak dan aktivitas pembangunan di segala sektor.

Demikian pula di bidang pembangunan hukum, pers dengan peran dan fungsinya itu (semestinya) tidak pemah berhenti memberitahukan kepada masyarakat tentang bagaimana menghindari kejahatan, bagaimana menghadapi tindak kriminalitas, bagaimana tentang hak maupun kewajiban seseorang di depan hukum, serta tentang ajakan perlunya melawan korupsi.

Jadi, pers dapat dijadikan sebagai suatu “kekuatan besar” dalam mempengaruhi, merubah perilaku, dan menggerakkan masyarakat. Terutama dalam menggerakkan masyarakat untuk melakukan tindakan-tindakan yang positif dan bermanfaat bagi kehidupannya. Sebaliknya juga, pers bisa “diselewengkan” untuk menggerakkan masyarakat melakukan tindakan-tindakan yang bersifat destruktif, negatif atau tindakan-tindakan tidak bermanfaat lainnya.

Bagian Kedua
BERITA-BERITA kejahatan (termasuk di dalamnya kejahatan korupsi) atau kriminalitas, kekerasan dan seks, merupakan jenis berita yang digemari masyarakat pembaca. Di negara mana pun, berita-berita kejahatan, kekerasan dan seks, selalu mendapat tempat dan menarik perhatian. Lebih-lebih bila berita kejahatan itu ditampilkan secara mencolok dan berlebih-lebihan dengan dibumbui hal-hal yang berbau sensasional.

Di negeri yang (mengaku) masih menganut prinsip-prinsip sistem Pers Pancasila ini, idealnya pers tentu tidak begitu saja menyodorkan berita-berita kejahatan atau kriminalitas, kekerasan dan seks tersebut dengan tanpa memperhatikan sasaran atau tujuan positifnya. Masyarakat pembaca tidak hanya disodori berita, tetapi juga digerakkan dan diajak untuk menjauhi, memberantas dan membasmi tindak kejahatan sebagaimana yang diberitakan itu.

Misalnya, pemberitaan tentang kasus korupsi. Pers semestinya tidak hanya sebatas memberitakan siapa pelakunya, apa yang dikorupsi, dan berapa nilainya, tetapi juga memberikan gambaran ke publik kenapa kasus korupsi itu bisa teradi, apa penyebabnya, dan lain-lainnya, dengan tetap menjaga prinsip-prinsip asas praduga tak bersalah. Dan, yang terpenting dari semua itu, pemberitaan kasus korupsi itu haruslah juga mampu memberi pemahaman ke masyarakat tentang bahaya dan dampak dari tindak korupsi, serta ajakan untuk manjauhinya.

Demikian pula untuk kasus kejahatan lainnya, misalnya, pemberitaan tentang suatu peristiwa penjambretan atau perampasan yang berani terhadap seorang wanita di tengah-tengah keramaian pasar. Pers idealnya tidak hanya memberitakan atau menguraikan bagaimana jalan peristiwanya, bagaimana wanita yang menjadi korban itu menangis dan tak berdaya, bagaimana orang di sekelilingnya hanya terbengong dan terpaku, sementara si pelaku kejahatan dengan berani pergi membawa hasil kejahatannya.

Karena pemberitaaan semacam itu tentu akan lebih merangsang para pelaku kejahatan semakin berani beraksi lagi. Sebab mereka gembira, tidak ada anggota masyarakat yang berani mencegah dan mau menolong korban.

Pers idealnya akan tampil dengan pemberitaan yang tidak hanya memberikan informasi peristiwa semata, tetapi juga berusaha menggerakkan semangat dan keberanian masyarakat untuk berani menghadapi kejahatan semacam itu.

Bagian Ketiga
DALAM pemberitaan apa pun, termasuk kasus-kasus korupsi (kejahatan), pers tentu tidak boleh lupa dengan ketentuan-ketentuan yang ada di dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik.

Di dalam Pasal 5 UU No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers disebutkan:
1.    Pers, Nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah.
2.    Pers wajib melayani Hak Jawab.
3.    Pers wajib melayani Hak Koreksi.

Pada penjelasan Pasal 5 ayat 1 UU No. 40 Tentang Pers itu disebutkan bahwa pers nasional dalam menyiarkan informasi, tidak menghakimi atau membuat kesimpulan kesalahan seseorang, terlebih lagi untuk kasus-kasus yang masih dalam proses peradilan, serta dapat mengakomodasikan kepentingan semua pihak yang terkait dalam pemberitaan tersebut.

Kemudian di dalam Kode Etik Jurnalistik antaralain disebutkan:

Pasal 1
Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

Penafsiran:
a.    Independen berarti memberitakan peristiwa atau fakta sesuai dengan suara hati nurani tanpa campur tangan, paksaan, dan intervensi dari pihak lain termasuk pemilik perusahaan pers.
b.    Akurat berarti dipercaya benar sesuai keadaan objektif ketika peristiwa terjadi.
c.    Berimbang berarti semua pihak mendapat kesempatan setara.
d.    Tidak beritikad buruk berarti tidak ada niat secara sengaja dan semata-mata untuk menimbulkan kerugian pihak lain.

Pasal 2
Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.

Penafsiran:
a.    Cara-cara yang profesional adalah:
b.    menunjukkan identitas diri kepada narasumber;
c.    menghormati hak privasi;
d.    tidak menyuap;
e.    menghasilkan berita yang faktual dan jelas sumbernya;
f.    rekayasa pengambilan dan pemuatan atau penyiaran gambar, foto, suara dilengkapi dengan keterangan tentang sumber dan ditampilkan secara berimbang;
g.    menghormati pengalaman traumatik narasumber dalam penyajian gambar, foto, suara;
h.    tidak melakukan plagiat, termasuk menyatakan hasil liputan wartawan lain sebagai karya sendiri;
i.    penggunaan cara-cara tertentu dapat dipertimbangkan untuk peliputan berita investigasi bagi kepentingan publik.

Pasal 3
Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, Berita menerapkan asas praduga tak bersalah.

Penafsiran:
a.    Menguji informasi berarti melakukan check and recheck tentang kebenaran informasi itu.
b.    Berimbang adalah memberikan ruang atau waktu pemberitaan kepada masing-masing pihak secara proporsional.
c.    Opini yang menghakimi adalah pendapat pribadi wartawan. Hal ini berbeda dengan opini interpretatif, yaitu pendapat yang berupa interpretasi wartawan atas fakta.
d.    Asas praduga tak bersalah adalah prinsip tidak menghakimi seseorang.

Ketentuan-ketentuan di dalam Pasal 5 UU No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers maupun pasal-pasal di dalam Kode Etik Jurnalistik itu haruslah menjadi pegangan atau pedoman pers (wartawan) dalam menyampaikan informasi (berita) ke publik (masyarakat), terutarna dalam kasus-kasus korupsi (kejahatan), agar pers tidak terjebak melakukan trial by the press (peradilan melalui pers) atau pelanggaran terhadap asas praduga tak bersalah.

Persoalannya sekarang, apakah media pers sudah memenuhi prinsip-prinsip yang diatur di dalam UU No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik dalam pemberitaan tentang kasus-kasus korupsi dan kejahatan (yang marak sekarang ini)? Apakah pers sudah menegakkan prinsip keseimbangan dalam pemberitaannya? Apakah pers mampu menjaga hak pnvasi seseorang dalam pemberitaannya? Atau, dalam pemberitaannya pers telah “memainkan” kepentingannya sendiri (kepentingan pemilik perusahaan pers)? Perlu diingat, ancaman kebebasan pers yang paling nyata sekarang ini justru datang dari pemilik perusahaan media pers itu sendiri.

Jawabnya, mari kita “obrolkan” di dalam diskusi ini.
Salam.

Yogyakarta, 6 April 2013.


CATATAN:
Tulisan ini disampaikan oleh Sutirman Eka Ardhana, praktisi pers dan pengajar “Hukum dan Etika Jurnalistik” di Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Susan Kalijaga Yogyakarta. Disampaikan pada Forum Diskusi di Legal Center 97, Jln. Tamansiswa No. 97 Yogyakarta, pada Hari Sabtu Tanggal 6 April 2013 jam 14.00-selesai. Pada acara tersebut dihadiri juga oleh beberapa perwakilan DPC PERMAHI Yogyakarta, diantaranya, M. Jamil, Nora Hilmasari, Sukma Palugan, dll.

DPC PERMAHI Yogyakarta : Pentingnya Kepemilikan Sertifikat Tanah

Yogyakarta, FIMNY.org – Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Yogyakarta (DPC PERMAHI Yogyakarta), merupakan organisasi kader profesi yang mana tujuan utamanya terdiri dari dua poin penting yaitu mempertajam atau mengasah pengetahuan di bidang hukum dan mengabdi pada masyarakat.

Mengingat salah satu tujuannya yaitu “Pengabdian pada masyarakat”, oleh karenanya DPC PERMAHI Yogyakarta tergerak hatinya mengadakan penyuluhan hukum di Gunung Kidul, karena beberapa minggu sebelumnya kader DPC PERMAHI Yogyakarta yang lagi Kuliah Kerja Nyata sempat menelusuri suatu permasalahan di masyarakat Padukuhan Wintaos, Girimulyo, Panggang, Gunung Kidul, salah satu permasalahan tersebut terkait persoalan pertanahan/sertifikat tanah.

Seperti kita tahu bersama bahwasannya sertifikat tanah merupakan surat keterangan tanda bukti pemegang hak atas tanah dan berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat. Dalam Pasal 4 ayat (1) jo. Pasal 3 huruf a Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah menjelaskan Sertifikat hak atas tanah adalah bukti kepemilikan seseorang atas suatu tanah beserta bangunannya.

Berangkat dari suatu permasalahan yang ditelusuri di lapangan tersebut Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Yogyakarta menyelenggrakan Penyuluhan/Sosialisasi Hukum dengan mengangkat tema “Pentingnya Kepemilikan Sertifikat Tanah” pada Hari Senin, Tanggal 02 September 2013 pukul 14.00-17.00 WIB dengan mendatangkan Pembicara dari lembaga yang memang ahli di bidangnya yaitu Bapak Sukmono, S.H. yang ditunjuk oleh instansi Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia (BPN RI) Kabupaten Gunung Kidul.

Acara Penyuluhan Hukum tersebut berlangsung sangat lancar dihadiri oleh kurang lebih 50 orang warga masyarakat Padukuhan Wintaos, Girimulyo, Panggang, Gunung Kidul. Dihadiri pula oleh Bapak Sudiyono (Kepala Duluh Wintaos), Bapak Sarjiyo, S.TP (Kepala Desa Girimulyo), Ibu Dra. RR Sri Widyaningsih, S.H.,M.Hum,MA. (Kepala Divisi Penyuluhan Hukum dan HAM Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta) beserta beberapa staffnya. Acaranya pun berlangsung dengan meriah dimana terjadi interaksi yang aktif antara narasumber dan para warga yang menanyakan terkait persoalan-persoalan pertanahan yang sedang mereka hadapi, serta narasumbernya menjelaskan dengan detail solusi dari persoalan yang warga alami.

Acara Penyuluhan Hukum ini dipersembahkan oleh Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Yogyakarta (DPC PERMAHI Yogyakarta) bekerjasama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil KEMENKUMHAM DIY), Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Gunung Kidul dan mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Angkatan Ke-80 GK 44, diselenggarakan di Balai Padukuhan Wintaos, Desa Girimulyo, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

                               
                                           Suasana peserta saat berlangsungnya acara

Telah Dibuka Pendaftaran CPNS Kemendagri Tahun 2013

FIMNY.org - Dalam rangka mengisi lowongan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2013, sebagaimana ditetapkan dengan keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 149 Tahun 2013, Tanggal 21 Agustus 2013, Kementerian Dalam Negeri membuka kesempatan bagi Warga Negara Republik Indonesia yang berminat menjadi CPNS Kementerian Dalam Negeri, dengan ketentuan sebagai berikut :

Persyaratan Umum 
1.        
Warga Negara Indonesia;
2.        
Berusia minimal 18 tahun, per tanggal 1 Desember 2013;
3.        
Tidak sedang dalam status belajar;
4.        
Tidak akan menuntut penyesuaian ijazah apabila memiliki ijazah yang lebih tinggi di luar formasi yang dibutuhkan;
5.        
Sehat Jasmani dan Rohani;
6.        
Memenuhi persyaratan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan;
7.        
Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku;
8.        
Terdaftar dalam Pencari Kerja (Kartu Kuning) dari Dinas Tenaga Kerja;
9.        
Berkelakuan baik yang dibuktikan dari Kepolisian;
10.     
Tidak berkedudukan sebagai pengurus/anggota partai politik;
11.     
Tidak berkedudukan/tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai CPNS/PNS/TNI/POLRI atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;
12.     
Bersedia ditempatkan pada unit-unit kerja di lingkungan Kementerian Dalam Negeri diseluruh wilayah Negara kesatuan Republik Indonesia

Persyaratan Khusus

Usia per tanggal 1 Desember 2013 :
(1) Pelamar dengan pendidikan D3 paling tinggi 30 tahun.
(2) Pelamar dengan pendidikan S1 dan S2 paling tinggi 35 tahun.

Khusus Pelamar penyandang cacat (disabilitas), tingkat dan jenisnya hanya bagi penyandang cacat tuna daksa sedang yang dibuktikan dengan surat keterangan dari Dokter Pemerintah;

Lulusan Perguruan Tinggi Negeri/Perguruan Tinggi Swasta terakreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (miminal Akreditasi B) atau perguruan Luar Negeri yang telah mendapat pengesahan dari Kementerian Pendidikan Nasional, dengan persyaratan, pelamar harus memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) :

Pendidikan D3
IPK minimal 2.90 bagi lulusan Perguruan Tinggi Negeri / Swasta dengan program studi terakreditasi A
IPK Minimal 3.00 bagi lulusan Perguruan Tinggi Negeri / Swasta dengan program studi terakreditasi B

Pendidikan S1
IPK minimal 2.90 bagi lulusan Perguruan Tinggi Negeri / Swasta dengan program studi terakreditasi A
IPK Minimal 3.00 bagi lulusan Perguruan Tinggi Negeri / Swasta dengan program studi terakreditasi B

Pendidikan S2
IPK minimal 3.20 bagi lulusan Perguruan Tinggi Negeri / Swasta dengan program studi terakreditasi A
IPK Minimal 3.30 bagi lulusan Perguruan Tinggi Negeri / Swasta dengan program studi terakreditasi B

Bagi pelamar yang lulusan sarjana pendidikan Sastra/ Bahasa Inggris dan Sastra/Bahasa Inggris harus menguasai bahasa Inggris dengan baik (lisan dan tulisan) yang dibuktikan dengan hasil tes kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku sampai dengan Oktober 2013. Hasil tes yang diperbolehkan untuk dilampirkan adalah sebagai berikut :

TOEFL Intitusional testing program (ITP) minimal 400
International English Language Testing System (IELTS) minimal 4

Selengkapnya silakan klik menu berikut ini:


Selamat mencoba semoga sukses, dan sampai ketemu untuk bergabung bersama kami dan menjadi Keluarga Besar Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Sumber : Kemendagri



Ini Dia Jadwal Pendaftaran CPNS Kemenkes-RI Tahun 2013

FIMNY.org - Kementerian Kesehatan RI membuka kesempatan bagi Warga Negara Indonesia lulusan D.I/D.III/D.IV/S1/S2 bidang kesehatan dan D.III/SI/S2 non kesehatan untuk diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Kesehatan Tahun 2013 yang akan ditempatkan di Kantor Pusat dan Unit Pelaksana Teknis milik Kementerian Kesehatan di seluruh Indonesia.

Pengumuman Alokasi Formasi dimulai tanggal 19 September 2013. Pendaftaran registrasi online melalui website (www.ropeg-kemenkes.or.id) dan (www.depkes.go.id) tanggal 23-27 september 2013.

Pengiriman berkas melalui pos yang ditujukan kepada PO Box masing-masing Provinsi Peminatan mulai tanggal 23 September 2013 dan paling lambat diterima di PO Box Provinsi Peminatan pada tanggal 1 Oktober 2013 jam 15.00 WIB (bukan cap pos).

Alokasi formasi sejumlah 1.753 untuk Kantor Pusat dan Unit Pelaksana Teknis milik Kementerian Kesehatan di seluruh Indonesia dengan jenjang pendidikan D.I/D.III/D.IV/S1/S2 Bidang Kesehatan dan D.III/S1/S2 non kesehatan.

Persyaratan dan informasi selengkapnya dapat dilihat pada website (www.ropeg-kemenkes.or.id) dan (www.depkes.go.id) tanggal 19 September 2013. Seleksi Penerimaan CPNS Kementerian Kesehatan Tahun 2013 sama sekali tidak dipungut biaya.



Sinar Matamu

Ku tatap mata indah mu
Yang menebarkan kedamaian
Menancap dalam ruang-ruang Qolbuku
Menyinari kegelapan dalam dadaku

Sinar-sinar matamu
Membakar semangat juang ku
Dalam ruang-ruang perjuangan hidup ku
Merobohkan tembok-tembok kemunafikan diriku

Ooohh, sungguh ku tak sanggup lagi menatam mata itu
Seakan menitipkan amanah perjuangan di atas pundak ku
Menagih pertanggungan jawab atas perjuangan ku
Membuatku lemas gemulai tak berdaya

Ooohh sinar-sinar mata mu

Yogyakarta, 03 September 2013
Oleh: Agus Salim

Masa Orientasi Mahasiswa Baru UGM Tahun 2013

Mahasiswa baru peserta PPSMB UGM 2013
FIMNY.org – Yogyakarta, Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru Universitas Gadjah Mada (PPSMB UGM) merupakan rangkaian kegiatan yang rutinitas dilaksanakan mahasiswa baru universitas gadjahmada pada tiap tahunnya, PPSMB UGM itu sendiri dibagi menjadi 2 bagian, diantaranya PPSMB Universitas dan PPSMB Fakultas.

PPSMB Universitas dinamakan PPSMB Palapa, PPSMB Palapa merupakan masa pengenalan bagi mahasiswa baru, yang selanjutnya disebut Gadjah Mada Muda (Gamada) dan menjadi syarat kelulusan bagi mahasiswa yang bersangkutan. Kegiatan ini bertujuan membidik mahasiswa baru agar lebih kritis dan tajam menganalisa semua persoalan-persoalan yang terjadi dimasyarakat dan menanamkan diri dan pribadi mahasiswa baru menjadi diri dan pribadi yang berjiwa nasionalis dan pancasilais.

Menurut salah satu mahasiswa Kearsipan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada saudari Eka Apriani Rahmah saat tim FIMNY.org mewawancarai terkait PPSMB UGM, menurut saudari gimana rasanya selama prosesi PPSMB berlangsung, lalu saudari Eka Apriani Rahmah menjawab, “lumayan capek, tapi prosesi berlangsungnya PPSMB 2013 menurut saya sangat istimewa dan mengasikkan, karena dalam berlangsungnya serangkaian acaranya memberikan pelatihan-pelatihan yang belum pernah dilakukan di bangku sekolah dan sangat mendidik, selain itu juga bisa kenal dengan rekan-rekan satu angkatan dari berbagai jurusan dan berbagai daerah”.

PPSMB 2013 sungguh sangat istimewa, karena saat-saat berlangsungnya PPSMB kali ini juga mahasiswa baru berkesempatan langsung berinteraksi dengan tokoh nasional, dan salah satu tokoh nasioanal yang menghadiri prosesi acara PPSMB 2013 tahun ini yaitu mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla.

Seluruh mahasiswa baru peserta PPSMB UGM 2013 tampak dari atas.




Nasionalisme dalam Menyongsong Kebersatuan Vokasi

FIMNY.org Nasionalisme Indonesia merupakan suatu gerakan kebangsaan yang timbul pada bangsa Indonesia untuk menjadi sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat. Rasa nasionalisme perlu ditanam dalam pribadi anak bangsa, karena rasa nasional itu yang akan menyatukan jiwa, rasa dan karsa setiap anak bangsa agar bahu membahu dalam suatu kegiatan atau tingkah laku untuk membangun suatu bangsa.

Dalam kaitannya tersebut, kita dituntut untuk menginspirasikan ide dan pikiran kita dalam bentuk tulisan yaitu terkait membangun “Nasionalisme dalam Menyongsong Kebersatuan Vokasi”. Kita tahu bersama bahwasannya nama kampus kita (Universitas Gadjah Mada) sudah terkenal secara Nasional bahkan kekancah internasional, oleh karena itu kita sebagai mahasiswa Universitas Gadjah Mada harus andil mengambil bagian untuk mempertahankan nama kampus kita yang telah dikenal luas oleh masyarakat nasional bahkan masyarakat dunia tersebut. Yang akan timbul dari benak kita terkait adanya ungkapan yang saya tuliskan tersebut diatas, kita sebagai mahasiswa, kira-kira apa yang bisa kita lakukan agar bisa turut andil mengambil bagian untuk mempertahankan bahkan lebih memperkenalkan almamater kita ke masyarakat luas?? Itulah yang perlu kita pikirkan bersama dalam setiap tingkah laku dalam dunia kampus kita. Secuil dari pemikiran saya terkait kontribusi apa yang akan kita berikan untuk menjawab pertanyaan yang terlontar dia atas, yaitu kita sebagai mahasiswa Universitas Gadjah Mada harus turut andil mengambil bagian dengan cara yang kita bisa atau yang kita mampu, contoh sederhananya yaitu dengan cara kita mengukir prestasi-prestasi cemerlang agar nama almamater kita terus terlihat cemerlang adanya.

Kebersatuan / kebersamaan bukan kata tapi jiwa, jiwa yang menyatu dengan indah akan tujuan yang satu, dalam hal ini yaitu tujuan membangun Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Kebersamaan itu harus terasa dalam dada seindah purnama yang mana bisa menyinari atau mencerahkan semua yang melihat atau yang mendengarnya. Kebersamaan itu bukan sandaran tapi asupan, yang akan memberi semangat tanpa batasan atau ruang dan waktu. Itulah rasa kebersatuan / kebersamaan yang harus tertanam dalam diri dan pribadi mahasiswa Vokasi Universitas Gadjah Mada, dengan adanya rasa kebersatuan / kebersamaan yang seperti demikian maka apa pun yang hendak dilakukan atau yang hendak diperjuangkan, semua itu akan terasa mudah dan enteng dijalankan.

Seperti kita tahu bersama bahwasannya Pendidikan Vokasi di Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk menjadi manusia terdidik dan terampil, serta profesional khususnya pada penguasaan bekal teknis. Oleh karenanya kita sebagai mahasiswa sekolah vokasi UGM harus bahu membahu menyatukan ide, pikiran maupun gagasan kita agar benar-benar tercapai tujuan sekolah vokasi yang mulia yaitu bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki ketrampilan dan keahlian terapan tertentu di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta menghasilkan penelitian terapan dan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan Negara.

Kompetensi yang diinginkan oleh pimpinan sekolah vokasi sangatlah bagus, yang mana para lulusannya diarahkan untuk menguasai kemampuan dalam bidang kerja yang bersifat rutin maupun yang belum akrab dengan sifat-sifat maupun kontekstualnya, secara mandiri dalam pelakasanaan maupun tanggung jawab pekerjaanya, serta mampu melaksanakan pengawasan dan bimbingan atas dasar keterampilan manajerial yang dimilikinya, selain point di atas kompetensi sekolah vokasi juga diarahkan pada hasil lulusan yang memiliki kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan yang kompleks, dengan dasar kemampuan profesional tertentu, termasuk keterampilan merencanakan, melaksanakan kegiatan, memecahkan masalah dengan tanggung jawab mandiri pada tingkat tertentu, memiliki ketrampilan manajerial, serta mampu mengikuti perkembangan, pengetahuan dan teknologi di dalam bidang ke ahlianya.

Tujuan atau keinginan yang mulia diatas tidak akan tercapai dengan mudah jika semua elemen tidak mau andil dalam menggapainya, oleh karena itu semua elemen wajib turut andil untuk menggapai itu semua, baik dari mahasiswa, dosen maupun pimpinan Sekolah Vokasi bahkan Rektor.

Catatan: Tulisan ini dibuat guna memenuhi salahsatu tugas untuk mengikuti PPSMB UGM 2013

Daftar Website Resmi Instansi Pemerintah Yang Sudah Buka Pendaftaran CPNS 2013

FIMNY.org - Dalam rangka memenuhi formasi CPNS Tahun 2013, beberapa instansi pemerintah baik pusat dan daerah berikut sudah membuka lowongan pendaftaran CPNS Tahun 2013.

Berdasarkan hasil pencarian kami, berikut daftar website dan link resmi instansi tersebut. Daftar ini sampai tanggal 09 September 2013. Jika ada penambahan instansi yang membuka pendaftaran CPNS 2013 setelah tanggal tersebut, akan kami update terus di website kesawangan Anda ini.

Silakan langsung di klik untuk instansi yang dipilih. Jika mengalami hambatan, copy lah link tersebut dan paste pada portal pencarian webite atau melalui seach engine google.com.

1. Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI):
http://www.bnp2tki.go.id/info-mainmenu-281/8779-pengadaan-cpns-bnp2tki-tahun-anggaran-2013.html

2. Kementerian Perikanan dan Kelautan:
http://www.ropeg.kkp.go.id/berita-pengumuman-pengadaan-cpns-kementerian-kelautan-dan-perikanan-tahun-2013.html

3. Pemkot Denpasar:
https://docs.google.com/file/d/0B5L5rKaTN1XWTGNXMkY4OXMxYzg/edit

4. Kejaksaan Agung:
http://www.kejaksaan.go.id/rekrutmen/

5. Kementerian Kehutanan (Kemenhut):
http://cpnsonline.dephut.go.id/

6. Kementerian Perhubungan (Kemenhub):
http://www.dephub.go.id/read/pengumuman-cpns/59593

7. Badan Narkotika Nasional (BNN):
http://cpns.bnn.go.id/

8. Pemprov Kalimantan Tengah:
http://www.kalteng.go.id/ogi/viewarticle.asp?ARTICLE_id=1637

9. Kementerian Perdagangan (Kemendag):
http://www.kemendag.go.id/files/pdf/2013/09/03/rekrutmen-cpns-tahun-2013-id0-1378203123.pdf

10. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK):
http://www.ppatk.go.id/pages/detail/75/91

11. Kementerian Sosial (Kemensos):
http://kepegawaian.kemsos.go.id/cmsroom/adv_editor/spaw2/uploads/files/Pengumuman_penerimaan_cpns2013.pdf

12. Kementerian Keuangan (Kemenkeu):
http://rekrutmen.depkeu.go.id/Pengumuman_03.asp

13. Pemprov DKI Jakarta:
http://www.rekrutmen.dkijakarta.net/reg/

14. Badan Kepegawaian Nasional (BKN):
http://sscn.bkn.go.id/ActionServlet?page=welcome


Demikian semoga bermanfaat.
Sumber : www.widyaiswarakemendagri.org