Konsep Ekonomi Islam

FIMNY.org - Hidup terus berjalan dan manusiapun semakin disibukkan oleh aktifitas nya masing-masing, saking sibuknya tanpa mereka sadari bahwa mereka sedikit demi sedikut dibunuh oleh waktu itu sendiri. Dalam memenuhi kebtuhannya sebagian manusia menghalalkan segala cara demi mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Namun kita tidak perlu heran, karena bagi masyarakat kita hal yang demikian itu adalah hal yang “manusiawi” dan itu merupakan bentuk kegiatan ekonomi konvensional. Tidak bisa kita pungkiri memang sistim ekonomi konvensional selalu menjadi idola bagi kita semua karena memang dari awal yang kita pahami adalah sistim ekonomi konvensional saja. Nah, dengan adanya hal yang demikian itu, maka pertanyaan sederhanapun muncul kemanakah ekonomi Islam selama ini?

Dominasi pemikiran ekonomi konvensional menjadikan ekonomi Islam belum mampu berkembang sebagaimana yang diharapkan. Padahal ekonomi Islam berisi tuntunan dan pedoman ideal yang mampu mengakomodir kebutuhan hidup manusia di dunia -maupun di akhirat. Dengan jaminan mayoritas penduduk di negara muslim tentunya akan mampu menerima ekonomi Islam, tetapi perkembangan ekonomi Islam tidak semulus yang diharapkan walaupun bisa dikatakan hal tersebut sebagai fenomena umum sebagai suatu "sistem ekonomi baru" yang mau menanamkan pengaruhnya di tengah masyarakat yang telah lama menerima sistem ekonomi konvensional.

Sistem ekonomi konvensional telah membangun struktur kehidupan masyarakat yang lebih berorientasi pada aspek material. Kebebasan untuk mengelola sumberdaya demi meningkatkan produksi dipahami sebagai usaha yang "manusiawi" yang ada di dalam diri setiap manusia. Proses konvensionalisasi yang begitu lama telah menimbulkan kooptasi dalam kehidupan. Fenomena produksi guna memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan kerugian sebagai "usaha yang rasional".

Tetapi ternyata dalam implementasinya ekonomi konvensional kurang mampu mengelola masyarakat dengan baik, ketimpangan sosial, pengangguran, kemiskinan dan sebagainya masih tetap ada. Untuk itu ekonomi Islam diperlukan untuk mengarahkan masyarakat pada kehidupan yang lebih adil. Tetapi ternyata sebagian masyarakat walaupun sudah mengetahui implementasi dari ekonomi konvensional banyak yang belum tertarik pada ekonomi Islam.

Uraian

Dalam sistim ekonomi konvensional bahwa yang namanya kebutuhan tidak terbatas akan tetapi sumberdayanya yang terbatas. Pernyataan seperti inilah disini ekonomi Islam sangat tidak sepakat akan pernyataan ini, karena memang dalam sistim ekonomi Islam yang namanya kebutuhan sangat terabatas akan tetap harus tetap dipenuhi, sedangkan sumberdaya tidak terbatas.

1. Apa sih ekonomi Islam itu?

Ekonomi Islam merupakan Ilmu pengetahuan sosial yg mempelajari masalah2 ekonomi Rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam (Muh. Abdul Manan sebagai pakar ekonom mislim).

Ekonomi Islam adalah pengetahuan dan aplikasi dari anjuran dan aturan syariah yang mencegah ketidakadilan dalam memperoleh sumber-sumber daya material sehingga tercipta kepuasan manusia dan memungkinkan mereka menjalankankan perintah Allah dan masyrakat (menurut Hasanuzzaman).

Secara umum EI bertujuan untuk melakukan studi terhadap kesejahteraan (falah) yang dicapai dengan mengorganisasikan sumber-sumber daya di bumi berdasarkan kerjasama dan partisipasi dan mengelola hasil sumber daya sesuai dengan yang diperintahkan Allah SWT.

2. Prinsip Dasar EI

Kehidupan manusia telah tertata dengan rapi dalam Islam, itu senua demi membina suatu kehidupan yang aman damai dan sejahtera.

Adapun prinsip dasar dari Ekonomi Islam itu adalah sbb :

a. Kebebasan individu

Dalam sistim EI manusia diberi kebebasan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, akan tetapi dalam islam apa yang telah didapatkan itu harus jelas kemana arah dan untuk diapakan harta yang telah didapatkan itu. Dalam artian suatu saat nanti akan dimintai pertanggungjawabannya. Sesuai dengan firman Allah : yang artinya : “ Tiap-tiap individu akan bertanggung jawab terhadap apa yang telah diperbuatnya”.(QS.Al-Muddastsir : 38).

b. Hak terhadap kepemilikan harta

Dalam sistim EI hak kepemilikan harta hanya diperoleh sesuai ketentuan Islam, itu semua untuk kemaslahatan umat.

Firman Allah SWT yang artinya : “ Wahai orang-orang yg beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesama dg jalan yg bathil, kecuali dengan jln perniagaan yang berlaku suka sama suka diantara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu”. (QS. An-Nisa : 29).

c. Ketidaksamaan ekonomi dalam batas yang wajar

Sikap individual dalam Eko. Konvensional sangat diakui sedangkan Dalam sistim EI sikap individualis sangat tidak wajar ada dalam sistim EI. Islam sangat adil dan mengakui ketidaksamaan ekonomi antar tiap individu dalam artian supaya kita bisa saling memberi dan menerima supaya terjadi keselarasan ada rasa saling membutuhkan supaya kebersamaan dalam hidup selalu terjalin dan terjaga.

d. Jaminan sosial

Dalam sistim EI, Negara mempunyai tanggung jawab untuk mengalokasikan sumber daya alam supaya kesejahteraan dalam hidup adil dan merata.

e. Distribusi kekayaan

Dalam sistim EI menimbun harta kekayaan, barang / benda didtribusi sangat dilarang karena perilaku tersebut sangat merugikan pihak lain. Firman Allah SWT yang Artinya : “ Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain diantaranya dengan jalan yang bathil…..”.( QS. Al-Maidah : 90).

f. Larangan menumpuk harta

Setiap pribadi muslim berkewajiban untuk mencegah dirinya dan masyarakat untuk tidak berlebihan dalam kepemilikan harta. Dan dalam sistim EI pun melarang individu mengumpulkan kekayaan secara berlebihan apalagi mengumpulkan kekayaan dengan jalan yang tidak di ridhoi oleh Allah SWT. Allah SWT berfirman yang Artinya : “ Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya”. (QS. Al-Humazah/104 : 1-4).

Kita dianjurkan untuk bersikap sederhana dalam memiliki materi karena yang demikian itu adalah sikap manusia yang sehat.

g. Kesejahteraan individu dan masyarakat

Firman Allah, yang artinya : “ Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah sesungguhnya Allah amat berat siksaanya”. (QS. Al-Maidah :2).

Dalam sistim EI saling tolong menolong harus tetap terjalin sampai kapanpun karena yang demikian itu adalah sebagian dari kebiasaan orang-orang Muslim. Dan dalam Islam pun hubungan individu dan masyarakat ini berpengaruh besar untuk membangun peradaban manusia dimasa mendatang.

3. Masalah Ekonomi Islam

Segala sesuatu dalam mencapai tujuannya tentu memiliki suatu permasalahan.
Secara umum masalah EI dalam kehidupan bermasyrakat adalah sebagai berikut :

1.Dominasi literature Ekonomi Konvensional
2.Praktek ekonomi konvensional lebih dahulu dikenal
3.Tiada representasi ideal Negara yang menggunakan sistim EI
4.Pengetahuan sejarah pemikiran ekonomi islam kurang
5.Pendidikan masyrakat yang materialistis.

Penutup

Pada dasarnya sistim ekonomi islam sangatlah ideal untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seandaainya saja umat manusia sedunia dari awal pemahaman EI sudah tertanam. Namun sekarang untuk mengidealkan implementasinya sistim EI membutuhkan proses yang sangat panjang. Dan itu semua merupakan tanggung jawab kita sebagai kaum muslim.

Sumber :
(1) Makalah ini disampaikan pada Diskusi Rutin Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) pada Tanggal 01 Mei 2011.

(2) Adalah salah satu mahasiswa magister Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

* Penulis : Jamaluddin, SEI. (Kandidat Magister Ekonomi Pembangunan UGM Yogyakarta).