Mempersiapkan Remaja Sebagai Potensi Pembangunan

FIMNY.org - Di tengah ketergantungan kita ini, ternyata remaja-remaja kita justru mencuatkan nama-nama kita diluar daerah, terbukti remaja-remaja atau anak-anak kita bisa sekolah tinggi sampai menjenjang pendidikan, sarjana S1 dan S2. Potensi dan jati diri mulai tumbuh dewasa terhadap remaja sebagai potensi regenerasi masa depan ncerah yang cerah.

Tinggal potensi yang sedang tumbuh ini diberi motifasi dan diasa terus dalam membina karakter kehidupan yang dijadikan contoh bagi orang lain di kemudian hari, bukan karakter seperti saling menjatuh antara satu dengan yang lain, maka dengan itu nertralisasi dalam kehidupan menjadi salah satu kemajuan peradaban suatu masyarakat dan bangsa. Langkah juang seperti ini membutuhkan komitmen yang serius dari masyarakat,

Persoalan Pembangunan

Kita sebagai masyarakat justru melihat atau mengukur remaja sebagai masalah pembangunan, karena orang atau kita hanya melihat sepintas dihadapan mata. Kenakalan sering terjadi pada tawuran pelajar, penyalah gunaan narkoba, pergaulan bebas dan macam-macam permasalahan sosial lainya.

Orangtua yang kesal dengan anak-anaknya juga cenderung melihat remaja sebagai biang atau pengacau dalam kehidupan sosial. Dimana pun di seluruh desa, masalah remaja memang terjadi di seluruh kota bima, soal narkoba misalnya hampir ±15% terlibat dalam penyalahgunaam zat-zat terlarang ini.

Fakta-fakta itu, di tambah pencitraan media, semakin mengarah kepada imej tentang remaja. Mereka dinobatkan sebagai generasi yang suka hura-hura, bebas, tak mau diatur, dan menganggap yang salah nenjadi benar dan begitupun sebaliknya yang benar menjadi salah. Dan masalah ini menjadi budaya yang sulit kita hapus. Kedekatan remaja dengan kebudayaan populer menambah kesan selagi mereka sebagai kaum yang jauh dari nilai-nilai etika, moral dan agama.

Alangkah indahnya kita memandang remaja tidak melihat pada satu sisi, tapi kita melihat dari potensi yang mereka miliki dan terus memberikan pencerahan serta terus menggali potensi yang mereka miliki. Melihat atau memandang seperti itu tidak baik untuk membangun kejiwaan para remaja.

Mereka mulai tumbuh dari anak-anak menuju kedewasaan dan masa ini ibarat badai atau tekanan. maka dengan ini mereka mencari jati diri dan oleh karena itu juga butuh mengerti, disayangi, memberikan pencerahan dengan macam-macam motifasi, dan didukung terus sesuai dengan kemaun selama dalam kebaikan. Maka apapun kita sebagai orang tua itu kewajiban yang harus tekuni dan semakin kita memberikan motifasi pasti akan ada hasilnya.

Potensi Pembangunan

Pendekatan untuk dimengerti , diarahkan, didukung dengan pendekatan seperti ini akan melahirkan remaja sebagai sumber daya manusia (SDM) yang mempuyai sifat usaha dan melahirkan suatu regenarasi baru untuk masa depan dan juga untuk orang lain. Kita melihat masalah itu bagian dari proses pertumbuhan. Dalam banyak hal merupakan bagian dari inofatif, dan kreatifitas untuk terus mencoba hal-hal sampai menemukan jati diri yang cerah.

Pendekatan seperti itu memberikan semangat dan orangtua terus mengarahkan untuk menemukan potensi dirinya. Remaja yang kita lihat hanya diam, harus membantu untuk menemukan proses pencarian jati diri, mungkin suatu saat akan menjadi pengarang. Remaja yang biasa ngobrol dan suka main-main misalnya, bisa jadi mempunyia potensi kecerdasan berkomunikasi dengan bidang wartawan yang handal.

Remaja yang menyendiri dan tertutup mempunyai potensi kecerdasan untuk melahirkan suatu hal baru dalam berkarya dalam berbagai bidang (kreatif). Remaja suka mengembara misalnya, barangkali menjadi budayawan dan ahli sastra. Remaja hobi olah raga mungkin suatu saat akan menjadi atlet terbaik yang mengharumkn nama daerah dan bahkan nama bangsa kejenjang internasional.

Artinya di balik kenakalan remaja secara negatif ternyata ada sifat-sifat terpendam yang harus digali dan bahkan harus terus diberi pemahaman agama supaya mengetahui adat kehidupan sosial dalam dirinya.

Kita orang tua terus mencoba, terus menggali potensi anak-anak dengan kerja keras. Sistem pendidikan kita semestinya membantu remaja untuk menggali, dan menumbuhkan potensi-potensi unik yang mereka miliki, karena apapun karakter dalam masa transisi seperti itu, kesabaran terus didukung oleh keihlasan pasti akan ada buahnya, ibarat kita menanam pohon kemudian di pupuk, di siram, dan dirawat terus menerus sampai menghasilkan buah yang manis. Tidak ada kata terlambat bagi orang tua untuk mendidik Anak-anaknya dan begitupun membina remaja sebagai potensi untuk mengasa terus kemampun untuk berkarya.

Membangun remaja sebagai potensi suatu awal dari kemajuan sehingga mencapai keindahan sifat abadi dan universal insan, dari keindahan tampaklah fitrah insan sejati untuk membagun peradaban. Membangun Peradaban tidak hanya semata-mata banyak wacananya, dan retorika yang tidak ada gunanya tapi menbutuhkan “Kenyataan Riil”, niat yang tulus untuk kepentinga masyarkat kemudian ikhlas, seperti apa yang dikatakan oleh Ibnu Taimiyyah. “Ilmu tampa amal tidak ada gunanya dan amal tampa keikhlasan tidak ada gunanya”, maka segala tindakan, dan perbuatan lakukanlah dengan ikhlas hanya karena Allah SWT.

Sayangnya pendidikan disekolah disusun sedemikian rupa pada sebenarnya justru membatasi perkembangan potensi remaja yang tidak menonjol dalam sekolah, itu dinilai kurang potensi, padahal kepintaran dan kecerdasan itu banyak jenisnya dan bermacam-macam. Bukan pada matematikan dan bahasa inggris saja.

Dalam proses pembangunan maka peran besar orangtua terhadap anak-anak yaitu “Mendidik dengan sabar dan ikhlas”, sebagai cahaya regenerasi penerus, saling menghargai dan menghormati. Jika potensi-potensi ini tumbuh dewasa dengan kemampun dari berbagai bidang sosial, ekonomi, politik, pendidikan, dan agama sehingga memberikan kontribusi untuk masa depan, terutama beradab dalam kehidupan sosial masyarakat bukan tidak mungkin desa yang kecil akan menjadi besar karena dibangun oleh generasi yang cerdas.

* Buletin FIMNY Edisi Ramadhan Tahun 2012.

Ramadhan Bulan Penuh Berkah

FIMNY.org - Tiada kata yang mampu menggambarkan suasana hati tatkala bulan yang penuh rahmat ini datang. Ibarat tamu agung yang selalu dirindukan oleh setiap perindu cahaya kasih sayang. Sebuah keagungan yang tiada henti bagi setiap individu yang haus akan ilham Sang Robb, muara pengharapan terujung dan penggenggap kolbu setiap insan”

Diantara dua belas bulan, yang paling mulia dan penuh berkah adalah bulan Ramadhan. Bulan ini adalah bulan yang paling di rindui oleh orang-orang yang mengaku diri sebagai orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Di bulan ini, Sang pencipta langit dan bumi telah menyediakan kesempatan bagi hamba-Nya untuk berbuat tiga kategori, yaitu : menunjukan kebaikan dengan perbuatan-perbuatan yang baik, bertaubat dan beristigfar, serta memperbanyak do'a. Karena harus kita yakini bahwa Allah SWT akan membalas kebaikan yang kita perbuat dengan menurunkan rahmat dan hidayah, menghapus dosa-dosa yang pernah terbuat, dan mengabulkan do'a-do'a kita.

Sebutir kecil kebaikan yang kita perbuat di bulan Ramadhan akan dibalas oleh Allah SWT di akhirat kelak dengan seribu, sepuluh ribu, bahkan bermiliaran kebaikan. Dari itu marilah kita semua berlomba-lomba menuju kebaikan, insya Allah perbuatan kita akan dilihat, dicatat dan di simpan baik-baik di Lauhul Mahfudh.

Bersama ini penulis terketuk dalam salah satu hadits, yang berbunyi : "Telah datang kepadamu Bulan Ramadhan, bulan keberkahan. Allah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa, dan mengabulkan do'a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan Dia membangga-banggakanmu kepada malaikat-malaikat-Nya, maka tunjukanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang yang sengsara adalah orang yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini." (HR. At-Tabhrani).

Subhanallah….! Sungguh hadits yang sangat menggelitik kalbu setiap insan. Semoga kita semua tergolong sebagai orang yang akan mendapat rahmat, dihapuskan segala dosanya, dan dikabulkan do'a-do'a kita. Sebagai hamba-Nya kita patut mengucap “Segala puji bagi Allah, Robb semesta Alam”. Dan semoga kita bukan termasuk orang yang tidak mendapatkan rahmat-Nya. Amiiieeeeen!

Banyak forum yang merasakan kenikmatan besar di bulan Ramadhan. Banyak keluarga yang meningkatkan kualitas menu makanan yang tentunya akan menambah ABRT (Anggaran Belanja Rumah Tangga). Padahal, secara logika kuantitas konsumsi yang kita makan lebih sedikit dibanding bulan-bulan biasa. Tapi, mengapa ABRT semakin membengkak. Sungguh nikmat Allah yang patut dan harus kita syukuri.

Oleh karena itu jangan biarkan hari-hari yang mulia ini berlalu dengan sia-sia, tanpa amal yang nyata. Marilah kita mengisi bulan penuh berkah ini dengan membaca Al-Qur'an dan zikrullah. Dan semoga Allah SWT melihat dan menyaksikan diri kita menjadi orang yang bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah Ramadhan.

Ramadhan merupakan bulan dimana setiap umat islam mengispirasikan sikap dermawan, karena kita yakin dengan janji-Nya yang akan melipatgandakan setiap amalan dan tidak ada setiap harta yang kita infakkan disia-siakan oleh Allah SWT. Jadikan diri kita menjadi ahli sedekah, karena dengan sedikit harta yang kita ikhlaskan mampu mengangkat derajat fakir miskin, dan sebagainya.

Pada kesempatan yang mulia ini, kita gunakan dengan sebaik-baiknya. Bila kita bernah berbuat jahat kepada orang lain baik yang sengaja mau pun yang tidak sengaja, patut kita minta maaf dan bila orang lain pernah berbuat jahat kepada kita, sebaliknya kita juga harus memaafkannya, baik dia sudah minta maaf dan atau belum minta maaf. “ Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”(QS. Ali Imran:133-134).

Nikmat Allah di dunia ini sangatlah luas, itu semua tergantung kita mau mencari dengan jalan mana? Kalau kita mencarinya dengan jalan yang benar maka akan mendapatkan berkah yang positif. Dan apabila kita mencarinya dengan jalan yang melenceng dari yang Dia perintahkan, maka itu semua akan sia-sia serta tidak akan mendapatkan berkah.

Sang Halik tidak akan rugi dengan kedurhakaan yang telah kita perbuat dan tidak akan lebih terhormat dengan ketaatan kita. Allah SWT tidak butuh kita melainkan hamba-Nya yang membutuhkan. Untuk itu, di bulan penuh berkah dan ampunan ini adalah saat yang sangat tepat untuk mendapatkan ampunan atas kesalahan yang kita lakukan selama ini, yaitu kufur akan nikmat-Nya.

Itulah kenikmatan dan keberkahan Bulan suci Ramadhan, pabrik dimana kita dapat memperoleh rahmat, menuai ampunan, dan menagih janji terbebas dari siksa api neraka. Hamparan luas telah terbentang untuk mengambil kesempatan menjadi orang-orang yang bertaubat. Semoga Allah yang Mahaperkasa lagi maha pengampun senantiasa menolong kita untuk selalu taat kepada-Nya. Niatkan semua ibadah kita untuk meraih ridha-Nya. Akhir kata, selamat berjuang mengendalikan hawa nafsu dan selamat menikmati jamuan Allah di bulan penuh berkah ini.

Kacang tidak akan lupa sama kulitnya. Sedikit ucapapan FIMNY buat para pelajar dan atau mahasiswa yang ada di Bima, Mataram, Makasar dan atau yang ada dimana saja selain Jogja, yang pernah berbakti dan mengabdikan dirinya di desa kita tercinta (Ncera).

Kami sangat berterima kasih yang sebanyak-banyaknya karena dalam kenyataannya kalianlah yang tahu bagaimana kondisi dan perubahan yang telah tercapai, itu semua karena kami belum pernah melakukannya. Maka dari itu, dengan datangnya selembar kertas yang tiada nilainya ini semoga dapat menambah wawasan dan sedikit mencerahkan kolbu, jiwa dan perasaan kita dari sekarang, besok sampai kita semua menghadapnya. Amiiieeeen….!

* Buletin FIMNY Edisi Ramadhan Tahun 2012.

Membangun Pribadi Yang Islami

FIMNY.org - Untuk memasuki dan mengawali bulan Ramadhan yang penuh ampunan, hidayah ini sangat baik bila kita membina jati diri yang Islami yang memancarka nilai – nilai dan etika yang sejuk serta akhlak mulia.

Kepribadian yang Islami merupakan suatu perwujudan dari komitmen untuk merealisasikan nilai-nilai Islami guna pembinaan mental spiritual, iman, akhlak dan etika dalam kehidupan sehari- hari. dimana hatinya merindukan suatu amalan yang fitri dengan memancarkan senyum iman, islam dalam kehidupan nyata.

Dalam bulan Ramadhan yang mulia dan penuh Ampunan, Berkah, juga bulan Pembeda antara yang baik dan benar, Pembeda antara orang kafir dan islam sekaligus bulan yang memancarkan jalan yang bercahaya bagi semua orang-orang beriman dan yakin sepenuh hati kepada Allah.

Pada bulan suci ini merupakan suatu momentum untuk mongoreksi diri dalam hal perbuatan buruk, seperti, suka membicarakan kejelekan dan kekurangan teman lain, suka memfitnah sana sini, berbuat yang kurang bermamfaat bagi masyarakat umum, mencuri barang yang bukan milik sendiri juga banyak hal-hal yang semestinya di tinggalkan. Untuk menjauhi serta meninggalkan suatu pekerjaan dan kebiasaan yang kurang positif memang perlu proses, untuk itu baiknya kita berpikir terlebih dahulu sebelum berbuat.

Apakah perbuatan tersebut menguntungkan diri atau justru membawa pada jurang kehancuran…? Apakah perbuatan itu baik dalam pandangan keluarga, masyarakan sekaligus juga baik bagi pembinaan akhlak dan moral...? Apakah kita siap untuk berpikir positif membangun pradaban baru...?

Hal ini akan terjawab dan menemui solusi jika kita mengutamakan jati diri yang Islami yaitu pribadi yang budiman.

Dalam hal pembinaan kepribadian yang memancarkan nilai – nilai Islami guna mewujukan pribadi yang fitri, pembentukan akhlak yang baik seperti: senyum sapa sesama kawan dan lawan, suka menolong, rajin ke Masjid, taat dan patuh kepada kedua orang tua serta banyak beramal di bulan Ramadhan yang pahalanya belipat ganda bagi pribadi yang beriman. Untuk pembinaan pribadi yang Islami, dalam Alqur'an Allah berfirman, yang artinya:

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Q.S : Al- Baqorah 208)

Dalam firman Allah diatas mengajak dan menganjurkan bagi orang - orang yang dalam hatinya tertanam keyakinan akan ke agungan Islam untuk menelusuri sekaligus memasuki Islam secara sempurna. Agar betul - betul terbina generasi yang mampu dan ikhlas mengamalkan ajaran yang agung dalam kehidupan sehari – hari. Dan berusaha menjauhi perbuatan dan langkah langkah syaitan sebagai musuh yang nyata alias lawan abadi bagi anak adam.

Pada dasarnya sejak lahir hingga tumbuh dewasa, kita di beri kebebasan oleh Allah untuk memilih dan memilah suatu jalan hidup, kebebasan akan berpikir dan berkarya guna untuk kebaikan diri, masyarakat serta bangsa dan Negara. Bila kita mencermati sistem dan pola hidup masyarakat kita. Dimana mengalami suatu kemunduran dan kehancuran Nilai-nilai moralitas, budaya dan agama. itu terbukti anak-anak muda senang berkelahi antar sesama Islam, senang minum – minuman keras, di satu sisi anak-anak wanita tidak lagi memperhatikan kewajiban untuk memakai jilbab, yang sebetulnya dengan menutup aurat kehormatan akan terpelihara dari ganngguan orang lain dan agar terhindar dari fitnah, terutama terhindar dari pergaulan bebas.

Dalam masalah budaya yang baik saling menghormati dan menghargai karya orang lain sudah tak di indahkan lagi. Lagi – lagi pelajar dan mahasiswa yang masih kurang memberikan suatu hal yang berarti bagi kebaikan dan perbaikan masyarakat umum. sebetulnya ini salah siapa??

Untuk menanggulangi problem tersebut kami Keluarga besar FIMNY, mengajak kaum Pelajar- Mahasiswa, aktifis dakwah serta orang tua dan guru agar berpartsipasi membangun suatu generasi baru {generasi Islam} yang di harapkan dapat mengharumkan nama baik masyarakat bangsa dan Negara. Yaitu membina dan membentuk sosok Islam sejati yang mampu berkarya dan bersaing dalam segala bidang. dengan cara melangkahkan kaki menuju jalan pengetahuan dan pradaban baru demi pembentukan generasi yang berani menegakan keadilan dan kebenaran-di atas bumi Allah sekaligus untuk menghindari kehancuran dan malapeta yang melanda kita.

Di samping pembinaan generasi yang berkualitas dan inovasi sangat perlu untuk merubah pola pikir kita dan masyarakat menuju kearah kemajuan pengetahuan, kecerahan, kedamaian hidup, kebersamaan dalam hal membalas dan menyumbangkan ilmu dan pengalaman yang kita miliki. Semoga hari – hari kita lewati dengan ilmu, iman dan amal kebaikan guna membawa suatu perubahan yang berarti bagi kehidupan masyarakat, sehingga kesuksesan dan Rahmat Allah menyertai langkah juang kita. Adapun kriteria pribadi yang senantiasa kita rindukan untuk membangun masyarakat, bangsa dan Negara yang selalu dalam lingkara hidup islami adalah:

Pertama, membangun sosok muslim yang senantiasa mencintai Allah dan Rasullullah dikala suka dan duka dengan mengupayakn segala kekuatan untuk menjalakan ajaran islam berupa aqidah, akhlak dan syariah. Dengan pribadi yang hatinya senantiasa patuh, tunduk, taat dan rindu hanya pada Allah semata akan mengantarkan seseorang kejalan yang lurus baik dalam mencari rezki yang halal lagi baik maupun menempuh jalan mencari dan menggapai ilmu pengetahuan yang benar. jika kita sadar akan ada kehidupan lain sesudah melalui hidup nyata sekarang {hidup di dunia ini} atau kita mengetahui bahwa segala bentuk perbuatan dan amalan yang kita perbuat akan mendapat ganjaran yang setimpal, maka hati kita akan betul - betul sadar dan segera ingat kepada Allah apan pun dan dimana pun kita berada.

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya pula. (QS. Al-Zaljalah).

Kedua, mendidik dan membentuk pribadi yang selalu mengutamakan perbuatan hati dari pada akal dalam arti yang luas. Dalam kehidupan nyata kita sadar ada kebaikan dan keburukan, ada pahala dan dosa, ada siang dan adapula malam, juga di iringi kesusahan dan kesenagan. Yang ke semua itu menuntun manusia untuk menggunakan hati nurani dalam menambil keputusan agar langkah yang kita tempuh menguntungkan diri sendiri juga masyarakat yang kita cintai bersama.

Ketiga, mendidik generasi yang mencintai ilmu pengetahuan serta mampu berkarya dalam segala bidang . Bila kita telusuri lebih jauh bahwa kemajuan manusia seutuhnya bisa di lihat dari perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan yang mengarah pada suatu perubahan serta melahirkan generasi yang mampu berkarya. Suatu desa, kota serta bangsa dan Negara akan maju dan makmur bilamana disiplin ilmu pengetahuan di utamakan. Baik itu berupa ilmu Agama islam, ilmu pengetahuan umum seperti, ilmu ekonomi, politik, sosiologi, serta ilmu – ilmu lainya. Dalam Alqur,an Allah menegaskan kepada semua manusia tentang pentingnya budaya ''Membaca''.

Dengan kebiasaan membaca maka kita akan menemui dan menggapai ilmu pengetahuan tentang ke Esaan Allah, hakikat penciptaan Alam semesta serta menemukan rahasia yang ada di alam semesta. Bila kita melihat Negara- Negara maju sekarang seperti, Jerman, Inggris, Cina, Iran, Saudi Arabiah dll. kemajuan negara – negara tersebut karena sangat besarnya perhatian pemerintah untuk membina  dan mendidik para generasi bangsa untuk mencintai dan mendalami segala bidang ilmu pengetahuan. Seperti Cina misalnya, mengajarkan anak-anak bangsanya tentang bagaimana cara berdagang dan berbisnis secara professional.

Sehingga ekonomi dunia bisa di kuasai. begitupun dengan Negara jepang, dimana pemerintah selalu mendidik dan mengutamakan ilmu untuk menguasai tekhnologi yang canggih, seperti membuat pesawat olang Aling, pasawat perang, serta kendaraan yang modern. Bila kita bertanya pada diri kita masing – masing akankah kemajuan seperti Negara- Negara lain bisa kita raih dalam jangka waktu yang dekat.

Atau mampukah kita generasi islam bisa mengapai masa kegemilangan dan kecerahan seutuhnya yang dirasakan oleh masyarakat islam. Oleh karena demikian kami Keluarga besar FIMNY yang berada di Yogyakarta mengajak orang tua, Guru, mahasiswa, Aktifis dakwah serta tuan Guru untuk mengutakan ilmu pengetahuan, supaya dengan ilmu dan pengalaman yang di aplikasikan betul-betul membawa suatu perubahan yang berarti dalam kehidupan ini. Sehingga bisa menceta pemuda- pemuda baru yang mampu membawa dan mengarahkan masyarakat, bangsa dan Negara kearah yang lebih baik dan di Ridhoi Allah SWT.

* Buletin FIMNY Edisi Ramadhan Tahun 2012.

Filosofi Transformasi KIMJA Menjadi FIMNY



FIMNY.org - Perubahan nama organisasi Komunitas Intelektuanl Muda Ncera Yogyakarta {KIMJA} kearah Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta {FIMNY} berdasarkan hasil analisa yang mendalam dari makna huruf yang disepakati terutama KIMJA adalah huruf K= Komunitas, dengan tulisan JA=Jogja, yang mengandung arti segologan kelompok organisasi tertentu tanpa melibatkan semua kalangan muda Ncera.

Sedangkan Perubahan nama Oranisasi ke arah FIMNY bisa dipahami bersama dengan makna kata F= Forum dengan tulisan kata NY= Ncera Yogyakarta, yang mengandung arti yang lebih luas, sehingga kami semua keluarga Organisasi yang berjuang di Yogyakarta berkeinginan melibatkan semua pelajar-mahasiswa Ncera yang berjuang di berbagai daerah.

Berdasarkan kesepakatan bersama untuk menguatkan lagi sistem kerja organisasi menuju tujuan yang lebih jelas. segala bentuk perjuangan bersama betul – betul berwujud nyata sehingga memberikan kontribusi yang berarti bagi perkembangan visi dan misi organisasi sekaligus memberikan arahan bagi perkembangan pelajar-Mahasiswa serta masyarakat menuju perubahan dan perbaikan untuk mensejahterakan masyarakat serta merealisasikan nilai-nilai ajaran islam serta menanamkan motifasi bagi generasi penerus bengsa dan Negara, melalui sumbangan ilmu dan pengalaman yang dimiliki.

Bentuk perjuangan kearah pencerahan merupakan dambaan semua kalangan mahasiswa dalam hal ini FIMNY berupaya menguatkan pondasi perjuangan untuk mencari dan menemukan jati diri yang Islami.