FIMNY Sumbang Buku dan Rak Buku untuk Pustaka Semesta

Pengurus FIMNY saat menyerahkan sumbangan buku untuk Pustaka Semesta. 
Bima, FIMNY.or.id -- Bombo Ncera adalah salah satu tempat wisata alam (air terjun) yang ada di ujung utara Desa Ncera, dulu Bombo Ncera belum ada yang mengurusi secara intens sehingga belum tertata dengan baik dan fasilitas pendukung lainnya pun belum tersedia.

Kondisi Bombo Ncera sekarang sudah sangat beda, jauh lebih bagus dari beberapa tahun sebelumnya. Saat ini Bombo Ncera sudah mempunyai fasilitas pendukung wisata yang lengkap seperti Toilet, Masjid, Tempat Ganti, dan fasilitas lainnya. Tiap hari, entah hari biasa lebih-lebih akhir pekan banyak sekali pengunjung yang datang. Selain dikenal sebagai wisata alam dengan kemurnian airnya, Bombo Ncera juga sekarang sudah dikenal dengan Wisata Edukasi, karena saat ini sudah memiliki perpustakan yang diberi nama “Pustaka Semesta” berkat keuletan dan kreatifitas Komunitas Pemuda Pemerhati Bombo Ncera (KPPBN).

Kebutuhan perpustakaan Semesta masih sangat terbatas, untuk menunjang kebutuhan pustaka tersebut, tanggal 17 Juni 2018 Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) telah memberikan sumbangsih berupa buku sebanyak  4 (empat) kardus buku, dengan jumlah kurang lebih 100 buah buku. Buku yang disumbang FIMNY sangat bervariasi, mulai dari buku SD, SMP, SMA sampai dengan buku yang layak dibaca oleh mahasiswa/mahasiswi maupun ibu-ibu rumah tangga yang akan melakukan kunjungan wisata di Bombo Ncera.

Kondisi Pustaka Semesta masih begitu terbatas, salahsatunya masih kekurangan rak buku dan lainnya, sehingga masih sangat membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Melihat kondisi tersebut, FIMNY juga memiliki inisiatif untuk membuatkan rak buku yang akan diletakkan di Pustaka Semesta Bombo Ncera agar buku-buku yang ada tersimpan dengan aman serta mudah ditata dengan rapi.

Ketua KPPBN Aswad, S.Pd. yang biasa dikenal luas dengan nama Yuke, mengatakan bahwasannya dia merasa senang dan bangga atas sumbangat yang diberikan FIMNY. “Sebagai ketua KPPBN, saya merasa senang dan salut, ini merupakan suatu kebanggan kami sebagai komunitas atas partisipasinya rekan-rekan FIMNY yang sudah ikut berkontribusi ataupun memberikan beberapa sumbangan buku empat kardus, nantinya semoga dapat bermanfaat baik untuk pengunjung dari lokal, nasional maupun dari wisatawan Internasional, terutama untuk menambah wawasan adek-adek yang khususnya di kecamatan Belo,” ujar Yuke.

Lebih lanjut, Yuke menyampaikan pesan dan kesannya untuk FIMNY serta mengajak kembali untuk tidak bosannya menyumbangkan buku-buku yang dimiliki buat menambah lebih banyak lagi koleksi Pustaka Semesta, “Semoga ketika ada lagi buku-buku yang lebih, mungkin bisa dibawa kesini, yang harapannya karena untuk menambah kelengkapan buku di Pustaka Semesta ini, mungkin ada buku-buku yang kurang disini nantinya bisa ditambah atau dikondisikan untuk dibawa kesini lagi,” ajak Yuke.

Atasnama keluarga besar FIMNY, Gajali sebagai Ketua Umum, berharap dengan adanya sumbangan buku dari FIMNY, masyarakat juga bisa sambil santai dan membaca buku-buku yang ada di Pustaka Semesta. “Semoga dengan adanya penambahan buku itu wisatawan tidak hanya terfokus dengan penyuguhan keindahan alam di Bombo Ncera atau dengan adanya tambahan spot-spot baru saja, tapi juga wisatawan bisa memanfaatkan buku-buku yang ada sebagai penambahan ilmu yang sudah tersedia di Pustaka Semesta Bombo Ncera,” beber Gajali.

Keluarga FIMNY saat membuat rak buku yang akan disumbang untuk Pustaka Semesta. 

Sejak berdirinya KPPBN, wisata Bombo Ncera jadi banyak spot foto dan makin menarik dan nyaman untuk dikunjungi. Setiap hari tiada hentinya wisatawan yang datang mengunjungi Bombo Ncera, baik pengunjung dari Desa Ncera terlebih lagi pengunjung dari luar Desa Ncera. Untuk itu, dengan adanya berbagai macam buku-buku yang ada di Pustaka Semesta dapat menarik pengunjung terlebih lagi dapat meningkatkan minat baca ke pengunjung Bombo Ncera khususnya untuk pelajar-pelajar yang ada di kecamatan Belo. Bagi yang punya koleksi-koleksi buku bacaan, Pustaka Semesta juga tetap menerima sumbangan sebagai penambah koleksi perpustakaan.


Penulis: Nursuciyati
Pengurus Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) 

FIMNY Rayakan HUT Ke-X dengan Agenda FIMNY Intelektual Club dan Pentas Seni

Suasana acara FIMNY Intelektul Club (1/6/2018).
Yogyakarta, FIMNY.or.id – Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) merayaakan hari ulang tahun (Jumat-Sabtu, 01-02 Juni 2018), acara ini merupakan acara tahunan yang diadakan oleh pengurus FIMNY dan Acara perayaan HUT FIMNY yang ke-X terdapat dua rangkaian acara, yang pertama acara FIMNY Intelektual Club (FIC) dan Penyambutan Mahasiswa Baru-Bima Dompu tahu 2018 bertema “Menjaga Esensi dan Eksistensi Mahasiswa sebagai pelopor di Era Milenial” yang dilangsung pada Jum’at, 1 Juni 2018 pukul 20:30-selesai dan bertempat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Balai Pengembangan PAUD dan Pendidikan Masyarakat D.I.Y (Jl. Sorowajan Baru Nomor 1, Sorowajan, Banguntapan, Bantul, DIY), acara kedua yaitu acara Pentas Seni yang bertema “Ta Kasama Weki di Salaja FIMNY Ara Dana Loja” yang berlangsung pada Sabtu, 2 Juni 2018 pukul 22:00 WIB-selesai dan bertempat di Omah PMII-Yogyakarta. Kedua rangkaian acara tersebut dihadiri oleh seluruh mahasiswa Bima-Dompu yang Ada di Yogyakarta dan acara tersebut berlangsung dengan lancar dan damai.

FIMNY Intelektual Club dan Penyambutan Mahasiswa Baru Bima-Dompu tahun 2018 dihadiri oleh ketiga pemateri, pemateri pertama yaitu Ketua Umum PUSMAJA Mbojo Yogyakarta Periode 2015-2017 M. Jamil, S.H. (Pandangan dari Sisi Akademis), pemateri kedua Ketua DPC GMNI Yogyakarta Julio Adi Putra Hutabarat (Pandangan dari Segi Aktivis) dan pemateri ketiga Ketua DPC PKB Kota Yogyakarta dan juga Ketua Karang Tarunan Kota Yogyakarta Solihul Hadi, S.H. (Pandangan dari Segi Politisi). Untuk memperlancar berjalannya acara, maka dimoderatori oleh Abdurrahman Ismail.

Saat hari kedua, Pentas Seni, berbagai macam hiburan yang di tampilkan pada acara tersebut diantaranya, tari tradisional Bima (Tari Wura Bongi Monca, Tari Sangiang, Tari Haju Jati, Tari Kipas, Tari Gantao, Tari Wa’a Mama), Akustik, Kalero, Drama dan Kareku Kandei.

Terkait rangkaian acara yang diselenggarakan FIMNY, berbagai apresiasi yang disampaikan, terutama dari para pemateri FIC. M Jamil, S.H., selaku senior FIMNY berimakasih kepada seluruh pengurus dan panitia HUT FIMNY atas inisiasi yang dilakukan. “Acaranya luar biasa bagus tinggal dimasifkan lagi kepeloporannya, hindari segala sesuatu kesalahan-kesalahannya, mudah-mudahan kedepannya lebih baik lagi dan lebih jaya lagi, sukses buat FIMNY, jayalah FIMNY, siaplah bertempur untuk memberikan kontribusi yang nyata untuk bangsa dan dunia,” beber Jamil.

Senada dengan itu, Ketua Karang Tarunan Kota Yogyakarta Solihul Hadi, S.H. juga mengapresiasi kegiatan FIMNY. “Acaranya sudah sangat bagus sekali, mohon untuk ditingkatkan, syukur acara ini dari kepatiaannya bisa bersinergi dengan pemerintah setempat, artinya ada apresiasi langsung yang nantinya agar lebih menunjang baik untuk organisasi maupun secara personal kemampuan intelektual teman-teman FIMNY dan mampu menjalin komunikasi tidak hanya dengan mahasiswa saja, tapi juga mencoba untuk mulai menggandeng pemerintah setempat sehingga bisa di lirik dan tentunya untuk eksistensinya agar lebih mengalami level Up,” ucap Solihul Hadi. 

Hal yang sama, apresiasi, juga diberikan oleh Ketua DPC GMNI Yogyakarta Julio Adi Putra Hutabarat. “Jangan sampai organisasi daerah itu menjadi organisasi yang akskusif terhadap bangsa dan negara karena sejarah mencatat organisasi daerah menjadi salah satu organisasi penting yang ikut membicarakan bangsa dan negara sebelum kita merdeka, karena kondisi nasional mempengaruhi kondisi Bima dan yang menjadi catatan adalah bagaimana mahasiswa Bima meningkatkan semangat belajar di Yogyakarta, ambillah dan curilah ilmu sebanyak-banyaknya di kota pendidikan ini karena kedepan Bima ada ditangan kawan-kawan,” katanya. (Siti Hawa)

Suasana acara Pentas Seni FIMNY (2/6/2018)